''Cekik'' Iran Jelang Negosiasi, AS Umumkan Sanksi Baru untuk Teheran
- Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru kepada Iran pada Rabu (15/4/2026) jelang negosiasi kedua untuk mengakhiri perang.
Sanksi baru ini menargetkan infrastruktur transportasi minyak dengan menjatuhkan sanksi kepada lebih dari dua lusin orang, perusahaan, dan kapal yang beroperasi dalam jaringan taipan perkapalan minyak Mohammad Hossein Shamkhani.
"Departemen Keuangan AS bergerak agresif dengan menargetkan elite rezim seperti keluarga Shamkhani yang berupaya mengambil keuntungan dengan mengorbankan rakyat Iran," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Kamis (16/4/2026).
AS menuduh jaringan Shamkhani yang beroperasi di Iran dan Uni Emirat Arab, menghindari sanksi melalui sekelompok perusahaan konsultan dan pengiriman yang tampaknya sah yang mengelola armada jaringan tersebut.
Tahun lalu, AS memberlakukan sanksi terhadap entitas yang terkait dengan jaringan tersebut.
Baca juga: AS Optimis Capai Kesepakatan dengan Iran, Peringatkan Tekanan Ekonomi jika Menolak
Perusahaan milik anak Ali Shamkhani
Hossein Shamkhani adalah putra dari pejabat keamanan Ali Shamkhani, seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang terbunuh pada 28 Februari.
"AS bertindak secara tegas membatasi kemampuan Iran untuk menghasilkan pendapatan saat mereka berupaya menyandera Selat Hormuz," kata Departemen Luar Negeri dalam komunike terpisah.
Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas, sebagai pembalasan atas kampanye perang AS dan Israel.
Baca juga: AS Keberatan Rusia Ingin Ambil Alih Cadangan Uranium Iran
Pada Selasa (14/4/2026), Departemen Keuangan mengatakan tidak akan memperpanjang pengecualian sanksi sementara yang mengizinkan penjualan minyak Iran yang sudah berada di laut.
Ini merupakan upaya untuk mengurangi tekanan pada harga minyak yang melonjak karena perang.
Departemen Keuangan juga mengumumkan sanksi terhadap seorang pria Iran bernama Seyed Naiemaei Badroddin Moosavi.
Ia digambarkan sebagai penyandang dana untuk Hizbullah yang didukung Iran dan tiga perusahaan yang terkait dengan skema pencucian uang kompleks yang melibatkan penjualan minyak Iran dengan imbalan emas Venezuela.
Baca juga: Iran Beri Peringatan soal Blokade Selat Hormuz, Ancam Tenggelamkan Kapal AS
Blokade AS di Selat Hormuz
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.
Sanksi baru ini berpotensi semakin memberi tekanan ekonomi pada Teheran usai blokade AS di Selat Hormuz.
Blokade itu menargetkan semua kapal dari dan menuju semua pelabuhan Iran di selat strategis tersebut.
Terbaru, Komando Pusat AS (Centcom) mengeklaim, USS Spruance, sebuah kapal perusak rudal berpemandu Aegis telah memaksa sebuah kapal kargo berbendera Iran untuk kembali ke Iran.
Baca juga: 20 Kapal Berhasil Lewat Selat Hormuz di Tengah Blokade AS, Lalu Lintas Mulai Pulih?
Ini adalah kapal ke-10 yang dipaksa mundur oleh pasukan AS sejak blokade dimulai, yang kini memasuki hari ketiga.
“Kemarin, sebuah kapal kargo berbendera Iran mencoba menghindari blokade AS setelah meninggalkan Bandar Abbas, keluar dari Selat Hormuz, dan melintasi garis pantai Iran," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.
"Kapal perusak rudal USS Spruance (DDG 111) berhasil mengalihkan arah kapal tersebut, yang sedang menuju kembali ke Iran. Sepuluh kapal telah diputar balik dan NOL kapal berhasil menerobos sejak dimulainya blokade AS pada hari Senin,” sambungnya.
Kedua negara dijadwalkan akan segera melakukan perundingan lanjutan di Pakistan usai gagal pencapai kesepakatan pada pertemuan sebelumnya.
Tag: #cekik #iran #jelang #negosiasi #umumkan #sanksi #baru #untuk #teheran