Belajar dari Kasus Song Min-ho, Ini Gejala Bipolar Disorder yang Kerap Tidak Disadari
Kasus Song Min-ho kembali menjadi sorotan setelah jaksa menuntut penyanyi WINNER itu dengan hukuman 18 bulan penjara terkait dugaan kelalaian menjalankan tugas pelayanan sosial.
Mengutip Antara (22/4/2026), dalam persidangan di Pengadilan Distrik Seoul Barat, Min-ho mengakui seluruh tuduhan dan menyampaikan bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar serta kepanikan.
“Sebagai seseorang yang dicintai banyak orang, saya merasa menyesal telah menunjukkan sisi memalukan dari diri saya alih-alih memberi contoh,” ujar Min-ho dalam persidangan.
Pengakuan ini sekaligus membuka perhatian publik pada bipolar disorder, kondisi kesehatan mental yang sering kali tidak disadari sejak awal.
Banyak penderita bipolar tidak terdiagnosis karena gejalanya kerap dianggap sebagai perubahan suasana hati biasa. Situasi ini membuat pemahaman tentang tanda awal menjadi penting, terutama agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Baca juga: Song Min-ho Akui Idap Bipolar Disorder, Ini Gejala yang Sering Disalahpahami
Gejala awal yang sering tidak disadari
Gejala bipolar disorder biasanya muncul dalam dua fase utama, yaitu fase mania dan fase depresi. Berikut tanda yang sering muncul pada fase mania:
- Merasa sangat berenergi atau terlalu bersemangat
- Percaya diri berlebihan
- Berbicara sangat cepat dan sulit fokus
- Kebutuhan tidur menurun drastis
- Cenderung mengambil keputusan impulsif
Melansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (8/9/2025), gejala ini sering muncul bersamaan dan dapat memengaruhi perilaku sehari-hari. Sebaliknya, fase depresi ditandai dengan beberapa kondisi berikut:
- Perasaan sedih berkepanjangan
- Kehilangan minat pada aktivitas
- Kelelahan ekstrem
- Gangguan tidur
- Perubahan nafsu makan
- Kesulitan berkonsentrasi
Mengutip Mayo Clinic (14/8/2024), gejala pada fase ini dapat berlangsung hampir setiap hari dalam periode tertentu.
Perubahan suasana hati yang ekstrem inilah yang sering kali disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau stres.
Baca juga: Gangguan Bipolar dan Skizofrenia: Pentingkah Minum Obat?
Tanda-tanda yang kerap dianggap sepele
Beberapa gejala bipolar disorder sering muncul dalam bentuk ringan sehingga tidak langsung dikenali sebagai gangguan mental. Contoh tanda yang sering diabaikan antara lain:
- Perubahan emosi yang sangat cepat
- Merasa sangat bersemangat lalu tiba-tiba kehilangan energi
- Perilaku impulsif tanpa pertimbangan
- Mudah cemas atau gelisah
- Sulit mengambil keputusan
WHO mencatat bahwa banyak penderita baru mencari bantuan setelah gejala menjadi lebih berat dan mengganggu aktivitas.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran menjadi salah satu hambatan utama dalam penanganan bipolar disorder.
Baca juga: Perbedaan Gangguan Bipolar dan Skizofrenia pada Anak, Ini Kata Pakar
Dampak jika tidak ditangani sejak dini
Ilustrasi penyebab bipolar. Kasus Song Min-ho membuka fakta bahwa gejala bipolar disorder sering kali muncul secara halus dan kerap tidak disadari sejak awal.
Gangguan bipolar dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan sosial hingga pekerjaan. Dampak yang mungkin terjadi meliputi:
- Gangguan hubungan dengan keluarga atau teman
- Kesulitan menjalani pekerjaan atau aktivitas harian
- Penurunan kualitas hidup
- Risiko gangguan mental lain seperti kecemasan
- Peningkatan risiko penyalahgunaan zat
- Munculnya pikiran untuk menyakiti diri
Kondisi ini termasuk salah satu penyebab utama disabilitas secara global karena dampaknya yang luas.
Perubahan emosi ekstrem dapat mengganggu kemampuan berpikir jernih dan mengambil keputusan.
Situasi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius.
Penanganan memungkinkan kondisi tetap terkendali
Meski merupakan gangguan jangka panjang, bipolar disorder dapat dikelola dengan perawatan yang tepat. Pendekatan yang umum dilakukan antara lain:
- Penggunaan obat sesuai anjuran dokter
- Terapi psikologis atau konseling
- Menjaga pola tidur yang teratur
- Mengelola stres
- Dukungan dari keluarga dan lingkungan
Kombinasi penanganan ini dapat membantu penderita menjalani kehidupan yang lebih stabil. Selain itu, konsistensi juga penting dalam menjalani perawatan.
Kasus Song Min-ho menjadi pengingat bahwa gangguan mental dapat dialami siapa saja dan membutuhkan perhatian serius.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosis medis. Jika mengalami gejala yang mengarah pada gangguan kesehatan mental, segera konsultasikan dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.
Baca juga: Studi: Asam Lemak Omega-3 Kurangi Risiko Gangguan Bipolar
Tag: #belajar #dari #kasus #song #gejala #bipolar #disorder #yang #kerap #tidak #disadari