Varian Covid-19 NB.1.8.1 Dominan di Singapura, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
Kasus Covid-19 kembali meningkat di Singapura dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah lonjakan tersebut, otoritas kesehatan setempat mengungkap bahwa varian NB.1.8.1 kini menjadi jenis virus yang paling banyak ditemukan.
Varian ini disebut menyumbang lebih dari separuh kasus Covid-19 yang berhasil diurutkan secara lokal di Singapura.
Melansir The Straits Times (21/5/2026), Communicable Diseases Agency (CDA) mengatakan jumlah kasus Covid-19 di Singapura naik menjadi 12.700 kasus pada periode 10 hingga 16 Mei 2026.
Angka tersebut meningkat cukup tajam dibanding pekan sebelumnya yang berada di angka 8.000 kasus.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Singapura Naik 59 Persen, Varian Baru Kini Dominan
Apa itu varian NB.1.8.1?
CDA menjelaskan NB.1.8.1 merupakan turunan dari varian JN.1 yang sebelumnya juga sempat mendominasi penyebaran Covid-19 di sejumlah negara.
Meski menjadi varian utama di Singapura saat ini, otoritas kesehatan menegaskan belum ada tanda bahwa NB.1.8.1 lebih berbahaya dibanding varian sebelumnya.
“Tidak ada indikasi bahwa varian yang beredar saat ini lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding varian sebelumnya,” tulis CDA.
Peningkatan kasus disebut kemungkinan dipicu oleh menurunnya kekebalan masyarakat seiring waktu.
Baca juga: Covid-19 Cicada Sudah Menyebar ke Puluhan Negara, Ini Daftar Wilayahnya
Gejala Covid-19 yang perlu diwaspadai
Ilustrasi Covid-19. Varian NB.1.8.1 kini menjadi penyebab utama lonjakan Covid-19 di Singapura, sementara masyarakat diminta waspada terhadap gejala seperti pilek dan sakit tenggorokan.
Dalam imbauannya, CDA meminta masyarakat tetap waspada terhadap gejala Covid-19, terutama ketika sedang merasa tidak sehat. Beberapa gejala yang disebut antara lain:
- Pilek
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Demam
- Gejala saluran pernapasan lainnya
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta mengurangi aktivitas sosial dan memakai masker untuk mencegah penularan.
CDA juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Baca juga: Varian Covid-19 “Cicada” Terdeteksi di Banyak Negara, Ini Gejala dan Faktanya
Dokter sebut lonjakan Covid-19 bersifat musiman
Konsultan senior National University Hospital (NUH) Singapura, Nares Smitasin, mengatakan kenaikan kasus Covid-19 saat ini sebenarnya sudah diperkirakan sejak virus memasuki fase endemik.
“Kami memperkirakan akan ada lonjakan musiman karena kekebalan dari infeksi sebelumnya atau vaksin secara alami akan menurun seiring waktu,” ujar Dr Smitasin, seperti dikutip dari CNA (21/5/2026).
Menurut dia, pola tersebut mirip dengan influenza yang juga mengalami kenaikan kasus pada periode tertentu.
Ia mengatakan masyarakat nantinya akan kembali membangun kekebalan baru setelah terpapar varian yang berbeda.
Dr Smitasin juga menyebut rumah sakit di Singapura mengalami peningkatan kasus Covid-19 dalam jumlah moderat, tetapi situasinya masih dianggap terkendali.
Baca juga: Varian Covid-19 Cicada Belum Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Kemenkes
Vaksin Covid-19 disebut masih efektif
Di tengah munculnya varian NB.1.8.1, CDA memastikan vaksin Covid-19 yang digunakan saat ini masih efektif memberikan perlindungan.
Karena itu, kelompok rentan dianjurkan memperbarui vaksin mereka secara berkala. Kelompok tersebut meliputi:
- Lansia usia 60 tahun ke atas
- Penghuni fasilitas perawatan lansia
- Individu dengan kondisi medis tertentu.
Petugas kesehatan dan orang yang tinggal bersama kelompok rentan juga dianjurkan menerima vaksin terbaru.
Selain vaksinasi, masyarakat diimbau tetap menerapkan tanggung jawab sosial dengan beristirahat saat sakit dan menghindari bepergian bila mengalami gejala Covid-19.
CDA menilai langkah sederhana seperti memakai masker ketika sakit tetap penting untuk membantu menekan penyebaran virus di tengah peningkatan kasus saat ini.
Tag: #varian #covid #nb181 #dominan #singapura #gejala #yang #perlu #diwaspadai