BREAKING NEWS: Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang AS-Iran 2 Pekan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.(AFP/NATHAN HOWARD)
06:19
8 April 2026

BREAKING NEWS: Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang AS-Iran 2 Pekan

- Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu. 

Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.

Sebelumnya, dia mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Baca juga: Ancam Lenyapkan Peradaban Iran, Akhir Era Kepatuhan AS pada Hukum Internasional?

Dia menepatkan tenggap Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). 

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (7/6/2026) waktu AS atau Rabu (8/4/2026) WIB, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut akan berlaku jika Iran setuju untuk membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz secara penuh.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," tulis Trump, sebagaimana dilansir BBC. 

Trump menegaskan bahwa langkah ini akan menjadi sebuah gencatan senjata dua sisi. Namun, dia memberikan syarat mutlak agar kesepakatan ini berjalan.

"Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman," tegasnya.

Baca juga: Iran Serang Fasilitas Energi Arab Saudi, Targetkan Perusahaan AS

Peran Pakistan

Dalam pengumumannya, Trump menyebutkan nama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir sebagai tokoh kunci di balik kesepakatan kondisional ini. 

Trump mengungkapkan bahwa para pemimpin Pakistan tersebut yang membujuknya untuk menunda serangan militer.

"Mereka meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang (sedianya) dikirim malam ini ke Iran," ungkap Trump dalam unggahannya.

Terkait alasan penghentian serangan, Trump mengeklaim bahwa operasi militer AS telah mencapai target yang diinginkan. 

"Kita sudah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer," katanya.

Baca juga: Jelang Tenggat Waktu Trump, AS-Israel Kembali Serang Pulau Kharg Iran

Selain faktor tercapainya target militer, Trump menyebutkan bahwa saat ini proses menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah sudah sangat maju. 

Dia mengungkapkan bahwa pihak Iran telah mengirimkan rencana sepuluh poin kepada AS dan Israel.

Meski detail rencana tersebut belum dibuka secara umum, Trump menilainya sebagai landasan yang realistis untuk proses negosiasi.

"Hampir semua dari berbagai poin pertentangan di masa lalu telah disepakati antara AS dan Iran, tetapi periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan disempurnakan," jelas Trump.

Ia juga menambahkan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi dirinya bisa membawa masalah jangka panjang ini menuju sebuah resolusi.

Baca juga: Ultimatum Trump ke Iran: Seluruh Peradaban Akan Mati Malam Ini

Respons Iran

Warga Iran mengibarkan bendera negara dalam aksi mendukung angkatan bersenjata di Teheran, 25 Maret 2026.AFP Warga Iran mengibarkan bendera negara dalam aksi mendukung angkatan bersenjata di Teheran, 25 Maret 2026.

Di sisi lain, media pemerintah Iran segera melaporkan pernyataan Trump tersebut dengan sudut pandang yang berbeda. 

Salah satu media Iran menggunakan tajuk utama dengan judul Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu, menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang.

Media tersebut bahkan menyebut langkah Trump sebagai mundur yang memalukan dari retorika anti-Iran.

Kendati pengumuman gencatan senjata ini membawa angin segar, masih banyak pertanyaan besar mengenai stabilitas di kawasan Timur Tengah. 

Belum diketahui secara pasti bagaimana Trump akan membingkai narasi ini ke depannya, apakah sebagai kemenangan diplomatik atau sekadar jeda taktis.

Sejumlah sumber mengatakan kepada BBC bahwa kemungkinan adanya serangan udara lanjutan jika kesepakatan tidak difinalisasi setelah masa dua minggu berakhir. 

Selain itu, posisi sekutu AS dan langkah militer Israel ke depannya terhadap Iran masih menjadi teka-teki yang krusial bagi perdamaian di wilayah tersebut.

Baca juga: Qatar Beri Sinyal Serangan Besar AS ke Iran, Sebut Situasi Hampir Lepas Kendali

Tag:  #breaking #news #trump #umumkan #gencatan #senjata #perang #iran #pekan

KOMENTAR