BTN (BBTN) Andalkan ''Ecosystem Banking'' untuk Dongkrak Dana Murah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Nixon LP Napitupulu. (DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK)
12:52
2 Juni 2026

BTN (BBTN) Andalkan ''Ecosystem Banking'' untuk Dongkrak Dana Murah

– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mempercepat transformasi bisnis melalui penguatan ecosystem banking sebagai strategi untuk memperbesar penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA), meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Langkah tersebut dilakukan di tengah persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat dan perubahan lanskap industri yang menuntut bank tidak lagi hanya mengandalkan penghimpunan dana berbasis suku bunga tinggi.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, industri perbankan saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Kopi dan Ekonomi Kreatif, BTN Lihat Peluang Besar dari Budaya Ngopi

Ilustrasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK Ilustrasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, perbankan dituntut lebih adaptif dalam mengembangkan model bisnis.

Menurut dia, strategi penghimpunan dana yang selama ini bertumpu pada kompetisi suku bunga tidak lagi cukup untuk menopang pertumbuhan berkelanjutan.

"Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).

Dana murah tumbuh 8,2 persen

Strategi penguatan ecosystem banking tersebut mulai tercermin pada kinerja penghimpunan dana murah perseroan.

Baca juga: BTN (BBTN) Kucurkan Rp 1,5 Triliun ke Pindad untuk Produksi Maung MV3

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Dokumenasi BTN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

Per April 2026, BTN mencatat pertumbuhan CASA secara konsolidasi sebesar 8,20 persen secara tahunan. Nilainya meningkat dari Rp 199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp 216,02 triliun pada April 2026.

Peningkatan dana murah menjadi salah satu fokus utama perseroan karena dinilai mampu memperkuat struktur pendanaan bank di tengah persaingan memperebutkan likuiditas yang semakin intensif.

Untuk memperkuat CASA, BTN memanfaatkan ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan utama perseroan.

Ekosistem tersebut mencakup berbagai pelaku usaha yang terhubung dengan sektor properti, mulai dari pengembang atau developer, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga berbagai jaringan usaha turunan lainnya.

Baca juga: Ini Alasan SMBC Indonesia Alihkan Kredit Pensiunan ke BTN

Melalui pendekatan tersebut, BTN berupaya menangkap lebih banyak aktivitas transaksi yang terjadi di dalam ekosistem perumahan sehingga hubungan dengan nasabah tidak hanya terbatas pada pembiayaan rumah.

Perluas layanan di luar KPR

Sebagai bank yang selama ini dikenal fokus pada pembiayaan perumahan, BTN kini memperluas cakupan layanan ke berbagai aktivitas finansial lain yang berada dalam ekosistem tersebut.

Layanan yang dikembangkan antara lain pengelolaan payroll atau penggajian, Cash Management System (CMS) untuk kebutuhan pengelolaan kas korporasi, layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, hingga penyediaan solusi keuangan yang terintegrasi bagi komunitas yang berada dalam ekosistem perumahan.

Melalui strategi tersebut, perseroan tidak lagi membatasi diri hanya pada layanan kredit pemilikan rumah (KPR), tetapi juga berupaya memperbesar peluang pendapatan dari transaksi dan jasa layanan perbankan lainnya.

Baca juga: BTN (BBTN) Garap Segmen Payroll dan Pensiunan lewat Akuisisi Kredit SMBC Indonesia

Transformasi yang dijalankan BTN juga menyasar aspek operasional dan jaringan bisnis. Perseroan mendorong reposisi kantor cabang di berbagai daerah agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan produk perbankan.

Kantor cabang diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem

Dalam strategi baru tersebut, kantor cabang BTN diarahkan menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis atau business ecosystem hub.

Nixon menjelaskan, kantor cabang harus berperan lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan bisnis baru melalui pemetaan potensi wilayah, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber pertumbuhan yang sesuai dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah.

Menurut dia, fungsi jaringan kantor fisik perlu berubah dari sekadar sales outlet menjadi motor penggerak ekspansi bisnis berbasis ekosistem.

Baca juga: BTN (BBTN) Garap Segmen Payroll dan Pensiunan lewat Akuisisi Kredit SMBC Indonesia

Langkah tersebut merupakan bagian dari blueprint strategi jangka panjang BTN yang bertujuan memperkokoh struktur pendanaan, meningkatkan keterikatan nasabah atau customer engagement, serta memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi.

"BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi," kata Nixon.

Sasar sektor pendidikan hingga kesehatan

Selain memperkuat ekosistem perumahan, BTN juga menyiapkan ekspansi ecosystem banking ke sejumlah sektor lain yang dinilai memiliki arus kas tinggi dan keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Beberapa sektor yang menjadi target pengembangan antara lain pendidikan, kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal.

Baca juga: BTN Akuisisi Kredit SMBC Indonesia buat Perluas Layanan Nasabah Pensiunan

Di sektor pendidikan, pengembangan ekosistem mencakup sekolah dan universitas. Sementara di sektor kesehatan, perseroan membidik rumah sakit dan klinik sebagai bagian dari perluasan jaringan transaksi dan layanan keuangan.

BTN juga tengah memacu formulasi pengembangan layanan bagi pelaku UMKM serta komunitas usaha lokal yang memiliki aktivitas transaksi rutin.

Melalui perluasan tersebut, perseroan berharap dapat membangun basis bisnis yang lebih beragam melalui peningkatan volume transaksi, penguatan dana murah, serta pengembangan layanan keuangan yang terintegrasi di berbagai sektor ekonomi.

Transformasi ecosystem banking tersebut menjadi salah satu strategi utama BTN dalam memperluas sumber pertumbuhan bisnis, tidak hanya dari penyaluran kredit, tetapi juga dari aktivitas transaksi dan layanan keuangan yang terhubung dengan berbagai ekosistem usaha dan komunitas masyarakat.

Tag:  #bbtn #andalkan #ecosystem #banking #untuk #dongkrak #dana #murah

KOMENTAR