AS-Israel Serang PLTN Bushehr Iran 4 Kali, Rusia Evakuasi Ratusan Staf
Ledakan di kilang minyak Teheran pada Sabtu (7/3/2026), setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang lokasi tersebut dalam lanjutan perang Iran sejak 28 Februari.(AFP/ATTA KENARE)
21:36
4 April 2026

AS-Israel Serang PLTN Bushehr Iran 4 Kali, Rusia Evakuasi Ratusan Staf

- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr dibom empat kali oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.

Ia lalu mengkritik kurangnya perhatian terhadap keselamatan fasilitas nuklir tersebut.

Serangan ini terjadi di tengah peningkatan intensitas penargetan terhadap situs industri Iran oleh AS dan Israel.

Baca juga: AS-Iran Balapan Cari Pilot F-15 yang Jatuh, Kenapa Harus Adu Cepat?

Satu orang dilaporkan tewas akibat pecahan proyektil dalam serangan ini.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan, tidak ditemukan peningkatan tingkat radiasi pasca-serangan, berdasarkan konfirmasi dari otoritas Iran dalam pernyataan resmi pada Sabtu (4/4/2026).

“Tidak ada peningkatan tingkat radiasi,” demikian pernyataan IAEA, dikutip dari Al Jazeera.

Para ahli sebelumnya telah memperingatkan tingginya risiko jika fasilitas nuklir atau petrokimia menjadi sasaran.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan kekhawatiran mendalam atas insiden tersebut.

Ia menegaskan bahwa lokasi nuklir dan area di sekitarnya tidak boleh menjadi target serangan.

“(Menyatakan) keprihatinan mendalam tentang insiden yang dilaporkan, dan mengatakan situs (nuklir) atau daerah terdekat tidak boleh diserang, menekankan bahwa bangunan tambahan di lokasi tersebut mungkin berisi peralatan keselamatan vital,” demikian pernyataan IAEA.

Grossi juga menyerukan pengekangan militer untuk mencegah risiko kecelakaan nuklir.

Baca juga: Ratapan Insinyur Iran: 2 Tahun Bangun Jembatan Terbesar, Hancur 3 Jam Dibom AS

Kerusakan dan evakuasi

Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).VANTOR via AFP Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi adanya kerusakan pada bangunan tambahan di lokasi tersebut.

Bagian utama pembangkit listrik dilaporkan tidak terdampak oleh serangan. Korban tewas merupakan anggota personel keamanan yang bertugas di area tersebut.

Di sisi lain, perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, mengevakuasi ratusan staf dari lokasi Bushehr.

Sebanyak 198 staf Rusia dievakuasi dalam gelombang terbesar pada Sabtu.

“Sesuai rencana, kami memulai gelombang evakuasi utama hari ini, sekitar 20 menit setelah serangan yang naas itu. Bus berangkat dari stasiun Bushehr menuju perbatasan Iran-Armenia. Tepatnya 198 orang—gelombang evakuasi terbesar—berada di dalam bus,” kata Alexei Likhachev.

Rosatom menyatakan, proses evakuasi sebenarnya sudah direncanakan sebelum serangan terjadi.

Langkah evakuasi telah dilakukan sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai.

Baca juga: Iran Buru Pilot AS yang Jatuh, Janjikan Hadiah Jika Warga Berhasil Tangkap

Adapun pembangkit listrik Bushehr merupakan satu-satunya fasilitas nuklir aktif di Iran. Lokasinya berada di kota Bushehr dengan populasi sekitar 250.000 penduduk.

Wilayah ini juga dikenal sebagai pusat industri dan militer penting di Iran.

Selain Bushehr, serangan pada hari yang sama juga menyasar wilayah Khuzestan di Iran selatan.

Beberapa pabrik petrokimia di kawasan tersebut dilaporkan terkena dampak serangan. Setidaknya lima orang mengalami luka-luka.

Baca juga: Pelajaran dari Iran, Jet Tempur AS Kembali Jadi Sasaran Empuk di Teluk

Tag:  #israel #serang #pltn #bushehr #iran #kali #rusia #evakuasi #ratusan #staf

KOMENTAR