Kasus Campak Naik Saat Imunisasi Menurun, Ini Dampaknya Menurut Dokter
Ilustrasi imunisasi. Penurunan cakupan imunisasi membuat kasus campak kembali meningkat dan membuka risiko wabah yang lebih luas di masyarakat.(AFP PHOTO/CHAIDEER MAHYUDDIN)
20:24
1 April 2026

Kasus Campak Naik Saat Imunisasi Menurun, Ini Dampaknya Menurut Dokter

Penurunan cakupan imunisasi menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus campak di berbagai negara, termasuk Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini memicu kekhawatiran karena campak merupakan penyakit yang sangat menular dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Data tersebut disampaikan dalam webinar “Kupas Tuntas Campak: Dari Imunisasi sampai Komplikasi” oleh Dewan Guru Besar FKUI, yang diikuti Kompas.com secara daring pada Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Kasus Campak di Indonesia Turun 93 Persen, Ini Data Terbaru Kemenkes

Cakupan imunisasi tidak merata jadi pemicu

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan dr. Indri Yogyaswari menjelaskan bahwa cakupan imunisasi campak masih belum merata di berbagai daerah.

Ia menyebutkan bahwa cakupan imunisasi seharusnya mencapai minimal 95 persen untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Namun, penurunan cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir membuat perlindungan masyarakat terhadap virus campak menjadi melemah.

Kondisi ini membuka peluang bagi virus untuk menyebar lebih cepat di tengah masyarakat.

Baca juga: Kasus Campak Turun 93 Persen, Kemenkes Ingatkan Risiko Lonjakan

Kasus campak meningkat di banyak negara

Ilustrasi imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV). Penurunan cakupan imunisasi membuat kasus campak kembali meningkat dan membuka risiko wabah yang lebih luas di masyarakat.Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Ilustrasi imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV). Penurunan cakupan imunisasi membuat kasus campak kembali meningkat dan membuka risiko wabah yang lebih luas di masyarakat.

Peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI Prof. Hartono Gunardi menyebutkan bahwa sejumlah negara maju bahkan mengalami lonjakan kasus yang signifikan.

Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat mencatat lebih dari 2.000 kasus pada 2025, menjadi angka tertinggi dalam tiga dekade terakhir.

Lonjakan juga terjadi di puluhan negara Eropa yang sebelumnya telah berhasil mengendalikan penyakit ini.

Baca juga: Kemenkes Terbitkan Aturan Baru Cegah Campak, RS Wajib Terapkan Ini

Campak dikenal sebagai penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi.

Spesialis anak sekaligus Ketua Komnas KIPI Prof. Hinky Hindra Irawan Satari menjelaskan bahwa satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit pernapasan lain seperti Covid-19.

Dengan daya tular yang tinggi, campak dapat dengan cepat memicu kejadian luar biasa (KLB) jika cakupan imunisasi rendah.

Berisiko picu komplikasi serius

Selain mudah menular, campak juga dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Komplikasi yang sering terjadi antara lain pneumonia, radang otak, hingga gangguan sistem saraf jangka panjang.

Pada kasus tertentu, penyakit ini bahkan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh lemah.

Para ahli mengingatkan bahwa campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan.

Baca juga: Gejala Campak Sering Disangka Flu Biasa, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

Vaksinasi jadi langkah pencegahan utama

Para ahli menekankan bahwa vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah campak.

Imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membentuk kekebalan kelompok di masyarakat.

Ketika cakupan imunisasi tinggi, penyebaran virus dapat ditekan secara signifikan.

Sebaliknya, penurunan cakupan imunisasi akan membuat risiko wabah semakin besar.

Masyarakat diimbau untuk melengkapi imunisasi dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, batuk, dan ruam.

Langkah ini penting untuk mencegah penularan lebih luas dan menekan peningkatan kasus campak.

Baca juga: Dokter Magang di Cianjur Meninggal karena Campak, Ini Kronologi Lengkapnya

Tag:  #kasus #campak #naik #saat #imunisasi #menurun #dampaknya #menurut #dokter

KOMENTAR