Trump Mau Hukum NATO Imbas Tak Dibantu Saat Perang Iran
Pemerintahan Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah untuk “menghukum” sejumlah negara anggota NATO yang dinilai tidak mendukung Amerika Serikat dan Israel dalam perang melawan Iran.
Menurut pejabat pemerintahan, sebagaimana dilansir The Wall Street Journal, Rabu (8/4/2026), rencana tersebut mencakup pemindahan pasukan AS dari negara-negara NATO ke negara yang dinilai lebih mendukung operasi AS.
Langkah ini jauh lebih ringan dibanding ancaman Trump sebelumnya untuk menarik AS sepenuhnya dari NATO, yang secara hukum tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan Kongres.
Baca juga: Trump Bela Israel yang Langgar Gencatan Senjata, Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan
Selain memindahkan pasukan, rencana tersebut juga membuka kemungkinan penutupan pangkalan militer AS di setidaknya satu negara Eropa, dengan Spanyol atau Jerman disebut sebagai kandidat.
Saat ini, sekitar 84.000 tentara AS ditempatkan di seluruh Eropa. Pangkalan-pangkalan ini berperan penting sebagai pusat operasi militer global AS sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi negara tuan rumah.
Gedung Putih kritik keras NATO
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan kekecewaan terhadap sikap NATO.
“Cukup menyedihkan bahwa NATO membelakangi rakyat Amerika selama enam minggu terakhir, padahal rakyat Amerika yang mendanai pertahanan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Trump akan melakukan percakapan yang “sangat terus terang dan terbuka” dengan Sekjen NATO, Mark Rutte, yang datang ke Washington untuk membahas hubungan kedua pihak.
Trump sendiri mengaku “sangat kecewa” terhadap NATO dan menyebut sikap aliansi itu sebagai “noda yang tidak akan pernah hilang.”
Sebelumnya, ia juga menulis bahwa negara-negara NATO “tidak melakukan apa pun untuk membantu dalam perang dengan Iran” dan menambahkan, “AS TIDAK MEMBUTUHKAN APA PUN DARI NATO.”
Namun, pejabat Eropa membantah kritik tersebut. Mereka menyatakan, tidak pernah diajak berkonsultasi sebelum perang dimulai, sehingga sulit bagi mereka untuk merespons secara cepat dan terkoordinasi.
Baca juga: Trump Ngamuk CNN Beritakan Klaim Iran Menang Perang, Desak Permintaan Maaf
Sejumlah negara Eropa dinilai menghambat
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, tidak setuju dengan serangan AS dan Israel ke Iran.
Beberapa negara anggota NATO disebut membuat kebijakan yang menghambat operasi AS selama perang Iran.
Spanyol dilaporkan memblokir pesawat AS yang terlibat dalam operasi Iran untuk menggunakan wilayah udaranya.
Sementara itu, Italia sempat menolak penggunaan pangkalan udara di Sisilia, dan Perancis hanya mengizinkan penggunaan pangkalan dengan syarat pesawat tidak terlibat dalam serangan ke Iran.
Di sisi lain, pejabat AS juga merasa frustrasi terhadap Jerman setelah sejumlah pejabatnya mengkritik perang tersebut, meski negara itu merupakan salah satu pusat logistik militer AS terbesar di Eropa.
Negara pendukung berpotensi diuntungkan
Sebaliknya, beberapa negara Eropa Timur justru berpotensi mendapatkan keuntungan dari rencana ini karena dianggap lebih mendukung AS.
Negara-negara seperti Polandia, Rumania, Lithuania, dan Yunani disebut memiliki komitmen tinggi dalam belanja pertahanan dan mendukung koalisi internasional untuk memantau Selat Hormuz.
Bahkan, Rumania dengan cepat menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan udaranya setelah perang pecah.
Namun, pemindahan pasukan ke wilayah Eropa Timur berpotensi memperdekat posisi militer AS ke perbatasan Rusia, yang bisa memicu ketegangan baru dengan Moskwa.
Baca juga: Trump Ancam Kenakan Tarif 50 Persen bagi Negara yang Pasok Senjata ke Iran
Tag: #trump #hukum #nato #imbas #dibantu #saat #perang #iran