Korsel Kena Imbas Perang Iran, Menteri Coba Tenangkan Rakyat
Ilustrasi salah satu sudut di Insadong, tempat belanja di Seoul, Korea Selatan. Negara Ini Beri Diskon Pajak dan Atur Harga BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak Imbas Perang Timur Tengah(Dok. Visit Korea)
21:18
1 April 2026

Korsel Kena Imbas Perang Iran, Menteri Coba Tenangkan Rakyat

- Pemerintah Korea Selatan berupaya meredakan lonjakan pembelian kantong sampah imbas perang yang terjadi di Timur Tengah.

Menteri Energi Korea Selatan meredam kekhawatiran atas kekurangan kantong sampah plastik, setelah penjualan di Seoul melonjak karena kekhawatiran pasokan energi.

Seperti diketahui, Korsel merupakan importir utama minyak dan produk sampingan terkait yang digunakan untuk membuat plastik dan berbagai macam barang lainnya.

Dan sebagian besar impor minyak Korea Selatan melewati Selat Hormuz, yang secara efektif ditutup oleh Iran sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.

Baca juga: Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz


Penjualan kantong sampah meningkat lima kali lipat

Dilansir AFP, Senin (30/3/2026), Pemerintah Kota Seoul mengatakan, penjualan harian kantong tersebut melonjak hampir lima kali lipat menjadi 2,7 juta pada minggu lalu.

Bahkan pengecer besar memberlakukan batasan jumlah pembelian bagi pelanggan. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak perlu khawatir.

"Tidak perlu khawatir tentang pasokan kantong sampah standar," kata Menteri Energi Kim Sung-whan.

Baca juga: Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz

Ilustrasi kantong sampah.FREEPIK/ATLASCOMPANY Ilustrasi kantong sampah."Kapasitas untuk menggunakan bahan baku daur ulang sangat memadai, artinya tidak akan ada masalah pasokan selama lebih dari satu tahun," sambungnya.

Dia menambahkan, bahkan dalam skenario terburuk, pemerintah akan mempertimbangkan untuk mengizinkan penggunaan kantong plastik biasa sebagai kantong sampah.

Sebagai informasi, di Seoul sampah rumah tangga hanya dapat dibuang dalam kantong khusus yang dijual di toko-toko.

Baca juga: Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?

Masyarakat Korea Selatan diminta untuk menghemat energi

Penutupan Selat Hormuz telah menghalangi sebagian besar pasokan energi yang menggerakkan perekonomian global.

Kondisi tersebut mengganggu sebagian besar pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga mendorong kenaikan harga energi di seluruh dunia.

Hal ini mendorong Pemerintah "Negeri Ginseng" untuk memberlakukan pembatasan harga bahan bakar. Ini merupakan kebijakan yang pertama sejak 1997.

Baca juga: Kapal Malaysia Kini Dapat Izin Lewati Selat Hormuz Tanpa Biaya

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran tambahan "masa perang" senilai 25 triliun won (Rp 280,95 triliun).

Pihak berwenang Korea juga telah meminta masyarakat untuk menghemat energi, termasuk dengan mandi lebih singkat, lebih banyak berjalan kaki atau bersepeda, dan mengisi daya ponsel di siang hari.

Tag:  #korsel #kena #imbas #perang #iran #menteri #coba #tenangkan #rakyat

KOMENTAR