Korsel Minta Perlindungan Negara Teluk untuk Kapalnya di Selat Hormuz
Ilustrasi kapal kontainer. Korea Selatan meminta bantuan kepada negara-negara Teluk terkait keselamatan kapalnya di Selat Hormuz yang tengah diblokade Iran. (Freepik/Slon.Pics)
16:18
5 April 2026

Korsel Minta Perlindungan Negara Teluk untuk Kapalnya di Selat Hormuz

- Korea Selatan (Korsel) meminta bantuan kepada negara-negara Teluk terkait keselamatan kapalnya di Selat Hormuz yang tengah diblokade Iran.

Pemerintah Seoul telah bertemu dengan utusan dari negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk memperkuat keamanan energi dan keselamatan kapal-kapal Korea di dekat Selat Hormuz, pada Jumat (3/4/2026).

Seperti diketahui Iran menutup Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke negara tersebut pada akhir Februari 2026.

Kondisi ini mengganggu pelayaran dan menyebabkan ratusan kapal tertahan di selat tersebut.

Baca juga: Trump Ultimatum Iran Lagi, Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka


Menteri Keuangan Korsel Koo Yun-cheol mengatakan pada Minggu (5/4/2026), dalam pertemuan tersebut ia meminta para duta besar GCC untuk memastikan pasokan energi, menurut laporan Reuters.

Itu termasuk minyak, gas alam cair, nafta, urea, dan sumber daya penting lainnya yang stabil.

Koo juga meminta negara-negara Teluk untuk memastikan keselamatan kapal dan awak Korea yang berada di dekat selat Hormuz.

Merespons hal tersebut, utusan GCC mengatakan bahwa Korea Selatan adalah negara "prioritas utama" dan berjanji untuk berkomunikasi dengan Seoul untuk memastikan pasokan yang stabil.

Baca juga: 3 Anggota DK PBB Cegah Negara Teluk Buka Selat Hormuz Pakai Militer

22 kapal Korsel tertahan di Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz.GOOGLE MAPS Ilustrasi Selat Hormuz.Dilansir AFP, Kamis (2/4/2026), setidaknya ada 22 kapal komoditas dari perusahaan Korea Selatan juga terkena dampak penutupan selat Hormuz.

Dari jumlah tersebut, Korea Selatan memiliki tujuh kapal Kapal Tanker Minyak Mentah Sangat Besar (VLCC) yang terjebak di sana sejak perang Iran dimulai.

Seperti negara-negara ekonomi Asia lainnya, Korea Selatan sangat bergantung pada impor energi, termasuk melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20 persen minyak dunia.

Baca juga: Kapal Perancis Berhasil Lewati Selat Hormuz, Jadi yang Pertama dari Eropa

Ada sekitar 670 kapal komoditas mengirimkan sinyal dari sebelah barat Selat Hormuz, dengan perusahaan pengiriman dari Yunani, UEA, dan China paling terpengaruh.

Dari jumlah tersebut, ada 50 VLCC ikut terjebak, bersama dengan 11 Kapal Tanker Gas Sangat Besar (VLGC).

Namun, jumlah ini bisa jadi lebih besar karena beberapa kapal kemungkinan telah mematikan transpondernya.

Tag:  #korsel #minta #perlindungan #negara #teluk #untuk #kapalnya #selat #hormuz

KOMENTAR