Wamentan: Ada Komitmen Investasi Puluhan Ribu Ekor Sapi
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat mempertahankan disertasinya di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Bogor, Senin (18/12/2025)(DOK. Humas Kementan)
10:36
7 Juni 2026

Wamentan: Ada Komitmen Investasi Puluhan Ribu Ekor Sapi

- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono alias Mas Dar, menyebut saat ini pemerintah sudah mendapatkan komitmen investasi di sektor peternakan sapi.

Mas Dar mengatakan, sejumlah investor sudah mendatangkan ribuan hingga puluhan ribu ekor sapi dari berbagai negara ke tanah air.

Informasi itu Mas Dar sampaikan saat menghadiri peringatan Hari Susu Nasional di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/6/2026).

"Sudah beberapa ada komitmen, ada yang 10 ribu ekor, ada yang 5 ribu ekor,” kata Mas Dar sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.

Baca juga: RI Impor Hampir 15.000 Sapi Bunting, Kementan: Terbesar Sepanjang Sejarah

Mas Dar mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan daging dan susu sapi, Indonesia masih mengimpor dari luar negeri.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pemenuhan kebutuhan daging dan susu sapi nasional adalah jumlah sapi indukan yang masih terbatas, terutama sapi perah.

Sebenarnya. di Indonesia teknologi reproduksi sapi sudah tersedia dan bibit yang ada bahkan sudah cukup memadai.

Namun, jumlah sapi hidup yang diternak masih terbilang sedikit dan perlu ditingkatkan secara signifikan.

"Kita ini kurang sapi induknya. Kalau sperma kemudian bank spermanya kita sudah punya banyak. Baik daging maupun susu, yang kurang itu adalah sapi hidupnya. Memang mesti kita datangkan," ujar Mas Dar.

Lebih lanjut, Mas Dar menyebut mengembangkan sapi perah harus dilakukan di daerah dengan ilim yang cocok.

Sapi perah cenderung lebih sesuai dengan dataran tinggi dan suhu sejuk seperti Lembang di Jawa Barat; Boyolali, Baturaden, dan Blitar di Jawa Tengah; serta Pasuruan di Jawa Timur.

Di luar itu, pemerintah juga sedang berupaya mengembangkan sapi perah tropis dari Brasil.

Sapi itu dipilih karena negara asalnya memiliki iklim yang mirip dengan Indonesia.

"Kita lagi uji coba juga, katanya ada sapi perah tropis dari Brasil. Kita juga lagi jajaki itu semua. Intinya adalah bagaimana sapinya tambah banyak, susunya diproduksi tambah banyak, dan diminum lebih banyak," ucap Mas Dar.

Sebagai informasi, Indonesia membutuhkan populasi 2 juta ekor sapi perah untuk agar tidak lagi mengimpor susu.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan Makmun, menyebut, saat ini populasi sapi perah dalam negeri baru 540.657 ekor.

Di sisi lain, produktivitas sapi perah di Indonesia juga jauh lebih kecil dibandingkan negara asalnya.

Di Indonesia, setiap satu ekor sapi perah rata-rata menghasilkan 12,5 liter susu per hari. Padahal, di negara asal sapi itu bisa menghasilkan 30 liter susu per hari.

“Nah ini target kalau mau swasembada lebih kurang kita butuh sapi itu sekitar populasi 2 juta, dari sekarang 540.000 berarti masih sekitar 1 juta lebih Bu yang kita perlukan,” kata Makmun dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara di Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Tag:  #wamentan #komitmen #investasi #puluhan #ribu #ekor #sapi

KOMENTAR