Rudal Iran Menggila Saat Trump Klaim Negosasi Sedang Berjalan
Peluncuran gelombang ke-41 serangan rudal Iran oleh Garda Revolusi (IRGC) pada Kamis (12/3/2026), menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.(GARDA REVOLUSI IRAN via AFP)
15:24
25 Maret 2026

Rudal Iran Menggila Saat Trump Klaim Negosasi Sedang Berjalan

Ketegangan di Timur Tengah belum mereda setelah Iran meluncurkan rentetan rudal baru pada Rabu (25/3/2026), di tengah sinyal negosiasi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Teheran.

Pernyataan Trump yang membuka peluang dialog sempat meredakan kekhawatiran pasar global, terlihat dari turunnya harga minyak dan naiknya saham di Asia.

Namun di lapangan, aksi militer justru terus berlanjut dari kedua belah pihak.

Baca juga: Trump Klaim Iran Berikan Hadiah Besar Terkait Selat Hormuz

Sinyal negosiasi AS–Iran

Presiden Donald Trump mengeklaim adanya kemajuan dalam negosiasi antara AS dan Iran.AFP/MANDEL NGAN Presiden Donald Trump mengeklaim adanya kemajuan dalam negosiasi antara AS dan Iran.

Trump menyatakan bahwa Washington saat ini tengah membuka jalur komunikasi dengan Iran.

“Kami sedang bernegosiasi sekarang,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Ia juga menyampaikan pernyataan yang terkesan misterius terkait perkembangan terbaru.

“Mereka melakukan sesuatu kemarin yang sebenarnya luar biasa. Mereka memberi kami hadiah dan hadiah itu tiba hari ini. Dan itu adalah hadiah yang sangat besar, bernilai sangat tinggi,” katanya.

“Bagi saya itu berarti satu hal — kami berurusan dengan pihak yang tepat.”

Trump tidak menjelaskan secara rinci maksud pernyataannya, namun mengaitkannya dengan Selat Hormuz—jalur vital energi global yang sebelumnya sempat diblokade Iran sebagai respons atas serangan AS dan Israel.

Meski demikian, pejabat Iran belum mengonfirmasi adanya pembicaraan resmi. Laporan The New York Times menyebut AS telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran melalui Pakistan yang menawarkan diri sebagai mediator untuk mengakhiri perang.

Trump juga kembali mengeklaim bahwa Teheran telah “sepakat tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” merujuk pada isu lama sejak kesepakatan nuklir 2015 yang sebelumnya ia batalkan.

Serangan rudal dan drone terus berlanjut

Di tengah sinyal diplomasi, Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan serangan rudal ke Israel serta pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain.

Iran juga terus menyerang negara-negara Teluk yang dianggap membantu operasi militer AS.

Di Kuwait, drone menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait dan memicu kebakaran, meski kerusakan disebut terbatas.

Bahrain mengaktifkan sirene serangan udara, sementara di Yordania, serpihan rudal jatuh di dekat ibu kota Amman tanpa menimbulkan korban. Arab Saudi mengaku berhasil mencegat sedikitnya empat drone di wilayah timurnya.

Israel di sisi lain menyatakan telah melancarkan serangan baru terhadap infrastruktur Iran setelah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran.

Seorang warga Teheran menggambarkan situasi mencekam yang kini menjadi keseharian.

“Suara-suara, ledakan, rudal — itu semua sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kami,” ujar seorang perempuan berusia 35 tahun kepada AFP.

Baca juga: Iran Ajak Timur Tengah Bentuk Aliansi Tanpa AS-Israel

Konflik meluas ke Lebanon dan Irak

Konflik juga meluas ke Lebanon, di mana media pemerintah melaporkan serangan Israel menewaskan enam orang di wilayah Sidon, termasuk kamp pengungsi Palestina.

Israel meningkatkan operasi militernya terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran, bahkan menyatakan akan menguasai Lebanon selatan hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan.

Di Irak, pemerintah menyatakan akan memanggil perwakilan diplomatik AS dan Iran setelah serangan mematikan yang dikaitkan dengan kedua negara. Otoritas Irak juga memberikan hak kepada kelompok paramiliter tertentu untuk melakukan pembalasan.

Selat Hormuz jadi kunci ketegangan energi global

Ilustrasi Selat Hormuz.Google Maps Ilustrasi Selat Hormuz.

Fokus dunia kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Iran, melalui pesan kepada Organisasi Maritim Internasional, menjamin keamanan pelayaran bagi “kapal non-musuh”.

Namun kapal milik “pihak agresor — yakni Amerika Serikat dan rezim Israel” tidak akan diizinkan melintas.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali selat tersebut, meski kemudian ia memperpanjang tenggat waktu dengan alasan adanya kemajuan diplomasi.

Harapan akan berakhirnya konflik sempat menekan harga minyak global hingga turun lebih dari enam persen, meski dampak perang masih terasa, termasuk kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat.

Presiden Perancis Emmanuel Macron turut mendesak Iran untuk serius dalam perundingan.

“Saya menyerukan Iran untuk terlibat itikad baik dalam negosiasi,” tulis Macron setelah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Baca juga: MBS Dilaporkan Minta Trump untuk Lanjutkan Perang di Iran

Tag:  #rudal #iran #menggila #saat #trump #klaim #negosasi #sedang #berjalan

KOMENTAR