Perundingan Gagal, Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para penasihatnya disebut sedang mempertimbangkan opsi untuk melanjutkan serangan militer terbatas ke Iran setelah perundingan di Islamabad, Pakistan pada Minggu (12/4/2026) berakhir buntu.
Kegagalan perundingan ini dipicu oleh penolakan keras Teheran untuk menghentikan program nuklirnya, yang selama ini menjadi alasan utama Trump melancarkan perang.
Sementara, Teheran mengeklaim tuntutan AS untuk mencapai kesepakatan, tidak masuk akal.
Sebagai langkah awal untuk memecah kebuntuan, Trump telah memerintahkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz guna memberikan tekanan maksimal bagi perekonomian Iran.
Baca juga: Trump Ngamuk Negosiasi AS-Iran Gagal, Mulai Blokade Selat Hormuz
Opsi lain
Trump juga memiliki opsi untuk melanjutkan kampanye pengeboman skala penuh, meskipun para pejabat mengatakan itu kurang mungkin mengingat prospek destabilisasi lebih lanjut di kawasan itu dan keengganan presiden terhadap konflik militer yang berkepanjangan.
Dia juga dapat mencari blokade yang lebih sambil menekan sekutu untuk bertanggung jawab atas misi pengawalan militer yang berkepanjangan melalui Selat Hormuz.
Setelah kegagalan pembicaraan AS-Iran di Pakistan, Trump menghabiskan sebagian besar hari Minggu di resornya di pinggiran kota Miami, Doral, Florida, dengan menelepon ke acara Fox News, bermain golf, dan berbicara dengan para penasihatnya.
Trump tetap terbuka terhadap solusi diplomatik meskipun menjanjikan blokade dan kembali mengancam akan menargetkan infrastruktur Iran.
“Saya sebenarnya tidak ingin melakukannya, tetapi itu adalah air mereka, pabrik desalinasi mereka, pembangkit listrik mereka, yang sangat mudah untuk diserang,” kata Trump di Fox News.
Baca juga: Putin Turun Tangan, Mau Bantu Damaikan AS-Iran
Respons Gedung Putih
Seorang juru bicara Gedung Putih menolak untuk membahas pilihan spesifik yang dimiliki Trump.
“Presiden telah memerintahkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz, mengakhiri pemerasan Iran, dan dengan bijak tetap mempertimbangkan semua opsi tambahan,” kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales, dikutip dari Wall Street Journal.
“Siapa pun yang mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa mereka tahu apa yang akan dilakukan Presiden Trump selanjutnya hanyalah spekulasi belaka,” sambungnya.
Trump menegaskan, Iran ingin kembali ke meja perundingan, dengan seorang pejabat yang dekat dengan tim perundingan AS mengatakan bahwa tawaran masih ada.
Reza Amiri Moghadam, anggota senior delegasi Iran dalam perundingan tersebut, menyebutnya sebagai awal dari sebuah proses.
“Perundingan Islamabad meletakkan dasar bagi proses diplomatik yang jika kepercayaan dan kemauan diperkuat, dapat menciptakan kerangka kerja berkelanjutan untuk kepentingan semua pihak,” tulisnya di media sosial.
Baca juga: Diberi Rute Khusus, 3 Kapal Ini Berhasil Lewati Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata
Garis merah AS
Wakil Presiden AS JD Vance (kiri) disambut oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menjelang perundingan perdamaian AS-Iran di Islamabad pada 11 April 2026. Vance tiba di ibu kota Pakistan untuk memimpin delegasi AS dalam perundingan perdamaian yang sangat penting dengan Iran, di bawah naungan gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara Washington dan Teheran, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator dalam negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik selama enam minggu.
Para pejabat AS menguraikan garis merah Trump dalam negosiasi lebih lanjut dengan Iran.
Garis merah tersebut meliputi, Iran sepenuhnya membuka Selat Hormuz tanpa pungutan tol, mengakhiri semua pengayaan uranium dan membongkar fasilitas pengayaan, menyerahkan uranium yang telah diperkaya secara tinggi, menerima kerangka keamanan yang lebih luas yang mencakup sekutu regional, dan mengakhiri pendanaan terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah di Lebanon dan pemberontak Houthi di Yaman.
Perundingan di Pakistan yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, gagal setelah Iran menolak untuk menghentikan program nuklirnya.
Baca juga: Dilema Trump Usai Negosiasi Damai AS-Iran Gagal
Trump mengatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir adalah faktor penting mengapa ia melancarkan perang.
Para pejabat AS dan orang-orang lain yang dekat dengan pemerintahan menuturkan, opsi apa pun yang dipilih Trump selanjutnya menghadapi risiko besar.
Melancarkan kembali perang skala penuh akan semakin menguras amunisi penting AS dan membuat Trump lebih rentan terhadap reaksi negatif dari basis pemilih yang skeptis terhadap konflik di Timur Tengah.
Namun, mengurangi operasi militer dengan kondisi Iran tetap mempertahankan ambisi nuklirnya dan kendali atas selat tersebut akan dipandang sebagai kemenangan bagi Teheran.
Baca juga: 5 Kendala di Balik Gagalnya Perundingan AS-Iran
Tiru kesuksesan blokade Venezuela
Beberapa pejabat dan analis memuji keputusan Trump untuk memberlakukan blokade angkatan laut di selat tersebut sebagai pilihan terbaik.
Sekitar setengah dari pendapatan pemerintah Iran berasal dari minyak dan gas.
Blokade akan mencekik ekspor minyak Iran dan menunjukkan kepada sekutu AS dan pasar energi global bahwa Teheran tidak dapat menyandera selat tersebut.
“Kita telah melihat strategi blokade ini pada dasarnya berhasil di Venezuela dan Trump memiliki kesempatan untuk menirunya di sini,” kata Matthew Kroenig, mantan pejabat Pentagon yang sekarang berada di Atlantic Council.
Baca juga: Tak Lagi Andalkan AS, Negara Teluk Borong Drone Pencegat Murah dari Ukraina
“Saya pikir ini adalah cara untuk benar-benar meningkatkan tekanan pada rezim dan memaksa mereka menghadapi beberapa dilema sulit,” sambungnya.
Blokade memiliki dampak negatif tersendiri.
Pemerintah Iran belum juga tunduk pada tekanan ekonomi dari AS, termasuk sanksi yang melumpuhkan selama beberapa dekade, dan tetap menentang setelah berminggu-minggu dibom secara intensif oleh AS dan Israel.
Para pejabat AS mengatakan, kapal-kapal angkatan laut yang beroperasi di selat sempit di lepas pantai Iran dapat menghadapi serangan rudal dan drone baru tanpa peringatan yang cukup untuk bereaksi.
Pada Minggu, Trump membenarkan penderitaan sementara sebagai harga yang harus dibayar untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Tag: #perundingan #gagal #trump #pertimbangkan #serangan #terbatas #iran