Harga Minyak Anjlok 7 Persen usai AS dan Iran Dikabarkan Dekati Kesepakatan Damai
Ilustrasi kapal tanker. Harga minyak dunia kembali melemah setelah muncul sinyal deeskalasi konflik AS-Iran. Pasar berharap pasokan dari Timur Tengah segera pulih.()
09:28
7 Mei 2026

Harga Minyak Anjlok 7 Persen usai AS dan Iran Dikabarkan Dekati Kesepakatan Damai

- Harga minyak dunia merosot tajam pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026) waktu setempat atau Kamis (7/5/2026) pagi WIB, setelah muncul optimisme bahwa perang di Timur Tengah berpotensi mereda.

Penurunan terjadi seiring adanya laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan damai awal.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent anjlok 8,60 dollar AS atau 7,83 persen menjadi 101,27 dollar AS per barrel. Bahkan, harga Brent sempat jatuh di bawah level 100 dollar AS per barrel untuk pertama kalinya sejak 22 April 2026.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 7,19 dollar AS atau 7,03 persen menjadi 95,08 dollar AS per barrel.

Sumber dari Pakistan yang menjadi mediator perundingan menyebut AS dan Iran kini mendekati kesepakatan berupa memorandum saling pengertian setebal satu halaman.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Sinyal Damai AS-Iran Tekan Harga

Iran pada Rabu menyatakan sedang meninjau proposal baru dari AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang dikutip kantor berita ISNA mengatakan Teheran akan segera menyampaikan respons melalui Pakistan.

Sebelumnya Iran menegaskan hanya akan menerima kesepakatan yang adil dan komprehensif.

Media AS, Axios, juga melaporkan bahwa Washington mengharapkan Iran akan memberikan respons terhadap sejumlah poin penting dalam 48 jam ke depan. Sumber Axios menyebut situasi ini menjadi titik terdekat kedua negara menuju kesepakatan sejak perang pecah.

Analis senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan pasar mulai melihat peluang dibukanya kembali Selat Hormuz semakin besar.

"Ada keyakinan yang terus tumbuh bahwa peluang Selat Hormuz kembali dibuka semakin besar, terlepas apakah nantinya tercapai kesepakatan damai permanen dengan Iran atau tidak," ujarnya.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melonjak, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Meski demikian, penurunan harga minyak sempat tertahan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan masih "terlalu dini" membahas pertemuan langsung dengan Teheran.

Seorang anggota senior parlemen Iran juga menyebut proposal AS lebih mirip "daftar keinginan" dibanding kenyataan.

Militer AS sebelumnya menyatakan telah menghancurkan beberapa kapal kecil Iran sebagai bagian dari upaya membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz.

"Pengumuman kesepakatan akan langsung mendorong kontrak berjangka bergerak lebih jauh. Bahkan potensi tercapainya kesepakatan saja sudah memicu penurunan harga minyak," kata Kepala Analis Minyak Rystad Energy, Paola Rodriguez-Masiu.

Namun ia menilai arus distribusi minyak global tidak akan langsung pulih normal meski Selat Hormuz kembali dibuka.

Gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz sejak perang dimulai pada Februari lalu telah memangkas pasokan minyak global dan mendorong harga Brent pekan lalu ke level tertinggi sejak Maret 2022.

Penutupan Selat Hormuz juga menyebabkan cadangan minyak dan bahan bakar global terus menyusut karena kilang berupaya menutup kekurangan produksi.

"Kesepakatan parsial saja kemungkinan sudah cukup untuk memulihkan aktivitas pelayaran secara bertahap di Selat Hormuz," ucap Analis Raymond James, Pavel Molchanov.

Tag:  #harga #minyak #anjlok #persen #usai #iran #dikabarkan #dekati #kesepakatan #damai

KOMENTAR