Kirim Peringatan, Iran Bakal Targetkan Rumah Pejabat dan Komandan AS-Israel
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran(Tasnim News Agency)
19:36
31 Maret 2026

Kirim Peringatan, Iran Bakal Targetkan Rumah Pejabat dan Komandan AS-Israel

- Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Ebrahim Zolfaghari mengancam akan menargetkan kediaman para pejabat militer dan politik Amerika Serikat dan Israel.

Peringatan ini muncul usai pasukan AS-Israel menyerang pemukiman penduduk di Iran.

“Mengingat tindakan jahat dan terorisme musuh-musuh Amerika-Zionis, dan penargetan mereka terhadap rumah-rumah penduduk Iran di berbagai kota, angkatan bersenjata Republik Islam, sebagai langkah balasan, akan menargetkan kediaman para pejabat, komandan, dan politisi AS-Zionis di wilayah tersebut,” katanya dalam sebuah klip video, dikutip dari News18.

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai.

Meski demikian, ia tetap berencana untuk mengirim ribuan pasukan ke Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menyerbu Pulau Kharg.

Baca juga: Kapal Malaysia, Thailand, dan Lima Negara Boleh Lewati Selat Hormuz, Indonesia Bagaimana?

Ancaman jika AS lakukan invasi darat ke Iran

Sebelumnya, Zolfaqari menegaskan bahwa invasi darat ke Iran akan membawa konsekuensi memalukan bagi militer AS. 

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (29/3/2026), Zolfaqari bahkan menyebut para tentara penyerbu berisiko berakhir tragis di perairan Teluk.

"Para komandan dan tentara AS pada akhirnya akan menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia," tegas Zolfaqari dalam pernyataan resminya, dikutip dari Tasnim, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Langit Isfahan Membara, Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS

Zolfaqari menilai, ancaman Presiden AS Donald Trump mengenai pendudukan pulau-pulau di Teluk Persia sebagai rencana yang tidak realistis. 

Ia menuduh Trump telah dipengaruhi oleh tekanan eksternal sehingga mengambil keputusan yang menempatkan pasukannya dalam situasi mematikan.

Menurutnya, posisi pasukan AS di kawasan saat ini sebenarnya sudah sangat rentan dan menghadapi ancaman serius setiap hari.

"Pasukan AS telah mundur dari pangkalan yang hancur dan mencari perlindungan di pusat-pusat sipil serta ekonomi negara regional, namun mereka tetap rentan terhadap serangan," ujarnya.

Baca juga: Bukan Cuma Minyak, Gas Langka Ini Jadi Rebutan Dunia Akibat Konflik Timur Tengah

50.000 pasukan AS di Timur Tengah

Kapal amfibi Amerika Serikat (AS), USS Tripoli LHA-7, yang terkini dikirim ke Timur Tengah, menjadi sinyal serangan baru AS ke Iran pada Maret 2026. Foto diambil pada 15 Juli 2019 di Meksiko. Derek Fountain Kapal amfibi Amerika Serikat (AS), USS Tripoli LHA-7, yang terkini dikirim ke Timur Tengah, menjadi sinyal serangan baru AS ke Iran pada Maret 2026. Foto diambil pada 15 Juli 2019 di Meksiko.

Hingga kini, sudah ada 50.000 pasukan AS di Timur Tengah setelah kedatangan 2.500 marinir dan 2.500 pelaut tambahan.

Jumlah ini tercatat 10.000 personel lebih banyak dibandingkan penempatan rutin dalam kondisi normal, dikutip dari New York Times.

Namun, jumlah pasukan tersebut tidak lagi termasuk 4.500 orang yang berada di atas kapal induk USS Gerald R Ford. 

Sebab, kapal tersebut telah mengalami berbagai insiden, termasuk kebakaran yang terjadi di ruang cuci. 

Baca juga: Diplomat Senior PBB Mundur, Bongkar Dugaan Skenario Serangan Nuklir ke Iran

USS Gerald R Ford menarik diri dari wilayah tersebut pada 23 Maret dan berlayar ke Kreta. Pada Jumat (27/3/2026), kapal tersebut tiba di Kroasia.

Pekan lalu, Pentagon juga memerintahkan sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat ke Timur Tengah untuk memberi Trump pilihan militer tambahan.

Namun, lokasi pasukan terjun payung Angkatan Darat tidak diumumkan kepada publik. Mereka disebut akan berada dalam jangkauan serang Iran. 

Pasukan terjun payung tersebut dapat digunakan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia utara, tempat pesawat tempur AS membombardir lebih dari 90 target militer awal bulan ini. 

Selain itu, mereka juga dapat dikerahkan untuk operasi darat lainnya bersama dengan marinir.

Tag:  #kirim #peringatan #iran #bakal #targetkan #rumah #pejabat #komandan #israel

KOMENTAR