Stok Rudal Pencegat Diyakini Sedang Kritis, Pertahanan Israel Mulai Goyah?
Peluncur sistem pertahanan udara Iron Dome saat dikerahkan di dekat Yerusalem, Israel, 15 April 2024, di tengah perang Israel-Hamas dan Israel-Hizbullah.(AFP/MENAHEM KAHANA)
14:06
29 Maret 2026

Stok Rudal Pencegat Diyakini Sedang Kritis, Pertahanan Israel Mulai Goyah?

- Memasuki bulan kedua perang di Timur Tengah, efektivitas dan ketahanan sistem pertahanan udara Israel kini menjadi sorotan. 

Para analis menyoroti ketersediaan amunisi Israel untuk membendung hujan proyektil yang kian intens.

Pihak militer Israel membantah keras laporan yang menyebut mereka mulai kehabisan rudal pencegat untuk menangkis serangan rudal Iran maupun roket Hizbullah. 

Namun, sejumlah analis menilai konfrontasi langsung dengan Teheran telah menguras sumber daya militer Israel secara signifikan, terutama stok rudal pencegat jarak jauh.

Baca juga: Kapal Serbu Amfibi AS Tiba di Timur Tengah, Bersiap Invasi Darat ke Iran?

Pertahanan berlapis yang terkuras

Israel memiliki sistem pertahanan udara berlapis-lapis, dengan berbagai sistem yang mencegat ancaman di ketinggian yang berbeda.

Lini teratas terdiri dari sistem rudal anti-balistik Arrow, dengan Arrow 2 beroperasi baik di dalam atmosfer Bumi maupun di luar angkasa dan Arrow 3 mencegat di atas atmosfer Bumi.

Di bawahnya terdapat David's Sling yang dirancang untuk menargetkan ancaman jarak menengah, termasuk drone, rudal balistik jarak pendek, dan rudal jelajah.

Sistem Iron Dome Israel yang terkenal adalah lapisan ketiga dan awalnya dirancang untuk mencegat roket jarak pendek dan peluru artileri.

Sistem AS juga melengkapi pertahanan udara Israel dengan beberapa baterai rudal anti-pesawat THAAD yang dilaporkan berada di Israel.

Baca juga: Siapa Grup Handala, Peretas Pro-Iran yang Klaim Bobol Email Bos FBI?

"Tidak ada wilayah di Israel yang tidak berada di bawah pertahanan berlapis," kata Brigadir Jenderal Pini Yungman, seorang perwira cadangan yang memainkan peran kunci dalam mengembangkan pertahanan udara negara itu dan sekarang menjabat sebagai presiden perusahaan pertahanan TSG, dikutip dari AFP.

"Namun, tidak ada yang 100 persen dalam pertahanan. Mencapai angka 92 persen yang kita peroleh secara keseluruhan dengan semua sistem yang ada, itu luar biasa," sambungnya.

Militer Israel yang hanya mengungkapkan sedikit detail tentang pertahanan udaranya, mengatakan bahwa Iran telah meluncurkan lebih dari 400 rudal balistik sejak awal perang pada 28 Februari yang dipicu oleh serangan AS dan Israel.

Juru bicara Letnan Kolonel Nadav Shoshani baru-baru ini memuji tingkat intersepsi tersebut sebagai melebihi ekspektasi.

Sebagian besar kerusakan di Israel disebabkan oleh puing-puing yang berjatuhan, tetapi di antara 19 warga sipil yang tewas di negara itu sejak awal perang, lebih dari setengahnya meninggal ketika rudal Iran menerobos pertahanan.

