Iran Perketat Perbatasan, Warga Dilarang ke Turkiye, Ini Dampaknya
Seorang pengunjung bersiap untuk menuruni tebing di Kawah Ramon di Mitzpe Ramon pada 15 Maret 2026. Saat sirene serangan udara meraung-raung memperingatkan akan adanya rudal Iran di sebagian besar wilayah Israel, penduduk kota-kota besar memadati resor gurun kecil Mitzpe Ramon untuk mencari ketenangan. Dewan lokal mengatakan bahwa jumlah pengunjung meningkat sekitar 80 persen dari biasanya karena sekitar 2.000 orang telah tiba di Mitzpe Ramon. (OLYMPIA DE MAI
06:36
20 Maret 2026

Iran Perketat Perbatasan, Warga Dilarang ke Turkiye, Ini Dampaknya

Pemerintah Iran dilaporkan membatasi warganya untuk menyeberang ke Turkiye, sehingga jumlah pelintas perbatasan menurun signifikan sejak perang di Timur Tengah berlangsung.

Menteri Dalam Negeri Turkiye Mustafa Ciftci menyebut jumlah warga Iran yang menyeberang ke wilayahnya turun sekitar seperempat hingga hampir sepertiga.

Ciftci menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan pada Kamis (19/3/2026) malam.

Baca juga: Rayakan Idul Fitri, Pakistan-Taliban Sepakat Gencatan Senjata

Ia menjelaskan bahwa sejak awal konflik, warga Turkiye masih dapat melintasi perbatasan ke Iran tanpa hambatan.

Sebaliknya, Iran justru memberlakukan pembatasan bagi warga negaranya sendiri untuk keluar menuju Turkiye.

“Sejak awal perang, warga negara kami dapat menyeberang ke Iran tanpa batasan, namun Iran telah memberlakukan pembatasan pada warganya sendiri dan tidak mengizinkan mereka menyeberang ke sisi kami,” ujar Ciftci.

Ia tidak merinci kapan kebijakan pembatasan tersebut mulai diterapkan oleh pemerintah Iran.

Sementara itu, koresponden AFP di perbatasan Kapikoy melaporkan bahwa warga Iran sebelumnya masih dapat menyeberang ke Turkiye meski jumlahnya relatif sedikit.

Penurunan jumlah pelintas dari Iran ke Turkiye terjadi secara bertahap sejak konflik dimulai.

Baca juga: Kapan Perang Iran Berakhir? Ini Jawaban Terbaru Pentagon

Di sisi lain, arus warga Iran yang kembali dari Turkiye ke negaranya justru mengalami peningkatan.

Ciftci tidak memberikan angka pasti terkait jumlah keluar-masuk warga di perbatasan tersebut.

Turkiye dan Iran diketahui memiliki tiga titik penyeberangan resmi di sepanjang perbatasan sepanjang sekitar 500 kilometer.

Kedua negara juga telah menyepakati penghentian sementara perjalanan lintas batas untuk kunjungan satu hari sejak 2 Maret 2026.

Ciftci menegaskan, otoritas Turkiye terus memantau pergerakan orang di perbatasan sejak awal konflik atau perang Iran berlangsung.

Ia memastikan kondisi di perbatasan saat ini masih terkendali tanpa gangguan berarti.

Pemerintah Turkiye terakhir kali merilis data resmi penyeberangan pada 4 Maret 2026.

Pada saat itu, sekitar 2.000 orang tercatat melintas di masing-masing arah setiap harinya.

Negara-negara tetangga Iran sebelumnya mengkhawatirkan potensi lonjakan pengungsi akibat serangan terhadap wilayah tersebut.

Baca juga: Cerita Ramadhan di Maroko, Tarawih Lanjut Usai Sahur

Kekhawatiran itu belum terwujud meski serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung hampir tiga minggu.

Turkiye saat ini menampung lebih dari 74.000 warga Iran dengan izin tinggal resmi.

Selain itu, terdapat sekitar 5.000 warga Iran yang berstatus sebagai pengungsi di negara tersebut.

Tag:  #iran #perketat #perbatasan #warga #dilarang #turkiye #dampaknya

KOMENTAR