Laba Pertamina Drilling 2025 Tertinggi dalam 10 Tahun, Apa Pendorongnya?
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita memaparkan kinerja perusahaan dalam RUPS di Jakarta, Jumat (5/6/2026).(DOK. PERTAMINA DRILLING)
17:12
7 Juni 2026

Laba Pertamina Drilling 2025 Tertinggi dalam 10 Tahun, Apa Pendorongnya?

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) membukukan laba bersih tertinggi dalam satu dekade terakhir pada 2025. Di tengah dinamika industri jasa pengeboran migas, perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas sekaligus menjaga kinerja operasional dan tata kelola perusahaan.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Jumat (5/6/2026), Pertamina Drilling mencatat laba bersih sebesar 29,61 juta dollar AS atau sekitar Rp 480,4 miliar, naik sekitar 24 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 23,89 juta dollar AS atau sekitar Rp 387,5 miliar.

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja bisnis di tengah kebutuhan industri energi yang terus berkembang.

"Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat layanan terintegrasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan industri energi nasional," ujar Avep, melalui keterangannya, dikutip Minggu (7/6/2026).

Baca juga: Pertamina Drilling-Halliburton Perkuat Kerja Sama Jasa, Bidik Peluang Proyek Migas di Timur Tengah

Selain laba bersih, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA menjadi 101,20 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,64 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 84,02 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,36 triliun.

Kinerja keuangan tersebut turut diperkuat oleh pengakuan dari lembaga pemeringkat. PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang Pertamina Drilling pada level A+(idn) dengan Outlook Stabil.

Peringkat tersebut mencerminkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang rendah dibandingkan entitas lain dalam skala nasional Indonesia serta menunjukkan fundamental bisnis dan keuangan perusahaan yang tetap kuat.

Sepanjang 2025, Pertamina Drilling juga mencatat efisiensi operasional senilai 12,8 juta dollar AS atau sekitar Rp 207,6 miliar melalui implementasi 21 program inisiatif strategis. Atas capaian tersebut, perusahaan menerima penghargaan OPTIMUS Awards 2025 dari Subholding Upstream PT Pertamina.

Baca juga: Pertamina Drilling Perluas Pasar Internasional lewat Proyek H2S Petronas

Kinerja Operasional Tumbuh Positif

Dari sisi operasional, Pertamina Drilling menyelesaikan pengeboran dan pekerjaan pada 433 sumur sepanjang 2025. Selain itu, perusahaan melaksanakan 61 pekerjaan offshore workover, meningkat dibandingkan 55 pekerjaan pada tahun sebelumnya.

Kinerja armada pengeboran juga menunjukkan peningkatan. Rig Availability tercatat sebesar 96,44 persen, Rig Productivity mencapai 70,15 persen, Rig Utilization sebesar 77,22 persen, dan Rig Non-Productive Time (NPT) berada di level 1,29 persen.

Sementara itu, produktivitas meningkat menjadi 47,92 persen dari 40,08 persen pada 2024. Utilisasi juga naik menjadi 48,12 persen dari 42,53 persen.

Pertumbuhan lebih tinggi terlihat pada layanan Integrated Project Management (IPM) Services. Availability meningkat menjadi 74,18 persen dari 33,37 persen, utilisasi naik menjadi 60,35 persen dari 22,27 persen, dan produktivitas melonjak menjadi 60,35 persen dari 19,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan terintegrasi yang dikembangkan Pertamina Drilling untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi migas nasional.

Baca juga: Pertamina Drilling Bangun Sumur Air Bersih, Dimanfaatkan 58 Kepala Keluarga di Minas Jaya Siak

Tata Kelola dan Pengembangan SDM

Pada aspek tata kelola, Pertamina Drilling kembali mencatat peningkatan nilai Assessment Good Corporate Governance (GCG) menjadi 88,72 pada 2025, dari 86,86 pada 2024, dengan predikat "Sangat Baik".

Perusahaan juga mempertahankan tingkat kepatuhan melalui sistem Compliance Online yang mencapai 100 persen, sesuai target dan sama dengan capaian tahun sebelumnya.

Di bidang keselamatan kerja, Pertamina Drilling mencatat Number of Major Accident (NoA) Zero sepanjang 2025. Perusahaan juga membukukan lebih dari 20,9 juta jam kerja selamat di berbagai wilayah operasi.

Sejalan dengan itu, tren budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) disebut terus meningkat melalui program Salam Lima Jari.

Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan menyelenggarakan berbagai program pelatihan yang diikuti 2.379 peserta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pekerja untuk menghadapi tantangan industri energi yang terus berkembang.

Tidak hanya berfokus pada bisnis, Pertamina Drilling juga memperluas kontribusi sosial melalui program Corporate Impact and Development (CID). Jumlah program meningkat dari 9 program pada 2024 menjadi 10 program pada 2025.

Program tersebut mencakup pengembangan vokasi tenaga kerja di Riau, bantuan sanitasi sekolah di Indramayu, pembinaan UMKM peternakan di Bojonegoro, penyediaan sistem pengolahan air bersih di Sorong, program budidaya ikan air tawar, bantuan bencana alam di Sumatera, hingga pembangunan drainase di Prabumulih.

Tag:  #laba #pertamina #drilling #2025 #tertinggi #dalam #tahun #pendorongnya

KOMENTAR