3 Cara Mencegah Asma Sering Kambuh Menurut Dokter, Salah Satunya Rajin Olahraga
- Mengendalikan penyakit asma agar tidak sering kambuh membutuhkan lebih dari sekadar kepatuhan dalam mengonsumsi obat-obatan medis.
Bagi penyandang asma, penerapan gaya hidup sehat sehari-hari memegang peranan yang sama pentingnya untuk menjaga kestabilan kondisi saluran pernapasan.
Banyak pasien yang sering merasa frustrasi karena keluhannya tetap muncul, meskipun sudah rutin menggunakan obat dari dokter.
Baca juga: IDAI: Pengobatan Asma pada Anak Perlu Disesuaikan dengan Gejala dan Usia
Kenyataannya, asma adalah penyakit yang sangat dipengaruhi oleh kondisi kebugaran fisik, asupan gizi, hingga kebersihan lingkungan di sekitar kamu.
Gaya hidup sehat untuk mencegah asma kambuh
1. Rutin berolahraga untuk tingkatkan daya tahan tubuh
Ketua Umum Yayasan Asma Indonesia (YAI) dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS mengungkapkan, salah satu cara paling efektif untuk menekan frekuensi kekambuhan asma adalah dengan rutin melatih fisik.
"Salah satu pencegahan asma ini adalah meningkatkan kebugaran tubuh. Meningkatkan kebugaran tubuh ini antara lain dengan melakukan olahraga," ujar dia dalam konferensi pers Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) beberapa waktu lalu.
Sayangnya, masih ada kekhawatiran di kalangan penyandang asma bahwa berolahraga justru akan memicu napas menjadi sesak atau ngik-ngik.
Padahal, aktivitas fisik yang terukur dan teratur terbukti mampu memperkuat fungsi paru-paru sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Ketika sistem imun kamu berada dalam kondisi prima, tubuh akan lebih tangguh dalam menangkal berbagai infeksi ringan seperti flu atau batuk, yang sering kali menjadi pintu masuk terjadinya serangan asma kronis.
"Jadi, kalau kita daya tahan tubuhnya baik, maka mungkin kita tidak mudah mengalami serangan asma karena faktor pencetusnya ada dengan infeksi," tutur dr. Rita.
Di berbagai fasilitas kesehatan, para penyandang asma sering dianjurkan untuk bergabung dengan Klub Asma guna mengikuti senam asma.
Baca juga: Anak Punya Asma, Apakah Boleh Berolahraga? Ini Kata Dokter...
Selain melatih pernapasan secara terstruktur, kegiatan kolektif semacam ini juga menjadi wadah agar pasien bisa bertukar pengalaman dan mendapat edukasi lebih dalam mengenai cara kerja penyakitnya.
2. Sesuaikan nutrisi dengan pemicu alergi
Selain olahraga, manajemen gizi juga tidak boleh luput dari perhatian. Banyak mitos beredar soal pantangan makanan yang wajib dihindari oleh semua penderita asma, meskipun anggapan tersebut kurang tepat.
"Gizinya seperti orang normal, tapi pada asma ini dia punya alergi masing-masing berbeda-beda. Jadi tidak bisa sama, 'Misal, orang asma ini enggak boleh makan A'," terang dr. Rita.
Faktanya, tidak ada satu jenis pola diet baku yang berlaku untuk seluruh penyandang asma. Kebutuhan kalori dan nutrisi pasien asma pada dasarnya sama seperti individu sehat pada umumnya.
Namun, pendekatannya harus sangat personal karena setiap orang memiliki reaksi yang sangat spesifik terhadap suatu bahan makanan.
"Kalau memang dia alergi terhadap kacang-kacangan atau terhadap produk dari susu, ya dia jangan meminumnya sehingga daya tahan tubuhnya menjadi lebih baik," ucap dr. Rita.
Jika kamu memiliki asma, sangat penting untuk mengenali dengan pasti bahan makanan apa saja yang memicu alergi di tubuhmu.
Menghindari alergen secara disiplin adalah kunci utama agar sistem imun tidak bereaksi secara berlebihan hingga menyempitkan saluran pernapasan.
3. Jauhi asap rokok dan cukupi waktu istirahat
Pengendalian asma yang optimal juga sangat bergantung pada seberapa bersih lingkungan keseharianmu dari berbagai polutan berbahaya.
Salah satu musuh terbesar bagi pernapasan penyandang asma adalah paparan asap rokok.
"Kita tahu asap rokok adalah salah satu pencetus asma dan memperburuk kontrol dari penyakit asma, baik pada perokok aktif maupun pada perokok pasif," kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Arif Riadi Arifin, Sp.P(K), MARS.
Ia melanjutkan, asap rokok mengandung ribuan zat kimia iritan yang bisa langsung merusak lapisan pelindung di dalam organ paru.
Bagi perokok pasif yang memiliki asma, menghirup residu asap rokok dari orang-orang di sekitar bisa secara instan memicu peradangan akut yang menyumbat jalan napas.
Baca juga: Penggunaan Inhaler Asma Sebabkan Ketergantungan, Mitos atau Fakta?
Oleh karena itu, menciptakan ruang hidup dan lingkungan kerja yang terbebas dari kepulan asap rokok adalah sebuah keharusan demi menghindari serangan sesak napas berat.
Rutinitas menjaga kebersihan udara ini tentunya akan jauh lebih maksimal jika kamu mengimbanginya dengan manajemen stres dan jadwal tidur yang cukup.
"Pola hidup sehat itu antara lain cukup istirahat, hindari perilaku yang tidak baik, yaitu merokok. Kemudian meningkatkan kebugaran tubuh dengan olahraga," pungkas dr. Rita.
Tag: #cara #mencegah #asma #sering #kambuh #menurut #dokter #salah #satunya #rajin #olahraga