Perlukah Orang Dewasa Mengulang Vaksin Campak? Ini Penjelasan Ahli
- Meninggalnya seorang dokter muda akibat campak kembali memicu perhatian terhadap pentingnya perlindungan yang lebih efektif pada penyakit menular. .
Seorang dokter berinisial AMW (26) dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi campak saat menjalani masa internship di RSUD Cimacan, Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis (26/3/2026).
Sebelum meninggal, ia mengalami gejala seperti demam, ruam merah pada kulit, serta sesak napas berat.
Kasus ini memunculkan pertanyaan di masyarakat, apakah orang dewasa perlu mengulang vaksinasi campak untuk melindungi diri dari risiko infeksi?
Baca juga: Kemenkes Terbitkan SE Kewaspadaan Campak Buntut Dokter Meninggal karena Campak
Perlukah orang dewasa mengulangi vaksin campak?
Vaksin campak tidak perlu rutin diulang
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH menjelaskan, vaksin campak pada dasarnya tidak memerlukan pengulangan secara rutin seperti vaksin lainnya.
“Vaksin campak ini tidak rutin seperti vaksin flu. Dua dosis vaksin MMR, proteksi jangka panjangnya itu cenderung sampai seumur hidup,” jelas dr. Dicky saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).
Individu yang telah menerima dua dosis vaksin MMR secara lengkap umumnya sudah memiliki perlindungan jangka panjang terhadap campak.
Meskipun sudah didapatkan ketika masih kecil, imunitas dari vaksin tidak mengalami penurunan yang signifikan seiring bertambahnya usia.
Baca juga: Kasus Dokter Cianjur, Mengapa Campak Bisa Berujung Kematian?
Booster dipertimbangkan dalam kondisi tertentu
Meski demikian, vaksinasi ulang atau booster tetap dapat dipertimbangkan dalam situasi tertentu, terutama jika status imunisasi tidak jelas.
“Booster hanya dipertimbangkan kalau tidak ada bukti imunisasi lengkap. Misalnya, dulu lupa pernah atau tidak, atau hanya menerima satu dosis sebelumnya,” imbaunya.
Selain itu, terdapat kelompok dengan risiko lebih tinggi yang disarankan untuk mempertimbangkan vaksinasi ulang.
“Kelompok risiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, pelancong internasional, atau sedang terjadi wabah KLB. Kalau ragu, tidak masalah untuk booster, karena lebih banyak manfaatnya,” tambah dr. Dicky.
Keputusan untuk melakukan booster perlu disesuaikan dengan kondisi individu dan tingkat risiko paparan terhadap virus.
Baca juga: Kasus Dokter Meninggal karena Campak, Haruskah Orang Dewasa Vaksin?
Berbeda dengan vaksin flu
Epidemiolog dari Universitas Griffith, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH.
Lebih lanjut, dr. Dicky menegaskan, vaksin campak memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan vaksin flu yang perlu diperbarui secara berkala.
“Berbeda dengan vaksin flu, yang virus influenzanya berubah setiap tahun yang disebut dengan antigenic drift,” jelasnya.
Virus campak, menurutnya, memiliki sifat yang lebih stabil sehingga tidak membutuhkan vaksinasi tahunan.
“Virus campak itu relatif stabil secara antigenik, jadi tidak perlu vaksin tahunan. Campak adalah contoh klasik vaccine-preventable disease yang gagal dikendalikan karena kesenjangan imunisasi,” lanjutnya.
Hal ini menegaskan bahwa perlindungan terhadap campak lebih bergantung pada cakupan imunisasi yang merata dibandingkan frekuensi vaksinasi ulang.
Baca juga: Campak Kembali Merebak, Batuk, Pilek, Ruam Bisa Jadi Gejala Awal
Tantangan literasi kesehatan dan hoaks
Di sisi lain, masih rendahnya literasi kesehatan di masyarakat menjadi tantangan dalam upaya pengendalian campak.
“Kondisi ini juga karena masyarakat kita yang minim literasi kesehatan. Ditambah juga media sosial yang beberapa influencer ataupun banyak orang yang menganut teori konspirasi hoaks yang akhirnya mempengaruhi tingkat vaksinasi,” ungkap dr. Dicky.
Informasi yang tidak akurat dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam menerima vaksin, sehingga berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi.
Padahal, vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti campak.
Dengan memahami pentingnya imunisasi dan memastikan status vaksinasi lengkap, masyarakat dapat berperan dalam menekan risiko wabah dan melindungi kelompok rentan.
Baca juga: Campak Bisa Menular ke 18 Orang, Dosen IPB Ingatkan Pentingnya Herd Immunity
Tag: #perlukah #orang #dewasa #mengulang #vaksin #campak #penjelasan #ahli