Harga Emas Dunia Melonjak 2,3 Persen, Dipicu Pelemahan Dollar AS
Ilustrasi emas, emas batangan. Penyebab harga emas naik-turun. Harga emas.(FREEPIK/RAWPIXEL.COM)
14:44
6 Mei 2026

Harga Emas Dunia Melonjak 2,3 Persen, Dipicu Pelemahan Dollar AS

- Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026), didorong pelemahan dollar AS serta perkembangan positif dalam negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot sempat melonjak hingga 2,3 persen ke atas level 4.660 dollar AS per ons. Kenaikan ini melanjutkan penguatan sebesar 0,8 persen pada perdagangan sehari sebelumnya.

Pelemahan dollar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas. Indeks dollar tercatat turun sekitar 0,5 persen, sehingga membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 6 Mei 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya

Sentimen pasar emas juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menyebut telah terjadi “kemajuan besar” dalam pembahasan kesepakatan dengan Iran.

Ia juga menyatakan akan menghentikan sementara upaya AS dalam membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz guna memberi ruang finalisasi perjanjian.

Dari sisi kebijakan, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu bulan masih bertahan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan operasi ofensif telah dihentikan, dengan fokus beralih pada perlindungan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 6 Mei 2026: Antam Naik, Galeri24 dan UBS Turun

Pernyataan tersebut sejalan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang mengatakan bahwa proses negosiasi terus menunjukkan kemajuan.

Meski demikian, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Laporan mengenai sebuah kapal kargo yang terkena proyektil tak dikenal setelah insiden bentrokan di Selat Hormuz menunjukkan situasi masih rentan.

Di sisi lain, prospek kesepakatan yang belum jelas membuat harga emas tetap dibayangi tekanan dalam jangka pendek. Kekhawatiran inflasi yang meningkat memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS berpotensi kembali menaikkan suku bunga.

Ekspektasi tersebut diperkuat oleh pergerakan pelaku pasar obligasi yang mulai meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga, bukan penurunan.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Dollar, Pemerintah Bidik Penerbitan Panda Bond di China

Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2026, harga emas tercatat telah turun lebih dari 12 persen.

Pelaku pasar kini juga menanti rilis data ketenagakerjaan AS. Data tersebut diperkirakan menunjukkan stabilisasi pasar tenaga kerja, yang berpotensi meningkatkan fokus investor terhadap risiko inflasi.

Kepala riset dan strategi logam di MKS PAMP SA, Nicky Shiels, menyebut pasar logam mulia saat ini menghadapi “paradoks posisi struktural”.

Menurut dia, nilai investasi di emas masih tinggi, namun posisi dalam bentuk kontrak dan volume fisik relatif ringan.

Baca juga: BI Pangkas Batas Beli Dollar AS Tanpa Underlying Jadi 25.000 Dollar

Ia menambahkan, prospek kenaikan emas dalam jangka menengah masih didukung oleh pelemahan nilai mata uang, fragmentasi rantai pasok, serta perubahan tatanan moneter global.

Namun, dalam jangka pendek, kenaikan harga emas membutuhkan dukungan tambahan dari investor institusi.

Pada perdagangan yang sama, harga perak naik 4,2 persen menjadi 75,91 dollar AS per ons. Sementara itu, platinum dan palladium juga mencatatkan kenaikan.

Tag:  #harga #emas #dunia #melonjak #persen #dipicu #pelemahan #dollar

KOMENTAR