AS Disalahkan atas Gagalnya Negosiasi, Dinilai Mendikte Iran
Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyalahkan Amerika Serikat atas kegagalan negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah mandeknya pembicaraan damai antara kedua negara.
Zarif menilai pendekatan Amerika Serikat yang dianggap ingin mendikte syarat menjadi penyebab utama kegagalan tersebut.
Baca juga: AS Belum Tuntas Hancurkan Armada Iran, Kapal Kecil IRGC Masih Kuasai Hormuz
AS dinilai memaksakan syarat
Zarif, yang pernah memimpin delegasi Iran dalam perundingan nuklir 2015, menegaskan bahwa negosiasi tidak akan berhasil jika didasarkan pada syarat sepihak.
“Tidak ada negosiasi—setidaknya dengan Iran—yang akan berhasil jika didasarkan pada ‘syarat kami/Anda’,” katanya pada Minggu (12/4/2026), sebagaimana dilansir AFP.
Ia juga menyinggung sikap Amerika Serikat yang dianggap tidak menghormati posisi Iran dalam perundingan.
“Amerika Serikat harus belajar: Anda tidak bisa mendikte syarat kepada Iran. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Belum,” tambahnya dalam unggahan di media sosial X.
Pembicaraan damai berakhir tanpa kesepakatan
Sebelumnya, pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan damai di Pakistan pada Sabtu.
Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar 21 jam di tengah gencatan senjata yang masih bertahan.
Baca juga: AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan, Apakah Perang Akan Pecah Lagi?
Namun, pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan. Menurut laporan Axios yang mengutip sumber anonim, perbedaan utama mencakup tuntutan Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz serta penolakannya untuk menghentikan program pengayaan uranium.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang memimpin delegasi negaranya, menyatakan bahwa Iran “memilih untuk tidak menerima syarat kami.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengakui bahwa kedua pihak sebenarnya telah mencapai kesepakatan pada beberapa poin. Namun, ia menegaskan bahwa “perbedaan masih ada pada dua atau tiga isu penting.”
Adapun ketegangan ini telah berlangsung sejak 28 Februari, ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Insiden tersebut memicu serangan balasan yang dengan cepat meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.
Namun, AS dan Iran, melalui mediasi Pakistan, sepakat gencatan senjata pada Selasa (7/4/2026) malam waktu AS.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah kedua pihak akan kembali melanjutkan kontak diplomatik.
Baca juga: Kata Iran soal Penyebab Perundingan dengan AS Gagal Capai Kesepakatan, Singgung 3 Topik
Tag: #disalahkan #atas #gagalnya #negosiasi #dinilai #mendikte #iran