Pertemuan Pakistan dan Iran Bahas 3 Poin Penting, Akankah Perang Segera Berakhir?
- Kepala Angkatan Darat Pakistan tiba di Teheran, Iran, pada Rabu (15/4/2026).
Di sana, dia dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran untuk membahas langkah diplomatik terbaru guna meredakan ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.
Pertemuan ini menjadi putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang saling serang sejak akhir Februari 2026.
Pakistan muncul sebagai mediator kunci setelah menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara AS dan Iran yang berujung pada kesepakatan gencatan senjata pekan lalu.
Kini, negara itu berupaya untuk mengadakan pertemuan kembali sebelum tenggat waktu gencatan senjata berakhir.
Baca juga: Iran Tuntut Ganti Rugi 5 Negara yang Diduga Terlibat Serangan AS-Israel, Mana Saja?
Perkembangan kesepakatan AS dan Iran
Dilansir dari AP News, pertemuan antara Pakistan dan Iran akan berlangsung di Islamabad, meski belum ada keputusan lebih lanjut.
Pertemuan ini terjadi di tengah blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sementara itu, pemerintahan Trump memperingatkan akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan sanksi ekonomi baru terhadap negara-negara yang berbisnis dengannya.
Meskipun blokade AS terhadap pelabuhan Iran dan ancaman Iran yang diperbarui memperketat kesepakatan gencatan senjata, para pejabat regional melaporkan adanya kemajuan.
Mereka bilang AS dan Iran telah mencapai “kesepakatan prinsip” untuk memungkinkan lebih banyak diplomasi.
Keduanya berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi yang mengikuti pertemuan pekan lalu bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, menyampaikan bahwa pemerintah Iran akan melanjutkan pembicaraan hari ini, Kamis (16/4/2026).
Di tengah upaya perdamaian ini, ketegangan masih terjadi.
Komandan komando militer gabungan Iran, Ali Abdollahi, mengancam akan menghentikan perdagangan di kawasan itu jika AS tidak mencabut blokade angkatan lautnya.
Seorang penasihat militer yang baru diangkat untuk Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga mengatakan bahwa dia tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata.
“Tidak seperti Amerika yang takut akan perang yang berkelanjutan, kami sepenuhnya siap dan terbiasa dengan perang yang panjang,” ungkap mantan komandan di Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezaei.
Sementara itu, Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan AS belum secara resmi meminta perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, yang akan berakhir pada hari Selasa nanti.
“Saat ini, kami tetap sangat terlibat dalam negosiasi dan pembicaraan ini,” kata Leavitt.
3 poin yang dibahas
Dalam pertemuan kemarin, para mediator membahas tiga poin utama yang menggagalkan pembicaraan langsung akhir pekan lalu, yakni program nuklir Iran, Selat Hormuz, dan kompensasi atas kerusakan akibat perang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan Iran terbuka untuk membahas jenis dan tingkat pengayaan uraniumnya, tetapi negaranya berdasarkan kebutuhannya, harus mampu melanjutkan pengayaan.
Tim negosiasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance mendesak Iran untuk menyetujui moratorium pengayaan uranium selama 20 tahun, sebagai bagian dari kesepakatan potensial untuk mengakhiri perang.
Pihak Iran kemudian menawarkan penangguhan pengayaan uranium selama lima tahun.
Namun, tawaran ini segera ditolak oleh Gedung Putih. Proposal yang saling bertentangan ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.
Baca juga: AS Cegat 6 Kapal di Hormuz, Klaim Blokade Lumpuhkan 90 Persen Ekonomi Iran Jalur Laut
Trump isyaratkan perang segera berakhir
Di tengah pembicaraan perdamaian yang dimediasi Pakistan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengisyaratkan bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir.
"Saya rasa ini sudah hampir berakhir, ya. Saya menganggapnya sudah sangat dekat dengan akhir," ungkapnya, dilansir dari Fox Business, Rabu (15/4/2026).
Meski demikian, dia menegaskan tidak akan menarik pasukan AS di Kawasan Teluk.
Trump bahkan masih memberlakukan blokade angkatan laut terhadap semua kapal yang dari Pelabuhan Iran.
Keputusan ini menandai peningkatan intensitas konflik setelah AS setuju untuk menghentikan serangan Iran pada pekan lalu.
“Jika saya menarik pasukan sekarang juga, mereka akan membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu. Dan kami belum selesai,” katanya.
“Kita lihat saja nanti. Saya rasa mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," imbuh Trump.
Tag: #pertemuan #pakistan #iran #bahas #poin #penting #akankah #perang #segera #berakhir