Mengapa Neuropati Perifer pada Penderita Diabetes Tak Boleh Diabaikan? Ini Dampaknya
Ilustrasi lansia menderita nyeri lutut. Neuropati perifer pada penderita diabetes sering muncul tanpa disadari, tetapi dapat mengganggu aktivitas, meningkatkan risiko jatuh, hingga menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani sejak awal.(SHUTTERSTOCK/Kmpzzz)
18:06
16 April 2026

Mengapa Neuropati Perifer pada Penderita Diabetes Tak Boleh Diabaikan? Ini Dampaknya

Neuropati perifer menjadi salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien diabetes, tetapi kerap tidak disadari sejak awal.

Kondisi ini berkembang perlahan dan sering dianggap sebagai keluhan ringan, seperti kesemutan atau kebas yang tidak perlu dikhawatirkan.

Hal tersebut dibahas dalam webinar P&G Health Asia Pacific Virtual Media Roundtable yang diikuti Kompas.com secara daring pada Kamis (16/4/2026).

Para ahli menegaskan bahwa neuropati perifer pada pasien diabetes perlu mendapat perhatian karena dampaknya bisa memengaruhi kualitas hidup secara signifikan.

Baca juga: Kenali Gejala Neuropati Perifer, dari Kebas hingga Nyeri Seperti Tertusuk

Neuropati perifer sering menjadi komplikasi yang terlupakan

Pasien diabetes umumnya lebih fokus pada komplikasi lain seperti jantung atau ginjal, sehingga gangguan saraf sering terabaikan.

Padahal, neuropati perifer dapat muncul lebih awal dan berkembang tanpa gejala yang langsung terasa berat.

“Neuropati perifer sering menjadi komplikasi yang terlupakan, padahal dampaknya bisa sangat besar bagi pasien,” ujar Dr. Navin Kumar Nogen Adam, pakar farmasi dari Malaysia.

Kondisi ini membuat banyak pasien baru menyadari masalah ketika gejala sudah semakin mengganggu.

Baca juga: Bukan Cuma Penderita Diabetes, Ini Orang yang Rentan Alami Gangguan Saraf

Dampak pada aktivitas harian dan kualitas hidup

Ilustrasi lansia. Neuropati perifer pada penderita diabetes sering muncul tanpa disadari, tetapi dapat mengganggu aktivitas, meningkatkan risiko jatuh, hingga menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani sejak awal.freepik.com Ilustrasi lansia. Neuropati perifer pada penderita diabetes sering muncul tanpa disadari, tetapi dapat mengganggu aktivitas, meningkatkan risiko jatuh, hingga menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani sejak awal.

Neuropati perifer dapat menyebabkan sensasi kesemutan, kebas, nyeri, hingga rasa terbakar pada kaki dan tangan.

Gejala ini dapat mengganggu aktivitas sederhana seperti berjalan, berdiri, atau beristirahat dengan nyaman.

Dalam beberapa kasus, pasien juga mengalami gangguan tidur karena rasa tidak nyaman yang muncul di malam hari.

Kondisi ini dapat membuat pasien merasa lelah, sulit beraktivitas, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca juga: Kesemutan dan Kebas Jangan Dianggap Sepele, Ini Tanda Awal Neuropati Perifer

Risiko jatuh dan komplikasi yang lebih serius

Gangguan saraf dapat menyebabkan penurunan sensasi pada kaki, sehingga pasien kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Hal ini meningkatkan risiko tersandung atau jatuh, terutama pada pasien usia lanjut.

Selain itu, neuropati perifer juga dapat memperbesar risiko luka pada kaki yang sulit sembuh. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Dampak emosional dan hilangnya kemandirian

Selain dampak fisik, neuropati perifer juga dapat memengaruhi kondisi emosional pasien.

Rasa nyeri yang terus-menerus dan keterbatasan aktivitas dapat menimbulkan stres dan menurunkan rasa percaya diri.

Dalam jangka panjang, pasien dapat kehilangan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini juga berdampak pada keluarga yang harus memberikan dukungan lebih intensif.

Baca juga: Studi: Vitamin D Redakan Neuropati Perifer Akibat Kemoterapi

Deteksi dini dan pengelolaan diabetes menjadi kunci

Para ahli menegaskan bahwa pengelolaan diabetes yang baik tetap menjadi langkah utama untuk mencegah neuropati perifer.

Selain itu, mengenali gejala sejak awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.

“Jika kadar gula darah tidak terkontrol, kerusakan saraf akan terus berlanjut dan memperburuk kondisi pasien,” kata Dr. Navin.

Langkah sederhana seperti memantau kondisi tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mengurangi risiko komplikasi.

Kesadaran terhadap gejala awal menjadi kunci agar neuropati perifer pada pasien diabetes tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Baca juga: Ahli Saraf IPB: Neuropati Bisa Menyerang Anak Muda dan Sebabkan Amputasi

Tag:  #mengapa #neuropati #perifer #pada #penderita #diabetes #boleh #diabaikan #dampaknya

KOMENTAR