Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. membukukan laba bersih sebesar 43,90 juta dolar AS atau tumbuh 40 persen pada kuatal I-2026. Sementara itu, pendapatan perseroan juga meningkat 14,8 persen menjadi 116,56 juta dolar AS.
Kinerja positif PGEO tersebut didorong oleh pertumbuhan produksi yang terus meningkat. Pada 2025, perseroan mencatat produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high sebesar 5.095 gigawatt hour (GWh), naik 5,55 persen dibandingkan 4.827 GWh pada 2024.
Tren pertumbuhan itu berlanjut pada kuartal I 2026, ketika produksi listrik meningkat 15,22 persen menjadi 1.370 GWh.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan capaian kinerja yang terus membaik semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek bisnis dan proyek-proyek pengembangan panas bumi yang dimiliki perseroan.
"Selain membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung percepatan realisasi proyek, pencapaian ini juga meningkatkan visibilitas dan daya tarik proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global. Kami optimistis penguatan fundamental bisnis, didukung portofolio proyek yang semakin matang, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional," ujar Ahmad di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Areal kerja Pertamina Geothermal Energy Lumut Balai.Adapun tiga proyek yang masuk dalam Green Book 2026 meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 berkapasitas 50 MW.
Masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam daftar prioritas pendanaan internasional dinilai akan memperkuat struktur pembiayaan perusahaan sekaligus meningkatkan keekonomian proyek dalam jangka panjang.
"Selain membantu menjaga struktur pendanaan yang sehat dan mempertahankan cost of debt yang kompetitif, masuknya ketiga proyek ini juga berpotensi meningkatkan keekonomian proyek sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Perseroan dan para pemangku kepentingan," kata Ahmad.
Berdasarkan dokumen Green Book 2026, total pinjaman yang disiapkan mencapai 477,87 juta dolar AS. Rinciannya terdiri dari US$158,86 juta dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk PLTP Lumut Balai Unit 3, 148,97 juta dolar AS dari JICA untuk PLTP Lumut Balai Unit 4, serta 70,04 juta dolar AS dari World Bank untuk PLTP Lahendong Unit 7-8.
Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE dalam mengembangkan potensi panas bumi hingga mencapai kapasitas 3 gigawatt (GW).
Setelah beroperasi, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menambah pasokan listrik rendah emisi sekaligus memperkuat kontribusi panas bumi dalam bauran energi nasional.
Ahmad menegaskan bahwa pengembangan panas bumi tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan energi bersih, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
"Kami meyakini bahwa setiap pengembangan panas bumi tidak hanya menghasilkan energi rendah karbon, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi lokal, dan penguatan ekosistem industri dalam negeri," pungkas Ahmad.
Tag: #emiten #pgeo #bukukan #laba #bersih #tumbuh #pada #kuartal #2026