Kapan Harus ke Dokter Saat Sakit Tenggorokan? Ini Tandanya
- Sakit tenggorokan sering dianggap sebagai keluhan ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya.
Banyak orang memilih menunggu atau hanya mengandalkan obat pereda nyeri tanpa mencari tahu penyebabnya.
Padahal, dalam beberapa kondisi, sakit tenggorokan bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis.
Baca juga: 7 Obat Alami Sakit Tenggorokan yang Bisa Dicoba di Rumah
Lantas, kapan sebenarnya seseorang perlu memeriksakan diri ke dokter? Berikut tanda-tandanya.
Kapan harus periksa ke dokter saat sakit tenggorokan?
Dokter spesialis THT Lyndsay Leigh Madden, DO, menjelaskan, tidak semua sakit tenggorokan bisa diabaikan.
Salah satu indikator utama bahwa sakit tenggorokan membutuhkan perhatian medis adalah durasinya. Jika keluhan tidak membaik setelah lebih dari tujuh hari, ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang lebih serius atau kondisi kronis.
“Jika sakit tenggorokan parah atau berlangsung lebih dari satu minggu dan disertai kesulitan menelan, bernapas, atau membuka mulut, kamu harus menemui tenaga medis,” ujarnya, dikutip dari Everyday Health, Kamis (9/4/2026)
Menurut Madden, kondisi yang berlangsung hingga 12 minggu atau lebih bahkan perlu evaluasi lebih lanjut.
“Kami ingin memastikan tidak ada pertumbuhan kanker. Meski jarang, ini bisa menjadi penyebab serius dari nyeri tenggorokan,” jelasnya.
Sakit tenggorokan yang berlangsung lama juga bisa berkaitan dengan gangguan seperti refluks asam lambung (GERD) atau alergi kronis yang memerlukan diagnosis dan penanganan khusus.
Disertai gejala berat seperti sulit menelan atau bernapas
Jika sakit tenggorokan disertai kesulitan menelan, bernapas, atau bahkan membuka mulut, kondisi ini tidak boleh ditunda untuk diperiksa.
Baca juga: Kenali Sakit Tenggorokan yang Jadi Gejala Radang Amandel
Gejala tersebut bisa menandakan adanya pembengkakan atau infeksi serius di area tenggorokan.
Madden menekankan, gejala-gejala ini termasuk dalam kategori darurat. Dalam beberapa kasus, infeksi bakteri seperti radang tenggorokan akibat streptokokus bisa berkembang cepat dan membutuhkan antibiotik untuk mencegah komplikasi.
Selain itu, munculnya nyeri hebat saat menelan juga bisa mengindikasikan adanya abses atau infeksi yang lebih dalam.
Muncul benjolan di leher atau suara serak berkepanjangan
Perubahan lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya benjolan di leher, nyeri pada rahang, atau suara serak yang tidak kunjung membaik.
Gejala ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada saluran pernapasan atas.
Madden menyarankan agar kondisi tersebut segera diperiksakan, jika berlangsung lebih dari satu minggu.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut berkaitan dengan infeksi, gangguan pita suara, atau kondisi lain yang lebih serius.
Sakit tenggorokan disertai penyakit tertentu
Dalam beberapa kasus, sakit tenggorokan bisa menjadi gejala dari penyakit lain seperti infeksi virus, bakteri, atau bahkan gangguan lambung.
Dokter THT Ghassan Samara, MD menjelaskan, langkah pertama dalam pengobatan adalah mengetahui penyebabnya.
“Saat kamu mengalami sakit tenggorokan, sebaiknya lakukan tes COVID-19 sesegera mungkin. Jika hasilnya positif, kamu bisa berdiskusi dengan dokter mengenai kemungkinan penggunaan terapi antivirus,” imbaunya.
Ia menambahkan, infeksi bakteri seperti radang tenggorokan memerlukan antibiotik.
“Ketika kami memeriksa tenggorokan, ada tanda-tanda yang bisa mengarah pada infeksi bakteri, seperti bercak putih pada amandel,” kata Samara.
Selain itu, kondisi seperti GERD juga bisa menyebabkan iritasi kronis pada tenggorokan.
Dalam kasus ini, pengobatan tidak hanya melibatkan obat, tetapi juga perubahan gaya hidup untuk mengurangi naiknya asam lambung.
Baca juga: Sakit Tenggorokan Tidak Boleh Makan Apa? Berikut 8 Daftarnya
Jangan abaikan tanda tubuh
Meskipun sebagian besar sakit tenggorokan tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, penting untuk tetap waspada terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh.
Gejala yang berlangsung lama, semakin parah, atau disertai tanda lain sebaiknya tidak diabaikan.
Dengan mengenali kapan harus ke dokter, kamu bisa mencegah komplikasi dan mendapatkan penanganan yang tepat lebih cepat.
Jika ragu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan kondisi kamu.
Tag: #kapan #harus #dokter #saat #sakit #tenggorokan #tandanya