Trump Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Harga Minyak Dunia Langsung Turun
- Harga minyak dunia melemah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata di tengah upaya melanjutkan jalur diplomasi.
Mengutip Bloomberg, Jumat (29/5/2026) pukul 08.19 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2026 di New York Mercantile Exchange ada di 88,45 dollar AS (sekitar Rp 1,57 juta) per barrel, turun 0,51 persen dari sehari sebelumnya yang ada di berkisar di angka 88,90 dollar AS (Rp 1,58 juta) per barrel.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun saat AS-Iran Tempuh Jalur Diplomasi Lagi
Minyak mentah Brent pada Kamis (28/5/2026) juga mengalami penurunan di angka 94 dollar AS (Rp 1,6 juta) per barrel setelah sebelumnya bertahan di 96 dollar AS (Rp 1,7 juta) per barrel.
Meski kesepakatan perdamaian belum tercapai, ada harapan Selat Hormuz segera terbuka untuk memperlancar ekspor minyak.
Presiden Donald Trump menegaskan jika Selat Hormuz harus selalu terbuka bagi pelayaran internasional.
Baca juga: Saling Serang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik ke 96 Dollar AS
"Selat itu harus terbuka untuk semua orang; itu perairan internasional," jelas Trump dikutip dari The Hill, Kamis (28/5/2026).
Ia memastikan tak akan ada yang mengendalikan Selat Hormuz secara sepihak. Ini merupakan bagian dari negosiasi dengan Iran.
Militer AS akan mengawasi dan bertindak bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Kita akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu bagian dari negosiasi yang kita lakukan," jelas Trump.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Serangan Baru AS ke Iran
Memorandum perdamaian
AS menekan dengan memorandum perdamaian yang berfokus pada pembukaan Selat Hormuz secara permanen dan pelucutan senjata nuklir Iran.
Iran menolak permintaan pelucutan pengayaan uranium karena programnya untuk tujuan damai.
Tapi, Teheran setuju untuk berjanji program nuklirnya dipastikan ke tujuan damai. Masalahnya, mereka curiga bahwa Trump yang mengingkari komitmen perdamaian karena militer AS masih menyerang kapal-kapal milik Iran.
"Satu-satunya kekhawatiran kami adalah ketidakpastian Trump dan kegagalannya untuk menghormati komitmen," jelas anggota komite keamanan nasional Iran Fadahossein Maleki dikutip dari Iran International, Kamis.
Meski perundingan damai berlangsung, Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Hassan Hassanzadeh menegaskan jajarannya tetap siaga tinggi bila ada kemungkinan meletusnya kembali konflik bersenjata.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 5 Persen Usai AS Buka Jalur Diplomasi dengan Iran
"Mekanisme tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan respons terhadap setiap tindakan musuh dalam waktu sesingkat mungkin," katanya.
Ia mengungkap serangan-serangan AS kepada Basij (pasukan sukarelawan IRGC) tak berefek besar pada kesiapan tempur mereka.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Bervariasi, Selasa (26/5) Perdamaian AS-Iran Dibayangi Ketidakpastian
Tag: #trump #pastikan #selat #hormuz #tetap #terbuka #harga #minyak #dunia #langsung #turun