AS Tetapkan Zona Blokade: Cegat Kapal di Teluk Oman dan Laut Arab Timur Selat Hormuz
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.(NASA EARTH OBSERVATORY via AFP)
19:42
13 April 2026

AS Tetapkan Zona Blokade: Cegat Kapal di Teluk Oman dan Laut Arab Timur Selat Hormuz

Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan wilayah penerapan blokade terhadap Iran, yang akan mencakup perairan Teluk Oman dan Laut Arab di sisi timur Selat Hormuz.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh kapal tanpa memandang bendera negara, sehingga meningkatkan ketegangan di salah satu jalur energi terpenting dunia.

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pemberitahuan kepada pelaut yang dilihat Reuters pada Senin (13/4/2026), menyebutkan blokade mulai berlaku pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB nanti.

Baca juga: AS Siap Blokade Selat Hormuz, Berani Sita Kapal China-Rusia?

Dalam pemberitahuan tersebut ditegaskan, setiap kapal yang memasuki atau keluar dari wilayah yang diblokade tanpa izin berisiko dicegat, dialihkan, bahkan ditangkap oleh militer AS.

“Setiap kapal yang masuk atau keluar dari area blokade tanpa otorisasi akan dikenai intersepsi, pengalihan, dan penahanan,” demikian isi pemberitahuan tersebut.

Tetap buka jalur pengiriman bantuan kemanusiaan

Wilayah blokade disebut mencakup seluruh garis pantai Iran, termasuk pelabuhan dan terminal minyak, meskipun tidak terbatas pada titik-titik tersebut saja.

Namun, AS menyatakan tetap membuka jalur bagi pengiriman bantuan kemanusiaan, seperti makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya, dengan syarat melalui proses pemeriksaan.

Meski memperluas cakupan operasi, AS menegaskan kebijakan ini tidak akan mengganggu kebebasan pelayaran di Selat Hormuz untuk kapal-kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan non-Iran.

Langkah ini diambil setelah perundingan akhir pekan antara pihak-pihak terkait gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik Iran.

Baca juga: Tak Ikut Blokade Hormuz, Perancis-Inggris Bakal Tetap Bantu Amankan Selat

Kondisi tersebut membuat gencatan senjata yang sebelumnya dicapai kini berada di ujung ketidakpastian.

Di sisi lain, sebagaimana dilansir Tasnim News Agency, Iran melalui Korps Garda Revolusi telah memperingatkan setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.

Sementara itu, sejumlah analis militer memperingatkan risiko meluasnya konflik, termasuk kemungkinan serangan balasan terhadap kapal atau infrastruktur energi di negara-negara Teluk yang menjadi sekutu AS.

Mantan Laksamana Angkatan Laut AS, Gary Roughead, bahkan menilai Iran memiliki opsi untuk merespons dengan menyerang kapal di Teluk atau fasilitas pendukung militer AS di kawasan Teluk.

Dengan cakupan blokade yang luas dan ancaman balasan dari Iran, situasi di sekitar Selat Hormuz kini berpotensi semakin memanas, sekaligus meningkatkan risiko gangguan terhadap pasokan energi global.

Tag:  #tetapkan #zona #blokade #cegat #kapal #teluk #oman #laut #arab #timur #selat #hormuz

KOMENTAR