Rupiah Lesu, Dollar Singapura Jadi Incaran di Money Changer Jakarta
Ilustrasi uang dollar Singapura, uang kertas pecahan 100 dollar Singapura.(MONETARY AUTHORITY OF SINGAPORE/JENSEN KOH)
06:46
31 Mei 2026

Rupiah Lesu, Dollar Singapura Jadi Incaran di Money Changer Jakarta

Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap berbagai mata uang asing, permintaan dollar Singapura (SGD) di sejumlah money changer di Jakarta turut mengalami peningkatan.

Mata uang Negeri Singa tersebut kini menjadi salah satu valuta asing (valas) yang banyak diminati masyarakat selain dollar Amerika Serikat (AS).

Staff PT Daffa Indo Valuta Aris mengatakan, tingginya minat terhadap dollar Singapura sepekan terakhir karena masyarakat mulai melirik mata uang tersebut sebagai alternatif penyimpanan nilai di tengah pelemahan rupiah.

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp 14.000 Per Dollar Singapura, Kekhawatiran Fiskal Jadi Sorotan

Staff PT Daffa Indo Valuta Aris saat ditemui Kompas.com di kantornya di daerah Kwitang, Jakarta, Jumat (29/5/2026).KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Staff PT Daffa Indo Valuta Aris saat ditemui Kompas.com di kantornya di daerah Kwitang, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Hal ini seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) berada di level Rp 17.880 per dollar AS.

Sementara itu pada hari perdagangan yang sama, rupiah sempat menyentuh Rp 14.000 per dollar Singapura.

Walaupun kini sudah kembali turun ke level Rp 13.992 per dollar Singapura.

Pada hari yang sama, money changer Daffa Indo Valuta telah menjual mata uang tersebut seharga Rp 14.000 per dollar Singapura.

Baca juga: Rupiah Makin Terjepit, Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

"Biasanya diincar itu dollar Singapura. Paling banyak diincar itu. Untuk investasinya lumayan juga," ujar Aris kepada Kompas.com saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat.

Di sisi lain, dia mengungkapkan, meningkatnya permintaan dollar Singapura juga sejalan dengan momentum liburan dan tingginya mobilitas masyarakat ke Singapura.

Selain dollar Singapura, mata uang lain yang mengalami peningkatan permintaan adalah riyal Arab Saudi karena meningkatnya kebutuhan untuk ibadah haji.

Kemudian juga baht Thailand dan ringgit Malaysia yang banyak diburu untuk kebutuhan wisata.

Baca juga: Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Masyarakat Menengah RI Kena Imbas

"Karena mungkin ini kemarin-kemarin lagi musim haji, uang riyal lagi laku. Terus ini musim liburan ya, kalau Indonesia itu musim liburannya pasti yang laku uang Thailand, uang Singapura sama uang Malaysia," ungkapnya.

Sejumlah petugas money changer Dolarindo Cabang Samanhudi, Jakarta, Jumat (29/5/2026).KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Sejumlah petugas money changer Dolarindo Cabang Samanhudi, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Senada, Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi Lucky mengatakan, permintaan dollar Singapura meningkat menjelang musim liburan sekolah.

Masyarakat juga mulai memburu sejumlah mata uang Asia lainnya untuk keperluan perjalanan ke luar negeri.

"Ada dollar Singapura, Vietnam, Malaysia, baht Thailand. Itu yang banyak dikunjungi oleh masyarakat terkait nanti menjelang liburan sekolah," ujar Lucky kepada Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Rupiah Juga Anjlok terhadap Dollar Singapura, Apa Dampaknya bagi RI?

Dia menjelaskan, dollar Singapura tidak hanya dibeli untuk kebutuhan perjalanan, tetapi juga disimpan oleh sebagian masyarakat sebagai aset atau investasi.

Salah satu faktor yang memengaruhi minat tersebut adalah pelemahan rupiah terhadap dollar Singapura.

Bahkan dia bilang, pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dollar Singapura, tetapi juga terhadap mata uang lain seperti yuan China, ringgit Malaysia, hingga yen Jepang.

"Semua menurut saya rupiah melemah, baik itu yuan China, ringgit Malaysia, dollar Singapura, euro, poundsterling, semua melemah. Yen Jepang pun sekarang juga tinggi," kata Lucky.

Baca juga: Dollar AS Nyaris Sentuh Rp 18.000, Masyarakat Mulai Cairkan USD di Money Changer

Namun karena uang kertas pecahan 1.000 dollar Singapura sudah tidak lagi diproduksi oleh otoritas moneter Singapura sejak 1 Januari 2021, kini masyarakat banyak menyimpan dollar Singapura dalam pecahan 100 dollar Singapura.

"Untuk Singapura kebanyakan sekarang juga pada mau simpan nih. Karena kan pecahan 1.000 dollar Singapura sendiri kan sudah mulai terbatas, jadi mereka sekarang menyimpannya pakai pecahan 100 dollar Singapura. Karena pecahan 1.000 dollar Singapura sendiri itu sudah mulai langka dan harganya sangat tinggi," jelasnya.

Pada Jumat kemarin kurs yang berlaku di Dolarindo Samanhudi, dollar Singapura dibeli pada kisaran Rp 13.950 per dollar Singapura dan dijual sekitar Rp 14.035 per dollar Singapura.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan Permata Institute for Economic Research (PIER), rupiah melemah sekitar 6 persen terhadap dollar Singapura secara year to date per 22 Mei 2026.

Baca juga: Rupiah Masih Melemah, Bank Patok Dollar AS hingga Rp 18.000

Pelemahan ini lebih dalam dari pelemahan rupiah terhadap dollar AS yang hanya sekitar 5 persen pada tanggal yang sama.

Tag:  #rupiah #lesu #dollar #singapura #jadi #incaran #money #changer #jakarta

KOMENTAR