Usai Bikin Porak-poranda, Trump Umumkan Mau Cabut dari Iran
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer di Iran.
Trump mengeklaim bahwa saat ini AS sudah sangat dekat untuk mencapai target-target utamanya dalam konflik tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Jumat (20/3/2026) malam waktu setempat.
Baca juga: Iran Rayakan Idul Fitri Sabtu 21 Maret, Lebaran di Tengah Kecamuk Perang
"Kami sudah sangat dekat untuk memenuhi target kami saat kami mempertimbangkan untuk menyudahi upaya militer besar kami di Timur Tengah terkait Iran," tulis Trump dalam unggahannya.
Konflik Timur Tengah dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari dan membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur.
Teheran melancarkan serangan blasan dan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit yang menyumbang seperlima pasokan minyak dunia.
Perang Iran berdampak masif pada ekonomi global, ditandai dengan lonjakan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz yang mengganggu 20 persen pasokan energi global.
Perang Iran juga mengakibatkan lebih dari 1.000 jiwa tewas, termasuk warga sipil dan anak-anak, dengan ribuan lainnya terluka akibat serangan udara.
Baca juga: Iran Rayakan Idul Fitri Sabtu 21 Maret, Lebaran di Tengah Kecamuk Perang
4 target utama AS
Trump merinci sejumlah capaian yang menjadi target operasi militer AS di kawasan tersebut sebelum benar-benar menarik diri.
Dilansir dari Wall Street Journal, ada empat tujuan can capaian yang menjadi target operasi militer AS.
Pertama, melumpuhkan kemampuan rudal Iran. Kedua, melenyapkan kekuatan angkatan laut, angkatan udara, dan senjata antipesawat milik Iran.
Ketiga, menjaga agar Iran tidak mendekati kemampuan nuklir. Keempat, elindungi sekutu di Timur Tengah, seperti Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait.
Baca juga: Update Perang di Timur Tengah: AS Kurangi Operasi, Iran Klaim Musuh Mulai Kalah
Keamanan Selat Hormuz
Terkait pengamanan di Selat Hormuz, Trump menegaskan bahwa tanggung jawab penjagaan wilayah perairan tersebut ke depannya harus dipikul oleh negara-negara lain yang memanfaatkannya.
"Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya, AS tidak (menggunakannya)," papar Trump.
Meski demikian, Trump menyatakan bahwa AS tetap bersedia memberikan bantuan teknis maupun pengamanan di selat tersebut jika ada permintaan resmi.
Namun, dia meyakini hal itu tidak akan diperlukan lagi jika ancaman dari Iran sudah sepenuhnya hilang.
"AS akan membantu negara lain dalam menjaga selat tersebut jika diminta, tetapi hal itu seharusnya tidak diperlukan lagi setelah ancaman Iran diberantas," jelas Trump.
Baca juga: Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Ini Alasannya
Tag: #usai #bikin #porak #poranda #trump #umumkan #cabut #dari #iran