Parlemen AS Desak Pemerintah Buka Rahasia Nuklir Israel
Pada Senin (22/2/2021), foto satelit dari Planet Labs Inc menunjukkan pembangunan di Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev dekat kota Dimona, Israel. Sebuah fasilitas nuklir Israel yang telah lama dirahasiakan yang melahirkan program senjata atom yang tidak diumumkan sedang menjalani apa yang tampaknya menjadi proyek konstruksi terbesarnya dalam beberapa dekade, menurut foto satelit yang dianalisis oleh Associated Press. (PLANET LABS INC via
12:42
7 Mei 2026

Parlemen AS Desak Pemerintah Buka Rahasia Nuklir Israel

- Sekelompok anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat telah menyerukan kepada Departemen Luar Negeri untuk mengakhiri kebungkaman pemerintah yang telah berlangsung lama mengenai kemampuan nuklir Israel.

Dalam surat yang dikirim kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio, para politisi Partai Demokrat menilai transparansi sangat penting di tengah memanasnya perang AS-Israel melawan Iran.

Meskipun Israel diyakini telah memiliki senjata nuklir sejak tahun 1960-an, negara itu mempertahankan kebijakan ketidaktransparan nuklir, serta tidak pernah secara resmi mengkonfirmasi keberadaan program dan persenjataan senjata nuklirnya.

Gedung Putih juga telah lama mempertahankan ambiguitas mengenai masalah ini, meskipun ada beberapa pengakuan tersirat. 

Baca juga: Trump Klaim Iran Setuju untuk Tidak Memiliki Senjata Nuklir

Apa isi surat itu?

Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (6/5/2026), dalam surat tertanggal 4 Mei itu, para anggota parlemen secara gamblang menanyakan kepada Rubio tentang kemampuan senjata nuklir apa yang dimiliki Israel, serta informasi yang jelas tentang hulu ledak dan peluncurnya.

Mereka secara khusus memfokuskan perhatian pada Pusat Penelitian Nuklir Negev di Dimona, yang sejak lama diyakini sebagai inti dari program nuklir Israel.

“Apakah Israel saat ini memiliki kemampuan pengayaan uranium dan pada tingkat berapa?” tanya mereka, seraya meminta rincian tentang produksi bahan fisil dan plutonium.

Baca juga: Serangan AS-Israel Tak Cukup Tangguh, Fasilitas Nuklir Iran Masih Bertahan

"Apakah Israel, yang bukan penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), telah mengartikulasikan kepada AS doktrin nuklir, garis merah, atau ambang batas penggunaan nuklir dalam konteks konflik saat ini dengan Iran?"

“Apakah pemerintah telah menerima jaminan dari Israel bahwa senjata nuklir tidak akan digunakan?”

“Apakah ada indikasi bahwa Israel berencana untuk menggunakan atau mengerahkan senjata nuklir selama konflik Iran baru-baru ini atau selama konflik lainnya?”

Baca juga: Tak Bisa Dinego, Mojtaba Khamenei Berkukuh Pertahankan Nuklir Iran

Apa arti penting dari surat tersebut?

Beberapa anggota parlemen sebelumnya telah menyerukan transparansi yang lebih besar mengenai senjata nuklir Israel

Misalnya, Perwakilan James McGovern menyebut Israel sebagai negara bersenjata nuklir dalam sebuah resolusi pada 2019.

Namun, tekanan terkoordinasi dari Kongres terhadap pemerintahan presiden AS sangatlah jarang terjadi.

Surat itu muncul di tengah meningkatnya pertanyaan dari para anggota parlemen dari kedua partai mengenai hubungan dekat Washington dengan Israel di tengah genosida di Gaza dan perang AS-Israel melawan Iran.

Baca juga: Badan Nuklir Dunia Ungkap Lokasi Uranium Iran, Diduga Ada di Isfahan

Pada April lali, 40 senator Demokrat memberikan suara mendukung rancangan undang-undang untuk memblokir penjualan buldoser militer ke Israel.

Meskipun gagal, para pendukungnya memuji peningkatan tekanan di kalangan Demokrat sebagai langkah bersejarah.

Sementara itu, pemerintahan Trump mengatakan, mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir adalah tujuan utama dalam perang mereka. 

Teheran selama bertahun-tahun membantah berupaya mengembangkan senjata semacam itu.

Baca juga: Selat Hormuz Jadi Taruhan, Iran Minta Isu Nuklir Tak Dibahas Dulu

Apa yang diketahui tentang program nuklir Israel?

Ilustrasi senjata nuklirThinkstock Ilustrasi senjata nuklir

Beberapa mantan pejabat AS, informan Israel, dan dokumen intelijen AS yang tidak diklasifikasikan selama beberapa dekade, telah mengungkap dugaan program nuklir Israel.

Dokumen menunjukkan, pada 1968, CIA memberi tahu Presiden AS saat itu, Lyndon B Johnson bahwa Israel telah mengembangkan atau mampu mengembangkan senjata nuklir. 

Presiden Richard Nixon kemudian dilaporkan mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel, Golda Meir yang setuju untuk tidak mengakui atau menguji persenjataan nuklirnya sebagai imbalan atas penghentian tekanan pengawasan oleh Washington.

Seorang teknisi nuklir Israel yang kemudian menjadi pelapor, Mordechai Vanunu membocorkan bukti tentang Pusat Penelitian Nuklir Negev kepada Sunday Times di Inggris dalam sebuah laporan penting pada 1968.

Baca juga: Ilmuwan China Ciptakan Predator, Buru Bahan Nuklir di Lautan

Dalam suratnya kepada Rubio, para anggota parlemen AS menilai, catatan publik secara kuat dan konsisten mendukung kesimpulan bahwa Israel memiliki senjata nuklir. 

Mereka merujuk pada Laporan Intelijen Nasional Khusus AS tahun 1974 dan beberapa pernyataan dari pejabat AS dan Israel.

Para pejabat AS termasuk mantan calon menteri pertahanan Robert Gates pernah menyebut Israel sebagai salah satu kekuatan yang memiliki senjata nuklir di dunia.

Nuclear Threat Initiative memperkirakan, Israel memiliki 90 hulu ledak nuklir, persediaan plutonium sebanyak 750 hingga 1.110 kg, enam kapal selam yang mampu meluncurkan senjata nuklir, dan rudal balistik jarak menengah yang mampu mencapai jarak 4.800 hingga 6.500 km.

Tag:  #parlemen #desak #pemerintah #buka #rahasia #nuklir #israel

KOMENTAR