Eks Menlu Iran Sebut Teheran Sudah Unggul, Ungkap Cara Akhiri Perang
- Mantan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyerukan agar Teheran segera mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS), melalui kesepakatan yang mencakup pembatasan program nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dalam opini yang dimuat di jurnal Amerika Foreign Affairs, Zarif menilai Iran memiliki “keunggulan” dalam konflik melawan AS dan Israel.
Namun, ia mengingatkan bahwa melanjutkan perang hanya akan memperbesar kerugian, terutama bagi warga sipil dan infrastruktur negara.
Baca juga: Digempur Habis-habisan, Iran Masih Punya Stok Rudal Melimpah di Bawah Tanah
“Iran harus menggunakan keunggulannya bukan untuk terus berperang, tetapi untuk menyatakan kemenangan dan membuat kesepakatan yang mengakhiri konflik ini dan mencegah konflik berikutnya,” tulis Zarif dalam artikel yang diterbitkan pada Kamis (2/4/2026) malam, dikutip dari AFP.
Ia mengusulkan agar Iran menawarkan pembatasan program nuklir, serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan seluruh sanksi dari AS.
“Kesepakatan ini sebelumnya tidak akan diterima Washington, tetapi mungkin akan diterima sekarang,” lanjutnya.
Selain itu, Zarif juga menyebut Iran perlu membuka kemungkinan kesepakatan lebih luas, termasuk “pakta non-agresi” dengan Amerika serta kerja sama ekonomi.
Diketahui, hubungan diplomatik antara Teheran dan Washington terputus sejak Revolusi 1979.
Baca juga: Iran Mengaku Tembak Jatuh Jet F-35 AS untuk Kedua Kalinya, Pilot Disebut Tak Selamat
Zarif, yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Iran selama 2013–2021 dan menjadi salah satu arsitek kesepakatan nuklir 2015, dikenal sebagai tokoh moderat di lingkaran elite Teheran. Meski demikian, saat ini ia tak lagi memegang jabatan resmi di pemerintahan.
Pernyataan Zarif ini menjadi salah satu yang pertama dari tokoh terkemuka Iran yang secara terbuka mendorong penghentian perang.
Sebaliknya, sejumlah pejabat militer dan politik Iran masih menyerukan agar pertempuran dilanjutkan hingga AS dikalahkan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan adanya pembicaraan dengan Teheran, meskipun tanpa rincian.
Ia juga memperingatkan bahwa Iran dapat dikembalikan ke "zaman batu” jika tidak menyetujui persyaratan yang diajukan.
Baca juga: Trump Ancam Serang Keras Iran, Bawa Teheran ke Zaman Batu
Perang hanya membawa kehancuran
Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah.Zarif mengakui adanya dilema pribadi dalam menyampaikan gagasan perdamaian tersebut di tengah situasi konflik.
“Sebagai warga Iran, yang marah atas agresi sembrono dan penghinaan kasar Donald Trump, tetapi bangga dengan angkatan bersenjata dan rakyat kami yang tangguh, saya merasa bimbang untuk menerbitkan rencana perdamaian ini di Foreign Affairs,” tulisnya di media sosial X pada Jumat (3/4/2026).
“Namun, saya yakin bahwa perang harus diakhiri dengan syarat-syarat yang sesuai dengan kepentingan nasional Iran,” tambahnya.
Dalam tulisannya, Zarif juga mengingatkan bahwa keberlanjutan konflik hanya akan membawa dampak destruktif yang lebih luas.
“Meskipun terus melawan Amerika Serikat dan Israel mungkin memuaskan secara psikologis, hal itu hanya akan menyebabkan kehancuran lebih lanjut terhadap nyawa warga sipil dan infrastruktur,” pungkasnya,
Baca juga: AS Kehilangan 16 Drone MQ-9 Reaper Selama Perang Iran, Kerugian Capai Rp 8,4 T
Tag: #menlu #iran #sebut #teheran #sudah #unggul #ungkap #cara #akhiri #perang