Baca juga: Demo No Kings Meluas di AS, 8 Juta Orang Turun ke Jalan Tentang Kebijakan Trump

Sebagian besar stok rudal dan pencegat terkuras

Ledakan dari intersepsi Iron Dome Israel saat mencegat rudal Iran di langit Tel Aviv, Sabtu (28/2/2026). Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, dibalas Teheran dengan menggempur pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.AFP/JACK GUEZ Ledakan dari intersepsi Iron Dome Israel saat mencegat rudal Iran di langit Tel Aviv, Sabtu (28/2/2026). Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, dibalas Teheran dengan menggempur pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Sekitar dua minggu setelah perang dimulai, media berita Semafor pertama kali melaporkan bahwa Israel mengalami kekurangan kritis pencegat rudal balistik, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Sebuah sumber militer Israel pada saat itu membantah laporan tersebut, mengatakan bahwa tidak ada kekurangan sampai saat ini dan militer siap untuk pertempuran panjang.

Namun, analisis yang diterbitkan oleh lembaga kajian pertahanan RUSI yang berbasis di London menunjukkan, AS, Israel, dan sekutu regional telah menghabiskan sejumlah besar rudal dan pencegat sejak akhir Februari.

Baca juga: Bagaimana Kapal Minyak Lewati Selat Hormuz dengan Aman di Tengah Perang Iran Vs Amerika-Israel?

Para peneliti memperkirakan, dalam 16 hari pertama konflik, pasukan sekutu menghabiskan 11.294 amunisi dengan biaya sekitar 26 miliar dollar AS.

Persediaan rudal pencegat jarak jauh dan amunisi presisi khususnya dilaporkan hampir habis.

"Pada dasarnya ini berarti bahwa jika perang berlanjut, pesawat koalisi harus terbang lebih dalam ke wilayah udara Iran dan dari sisi pertahanan itu berarti menyerap lebih banyak rudal dan drone Iran," kata salah satu penulis bersama, Letnan Kolonel Angkatan Udara AS, Jahara Matisek.

Jangka waktu produksi yang panjang dan mahal membuat penipisan rudal pencegat kelas atas, seperti Arrows milik Israel, menjadi sangat penting.

Baca juga: Spesifikasi USS Tripoli (LHA-7), Kapal Serbu Amfibi AS yang Dikerahkan ke Iran

Setiap rudal pencegat Arrow 2 diperkirakan berharga 1,5 juta dollar AS, sedangkan Arrow 3 sekitar 2 juta dollar AS.

"Hambatan utamanya bukan hanya uang. Ini adalah fisika industri," kata Matisek, sambil menunjuk pada masalah termasuk kendala kapasitas di tingkat pemasok.

"Ini adalah lini produksi yang tidak dapat diskalakan seperti pabrik iPhone. Ini amunisi yang disimpan untuk ancaman terburuk dan persediaannya "tidak akan pernah besar," sambungnya.

Analisis RUSI memperkirakan, 81,33 persen dari stok rudal pencegat Arrow Israel sebelum perang telah habis, dan kemungkinan besar akan habis sepenuhnya pada akhir Maret.

Baca juga: Demo No Kings Meluas di AS, 8 Juta Orang Turun ke Jalan Tentang Kebijakan Trump

Produksi dipercepat

Yungman menuturkan, dengan mempertimbangkan semua sistem pertahanan udaranya, Israel dapat memproduksi pesawat pencegat lebih cepat daripada Iran memproduksi rudal balistik.

Dia menambahkan, Israel mempercepat produksi pencegat rudal setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan meningkatkan sistemnya untuk menghadapi rudal balistik.

Militer mengkonfirmasi bahwa kerusakan pada sistem David's Sling yang memungkinkan rudal balistik Iran menghantam kota-kota selatan Dimona dan Arad pekan lalu.

Dimona secara luas diyakini menyimpan persenjataan nuklir Israel yang tidak diumumkan.

Surat kabar keuangan Israel, Calcalist, melaporkan bahwa militer telah memilih untuk menggunakan David's Sling dalam upaya untuk melestarikan persediaan rudal pencegat Arrow.

Tag:  #stok #rudal #pencegat #diyakini #sedang #kritis #pertahanan #israel #mulai #goyah

KOMENTAR