AS Larang Maskapai Iran Masuk, tapi Tetap Izinkan Haji dan Umrah
Bandara LaGuardia di New York, Amerika Serikat (AS).(UNSPLASH/PRESTON A LARIMER)
17:42
29 Mei 2026

AS Larang Maskapai Iran Masuk, tapi Tetap Izinkan Haji dan Umrah

– Pemerintah Amerika Serikat (AS) hendak memperketat sanksi ekonomi dan memblokir ruang gerak maskapai penerbangan sipil milik Iran.

Akan tetapi, AS menegaskan tidak akan membatasi perjalanan bagi jemaah Muslim yang ingin melakukan ibadah Haji atau Umrah ke Tanah Suci. 

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menuturkan, perjalanan keagamaan serta mobilitas kemanusiaan yang sah akan tetap dilindungi dan dikecualikan dari target sanksi.

Baca juga: Trump Sebarkan Draf Damai Perang Iran ke Sekutunya, Akhir Konflik?

Bessent melalui sebuah unggahan di media sosial X pada Kamis (28/5/2026) menyatakan, AS berencana menghentikan total akses maskapai penerbangan Iran ke berbagai fasilitas penerbangan internasional.

"Kami akan menutup akses maskapai penerbangan Iran terhadap tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, hingga penjualan tiket," tulis Bessent, sebagaimana dilansir AFP

Meskipun Bessent tidak menyebutkan nama perusahaan secara spesifik, maskapai bendera nasional Iran Air serta Mahan Air sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi Kementerian Luar Negeri AS.

Akibat kebijakan baru ini, seluruh entitas yang terafiliasi dengan Iran, khususnya maskapai penerbangan milik negara, dipastikan bakal menghadapi tekanan berat.

Baca juga: Trump Cuek Elektabilitas Anjlok akibat Perang Iran, Sesumbar Tak Peduli Hasil Pemilu

Bessent juga memberikan peringatan keras bahwa ketegangan ini tidak akan mereda selama proses diplomasi belum menemui titik terang.

"Hanya hasil negosiasi yang memuaskan yang akan mengakhiri spiral penurunan ini," tegas Bessent.

Jaminan ibadah Haji dan Umrah

Kendati menargetkan sektor penerbangan Iran secara agresif, Bessent mengklarifikasi dalam konferensi pers pada Kamis sore bahwa AS tetap menghormati hak-hak keagamaan warga sipil. 

Jemaah yang hendak melakukan perjalanan ibadah seperti haji atau umrah dipastikan aman dari dampak sanksi tersebut.

"Kami tidak akan membatasi pergerakan untuk alasan keagamaan, jadi warga Iran yang ingin melakukan ibadah ke Mekkah atau Madinah akan diizinkan," ujar Bessent, sebagaimana dilansir APT.

Baca juga: AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan, Tinggal Tunggu Trump

Selain akomodasi untuk ibadah, AS juga membuka pintu bagi perjalanan yang didasari oleh urgensi kemanusiaan.

"Kami juga akan mengizinkan alasan kemanusiaan yang valid," tambah Bessent.

Ketegangan terbaru antara AS dan Iran ini dipicu oleh langkah Kementerian Keuangan AS pada hari Rabu yang merilis sanksi terhadap "Persian Gulf Strait Authority". 

Lembaga baru bentukan Teheran tersebut diketahui menarik biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Baca juga: Aset Beku Iran dan Teater Perang yang Belum Usai

Teheran sendiri telah menutup Selat Hormuz menyusul serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. 

Penutupan jalur laut ini langsung memicu lonjakan harga energi di tingkat global.

Sejatinya, militer AS dan pasukan Iran sempat mematuhi kesepakatan gencatan senjata sejak 8 April dan para diplomat dari kedua belah pihak terus mengupayakan penyelesaian melalui negosiasi. 

Namun, situasi kembali memanas setelah AS dan Iran dilaporkan kembali saling melepaskan serangan pada Kamis.

Baca juga: Kuwait Kena Imbas, Hadapi Gempuran Drone Iran yang Serang Pangkalan AS

Tag:  #larang #maskapai #iran #masuk #tapi #tetap #izinkan #haji #umrah

KOMENTAR