Imbas Bencana Aceh, Harga Biji Kopi Arabika di Pasar Lokal Naik 30-40 Persen
Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) menyebut harga biji kopi arabika di pasar domestik naik 30 hingga 40 persen.
Ketua Kompartemen Industri dan Specialty Coffee AEKI Moelyono Soesilo, mengatakan harga biji arabika naik, dari 6,5 dollar Amerika Serikat (AS) per kilogram menjadi 9,3 sampai 9,5 dollar AS per kilogram.
Adapun biji arabika merupakan jenis kopi dengan rasa lebih asam namun kafein lebih rendah dibandingkan robusta.
“Sempat mencapai level tertingginya pada bulan Januari 2026 di level 10 dollar AS (per kilogram) lebih,” kata Moelyono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Pascabanjir Aceh, Harga Kopi Arabika Gayo Tembus Rp 30.000 Per Bambu
Dengan asumsi kurs Rp 17.245 per dollar AS, maka kenaikan harga biji kopi arabika dalam negeri berkisar dari Rp 112.092,50 menjadi Rp 160.378,50 sampai Rp 163827,50 per kilogram.
Moelyono menyebut, kenaikan harga biji kopi arabika di pasar domestik merupakan anomali.
Sebab, saat ini, harga biji kopi arabika di pasar global dan biji kopi jenis robusta di pasar domestik cenderung turun dibanding tahun lalu.
“Untuk kopi biji arabika Indonesia mengalami anomali berbeda, terjadi kenaikan, berbalik dengan harga kopi biji arabika dunia yang menurun juga,” ujar Moelyono.
Baca juga: Kopi Arabika Cikoneng Tembus Pasar Ekspor Panama, Siap Rambah Korea Selatan
Arabika Naik Imbas Bencana Aceh
Menurut Moelyono, harga biji kopi arabika mengalami kenaikan imbas panen yang terganggu dan rusaknya perkebunan kopi di Aceh dan Sumatra Utara pada akhir November 2025.
Saat itu, daerah penghasil kopi arabika seperti Gayo Lues di Aceh dan Sumatra Utara diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
“Kenaikan ini terjadi karena gangguan panen dan kerusakan perkebunan kopi,” tutur Moelyono.
Meski bencana itu menerjang Gayo Lues, harga biji kopi arabika dari daerah lain juga ikut terkerek naik.
Kerusakan perkebunan kopi di Gayo Lues mengakibatkan pasokan biji kopi arabika di pasar lokal.
“Tapi kenaikan tidak setinggi kopi-kopi dari daerah Aceh dan Sumut,” kata Moelyono.
Saat ini, lahan-lahan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor mulai kembali ditanami kopi.
“Sudah ada replanting di sebagian daerah,” tuturnya.
Tag: #imbas #bencana #aceh #harga #biji #kopi #arabika #pasar #lokal #naik #persen