Mitra Pack (PTMP) Optimistis Industri Kemasan Tetap Tumbuh pada 2026
Emiten distributor mesin pengemasan dan suku cadang industri, PT Mitra Pack Tbk. (PTMP), mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang 2025 di tengah penguatan bisnis consumables dan ekspansi portofolio produk industri pengemasan.
Direktur Utama PTMP Ardi Kusuma mengatakan, perseroan membukukan penjualan neto sebesar Rp 207,66 miliar pada 2025, tumbuh 7,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 192,30 miliar.
“Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan kinerja segmen consumables dan suku cadang sebesar 12,54 persen,” ujar Ardi dalam Paparan Publik PTMP, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Mitra Pack (PTMP) Bidik Pertumbuhan Omzet 20 Persen, Ini Strateginya
Ilustrasi macam-macam kemasan berdasar struktur isinya.
Selain pertumbuhan penjualan, PTMP mencatat laba kotor sebesar Rp 62,26 miliar, meskipun membukukan rugi sebesar Rp 62,07 miliar.
Menurut Ardi, capaian tersebut mencerminkan upaya perseroan menjaga aktivitas usaha di tengah dinamika ekonomi dan persaingan industri yang terus berkembang.
Fokus perluasan pasar dan produk
Ke depan, PTMP akan memperluas jangkauan pasar melalui penguatan penjualan dan layanan purna jual di Semarang dan Surabaya. Perseroan juga melanjutkan inovasi produk yang sejalan dengan tren kemasan ramah lingkungan.
“Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha perseroan,” katanya.
Baca juga: PTMP Tebar Dividen Rp 4,2 Miliar, Perdana Sejak IPO
Dalam operasional bisnis, PTMP terus memperluas penetrasi pasar melalui penambahan produk baru pada lini product inspection, product identification, hingga specialty packaging.
Pada lini product inspection, perseroan menambah portofolio dengan menggandeng merek premium asal Jerman, Bizerba, serta sistem inspeksi dari China guna menyasar pelanggan yang lebih sensitif terhadap harga.
Ilustrasi kemasan kaleng.
Sementara itu, pada lini product identification, PTMP bekerja sama dengan principal Markem-Imaje untuk menyediakan solusi otomatisasi dan integrasi coding and marking dengan sistem manajemen produksi pelanggan.
Manajemen menyebut solusi tersebut telah diterapkan di sejumlah pelanggan seperti Chandra Asri Petrochemical dan Danone Indonesia melalui merek Nutricia.
Baca juga: Laba PTMP Naik 20 Persen, Dirut: Pembagian Dividen Segera Diumumkan
Adapun pada segmen specialty packaging, PTMP memperluas portofolio melalui kerja sama dengan ULMA Packaging, produsen mesin pengemasan asal Spanyol.
Perseroan menilai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi di industri pengemasan dan otomasi manufaktur yang terus berkembang.
Selain memperluas produk, PTMP juga mengedepankan layanan pra-penjualan dan purna jual melalui konsultasi, instalasi dan commissioning, layanan pemeliharaan berkala, hingga pelatihan produk dan seminar bagi pelanggan.
Target pertumbuhan 15 persen pada 2026
Sementara itu, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja sekitar 15 persen pada 2026 seiring strategi ekspansi pasar, penambahan portofolio produk alat medis sekali pakai, hingga penguatan jaringan penjual resmi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Investasi Rp 1,12 Triliun dari Pabrik Kemasan Masuk KEK Kendal, Serap 1.000 Tenaga Kerja
Ardi mengatakan, perseroan tetap optimistis menjaga stabilitas pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri melalui penguatan teknologi dan peningkatan efisiensi operasional.
“Perseroan tetap optimistis menjaga stabilitas kinerja melalui ekspansi pasar, penguatan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasional,” ungkap dia.
Dalam proyeksi bisnis tiga tahun ke depan, PTMP membidik penjualan neto sebesar Rp 238,81 miliar pada 2026. Nilai tersebut ditargetkan meningkat menjadi Rp 274,63 miliar pada 2027 dan Rp 302,1 miliar pada 2028.
Dari sisi profitabilitas, perseroan menargetkan laba kotor Rp 68,49 miliar pada 2026, meningkat menjadi Rp 75,34 miliar pada 2027 dan Rp 82,87 miliar pada 2028.
Baca juga: Tekan Biaya dan Limbah, Industri Makanan dan Minuman Didorong Beralih ke Kemasan Kertas
Sementara itu, laba bersih diproyeksikan mencapai Rp 14,33 miliar pada 2026, kemudian naik menjadi Rp 16,48 miliar pada 2027 dan Rp 18,13 miliar pada 2028.
Ilustrasi kemasan plastik.
Bidik sektor makanan dan farmasi
Ardi menjelaskan PTMP akan memperluas penetrasi pasar pada sektor makanan dan minuman, farmasi, serta produk konsumsi yang dinilai memiliki pertumbuhan permintaan stabil.
Selain itu, perseroan juga memperkuat solusi teknologi melalui pengembangan sistem coding and marking, labeling, hingga sistem inspeksi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan industri terhadap sistem pengemasan modern dan efisien.
Menurut Ardi, PTMP ingin memosisikan diri sebagai mitra strategis pelanggan dalam mendukung tren otomatisasi dan digitalisasi industri manufaktur.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik Dipicu Kemasan Plastik, Ini Penyebabnya
“Pertumbuhan industri kemasan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi perseroan di pasar,” katanya.
Di samping penguatan bisnis inti sebagai distributor mesin pengemasan dan suku cadang industri, PTMP juga mulai menambah portofolio produk alat medis sekali pakai sebagai bagian dari diversifikasi usaha.
Perseroan turut memperluas jaringan penjual resmi guna memperkuat penetrasi pasar domestik.
PTMP menilai prospek industri kemasan masih positif seiring pertumbuhan sektor manufaktur, ritel, dan e-commerce yang terus mendorong permintaan solusi pengemasan dan identifikasi produk di Indonesia.
Baca juga: Harga Plastik Mahal, Kemenperin Sarankan Industri Kemasan Beralih Gunakan Kertas hingga Kaca
Di sisi lain, PTMP juga berencana melaksanakan aksi korporasi pada 19 Juni 2026 sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha dan penguatan struktur permodalan.
Manajemen menyebut aksi korporasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja perseroan sekaligus memperkuat posisi bisnis dalam menghadapi dinamika industri dan peluang pertumbuhan ke depan.
Tag: #mitra #pack #ptmp #optimistis #industri #kemasan #tetap #tumbuh #pada #2026