Kasad AS Didepak Tiba-tiba, Menhan AS Bersih-bersih Militer saat Perang Iran
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mendampingi Presiden AS Donald Trump berkunjung ke markas Pasukan Garda Nasional Udara Michigan pada 29 April 2025 di Pangkalan Garda Nasional Udara Selfridge, Michigan.(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/SCOTT OLSON via AFP)
14:36
3 April 2026

Kasad AS Didepak Tiba-tiba, Menhan AS Bersih-bersih Militer saat Perang Iran

- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dilaporkan meminta Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) AS Jenderal Randy George untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh media AS, CBS, dan dikonfirmasi oleh seorang pejabat yang enggan disebutkan identitasnya pada Kamis (2/4/2026).

Pejabat tersebut membenarkan bahwa George diminta untuk mengambil pensiun dini secepatnya, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Iran Hidupkan Lagi Skenario Perang 1980-an, Siaga Merah Hadapai Invasi Darat AS

Meskipun alasan spesifik di balik permintaan tersebut belum diungkapkan secara resmi, sumber yang dikutip CBS menyebutkan bahwa Hegseth menginginkan sosok pemimpin baru.

"Hegseth menginginkan seseorang yang dapat mengimplementasikan visinya dan visi Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat," tulis laporan tersebut.

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon, Sean Parnell, kemudian memperkuat kabar ini melalui pernyataan di media sosial X. 

Dia mengonfirmasi bahwa Jenderal George akan segera menanggalkan jabatannya.

"Jenderal George akan pensiun dari posisinya. Perlaku segera," tulis Parnell tanpa merinci alasan di balik keputusan mendadak tersebut.

Baca juga: Trump Paparkan Lagi 4 Tujuan Perang Iran, Apa yang Berubah?

Pembersihan massal di Pentagon

Pencopotan Jenderal George menambah daftar panjang perwira senior militer yang didepak selama masa jabatan kedua Trump. 

Langkah ini terjadi di saat AS tengah terlibat dalam konflik bersenjata dengan Iran, yang menurut Trump bisa berlangsung selama beberapa minggu ke depan.

George sendiri merupakan veteran dengan karier militer selama hampir empat dekade. 

Dia pernah ditugaskan dalam berbagai misi di Irak dan Afghanistan, serta menjabat sebagai Wakil Kasad dan asisten militer senior untuk Menteri Pertahanan AS era Joe Biden, Lloyd Austin.

Namun, George bukan satu-satunya yang terkena dampak. Laporan dari The Washington Post dan CBS menyebutkan bahwa Jenderal David Hodne, yang memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan AD, serta Mayor Jenderal William Green Jr selaku Kepala Korps Rohaniwan AD, juga turut dicopot.

Baca juga: Trump Berpotensi Jadi Penjahat Perang, dan Dia Menyombongkannya

Sebelumnya, Trump juga telah melakukan "pembersihan" besar-besaran, termasuk memecat Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Charles Brown pada Februari 2025 tanpa penjelasan.

Menanggapi gelombang pencopotan ini, Hegseth menegaskan bahwa Trump hanya menggunakan haknya untuk memilih pemimpin yang ia inginkan.

Di sisi lain, langkah ini memicu kekhawatiran dari para politisi Partai Demokrat. 

Mereka menilai tindakan tersebut berpotensi memicu politisasi dalam institusi militer AS yang secara tradisional bersikap netral.

Selain perombakan personel, Hegseth juga telah memerintahkan pemangkasan jumlah jenderal dan laksamana bintang empat sebanyak 20 persen, serta pengurangan 10 persen untuk total jumlah jenderal dan perwira tinggi lainnya di jajaran militer AS.

Baca juga: Terbakar Saat Perang Iran, USS Gerald R Ford Berangkat Lagi Usai Diperbaiki di Kroasia

Tag:  #kasad #didepak #tiba #tiba #menhan #bersih #bersih #militer #saat #perang #iran

KOMENTAR