Houthi Terjun Perang Bantu Iran, Punya 3 Kartu As Sangat Kuat
Kelompok Houthi mengacungkan senjata saat demonstrasi menunjukkan solidaritas untuk Iran dan Lebanon dalam pertempuran melawan Amerika Serikat-Israel, di Ibu Kota Sana'a pada 27 Maret 2026.(AFP/MOHAMMED HUWAIS)
19:18
28 Maret 2026

Houthi Terjun Perang Bantu Iran, Punya 3 Kartu As Sangat Kuat

- Keterlibatan kelompok Houthi di Yaman dalam perang Iran pada Sabtu (28/3/2026) menandai babak baru eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kelompok pemberontak tersebut untuk kali pertama meluncurkan serangan rudal balistik ke Israel, sejak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran dimulai.

Houthi bahkan terjun ke medan perang ini membawa tiga kartu as sangat kuat, yang apabila dipakai dapat mengguncang jalur pelayaran global.

Baca juga: Hujan Rudal Iran Tiada Henti, Israel Mulai Jatah Penggunaan Pencegat Kelas Atas

Profesor Studi Media di Institut Pascasarjana Doha, Mohamad Elmasry, menyebut terjunnya Houthi menunjukkan kekuatan militer yang tidak bisa diabaikan.

“Kita telah melihat selama 2,5 tahun terakhir bahwa Houthi memiliki kekuatan signifikan,” ujar Elmasry kepada Al Jazeera.

Ia menilai dampak terbesar bisa muncul jika Houthi memperluas aksinya ke jalur pelayaran global, menggunakan tiga kartu as-nya di tiga rute krusial.

“Kalau mereka memutuskan menutup Selat Bab El Mandeb, Laut Merah, dan pada akhirnya, Terusan Suez, maka kita akan memiliki dua titik rawan utama (yang ditutup) bersama Selat Hormuz,” katanya.

Elmasry menambahkan, jalur-jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan internasional.

“Ini jalur-jalur pelayaran internasional utama untuk perdagangan internasional, jadi saya pikir ini bisa sangat signifikan dari sudut pandang itu,” ujarnya.

Di sisi lain, jurnalis Al Jazeera Nida Ibrahim melihat keterlibatan Houthi sebagai pembukaan front baru dalam konflik.

Ia menilai kondisi ini berpotensi menambah tekanan militer sekaligus politik terhadap Israel.

“Kami memperkirakan Israel akan membalas serangan ini, seperti yang telah kita lihat mereka lakukan berulang kali ketika Yaman bergabung dalam pertempuran selama perang di Gaza sebagai cara untuk mendukung Palestina,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, situasi ini juga dapat memicu pertanyaan di dalam negeri Israel terkait arah dan strategi perang yang dijalankan pemerintahnya.

Baca juga: AS Prediksi Perang Iran Rampung Paling Lama 4 Pekan Lagi

Serangan Houthi ke Israel

Brigadir Yahya Saree Qasim, juru bicara Houthi Yaman, berekasi saat berbicara dalam protes untuk mengecam serangan udara AS di Yaman, di Sana'a pada 18 April 2025. Serangan AS di pelabuhan bahan bakar Yaman menewaskan sedikitnya 74 orang, kata Houthi pada 18 April, dalam serangan paling mematikan dari kampanye 15 bulan Washington terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.AFP/MOHAMMED HUWAIS Brigadir Yahya Saree Qasim, juru bicara Houthi Yaman, berekasi saat berbicara dalam protes untuk mengecam serangan udara AS di Yaman, di Sana'a pada 18 April 2025. Serangan AS di pelabuhan bahan bakar Yaman menewaskan sedikitnya 74 orang, kata Houthi pada 18 April, dalam serangan paling mematikan dari kampanye 15 bulan Washington terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.Serangan Houthi ke Israel diumumkan langsung oleh juru bicara militer, Brigadir Jenderal Yahya Saree, melalui televisi satelit Al Masirah pada Sabtu (28/3/2026).

Saree menegaskan bahwa aksi militer tersebut tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

“Serangan akan berlanjut hingga tujuan yang dinyatakan tercapai, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan sebelumnya oleh angkatan bersenjata, dan hingga agresi terhadap semua front perlawanan berhenti,” kata Saree, dikutip dari Al Jazeera.

Militer Israel merespons dengan menyatakan, berhasil mencegat satu rudal yang diluncurkan oleh Houthi.

Serangan ini sebenarnya sudah diisyaratkan sebelumnya oleh Saree melalui pernyataan pada Jumat (27/3/2026).

Ia menyebut kelompoknya menargetkan situs militer Israel yang dianggap sensitif di wilayah selatan negara tersebut.

Situasi di lapangan pun memanas setelah sirene peringatan berbunyi di sekitar Beer Sheba dan wilayah dekat pusat penelitian nuklir utama Israel.

Peringatan tersebut terdengar berulang kali sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Baca juga: Houthi Nyatakan Siap Terjun Perang Demi Iran, Siaga Tinggi Buka Front Baru

Warga Yaman memegang senjata sambil menaiki sepeda motor yang melindas gambar bendera Inggris di jalanan beraspal Ibu Kota Sana'a yang dikuasai Houthi, 29 Februari 2024.AFP/MOHAMMED HUWAIS Warga Yaman memegang senjata sambil menaiki sepeda motor yang melindas gambar bendera Inggris di jalanan beraspal Ibu Kota Sana'a yang dikuasai Houthi, 29 Februari 2024.Kondisi ini terjadi di tengah intensitas serangan yang terus dilakukan Iran dan kelompok Hizbullah ke wilayah Israel sepanjang malam.

Houthi sendiri diketahui telah menguasai ibu kota Yaman, Sana'a, sejak 2014.

Selama ini, kelompok tersebut belum terlibat langsung dalam konflik Iran-Israel. Meski begitu, Houthi memiliki rekam jejak panjang dalam mengganggu jalur perdagangan global.

Serangan terhadap kapal dagang di Laut Merah selama perang Israel-Hamas sebelumnya memicu gangguan serius pada arus logistik internasional.

Jalur Laut Merah merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia dengan nilai barang mencapai sekitar 1 triliun dollar AS (Rp 16,97 kuadriliun) setiap tahunnya.

Dalam periode November 2023 hingga Januari 2025, Houthi tercatat menyerang lebih dari 100 kapal dagang menggunakan rudal dan drone.

Serangan tersebut menyebabkan dua kapal tenggelam dan menewaskan empat pelaut.

Pada 2024, pemerintahan Presiden AS Donald Trump sempat melancarkan operasi militer terhadap Houthi, yang berlangsung singkat dan berakhir hanya dalam beberapa minggu.

Baca juga: Netanyahu Tunjukkan Peta Berjudul Kutukan untuk Iran, Houthi, dan Hamas

Tag:  #houthi #terjun #perang #bantu #iran #punya #kartu #sangat #kuat

KOMENTAR