AS Tambah 6.000 Tentara ke Timur Tengah Jelang Gencatan Senjata Berakhir
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan untuk menambah pasukan di seluruh Timur Tengah, menurut laporan Washington Post yang mengutip pejabat AS.
Hal ini dilakukan seiring mendekati berakhirnya gencatan senjata rapuh selama dua minggu antara Washington dan Teheran, pada 22 April 2026.
Keduanya belum secara resmi menyetujui perpanjangan meskipun komunikasi diplomatik terus berlanjut.
Baca juga: Uni Eropa Susun Strategi Hadapi Krisis Energi akibat Perang Iran
Dikutip dari Newsweek, Rabu (15/4/2026), AS menambah kemampuan amfibi, penerbangan, dan respons cepat ke armada laut yang terus berkembang dan sudah beroperasi di dekat Iran.
Sekitar 6.000 anggota militer AS di atas kapal induk USS George HW Bush dan kapal-kapal perang pengawalnya sedang bergerak ke Timur Tengah, menurut laporan Washington Post.
Ditambah 4.200 pasukan dari Boxer Amphibious Ready Group dan Unit Ekspedisi Marinir ke-11 Korps Marinir diperkirakan tiba jelang akhir bulan, menurut laporan tersebut.
Pengerahan pasukan akan secara signifikan memperluas kehadiran Washington pada saat ketegangan meningkat dan memberikan tekanan maritim pada Teheran.
Baca juga: Hubungan Rusia-China Makin Mesra Saat AS dan Iran Berperang
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.
Di sisi lain, masih ada upaya diplomatik paralel yang berupaya untuk memulai kembali pembicaraan langsung atau melalui mediasi.
Para pejabat AS menyebut pengerahan pasukan ini sebagai tindakan pencegahan, yang bertujuan untuk memperkuat blokade di sekitar pelabuhan Iran.
Tujuannya, untuk menekan Teheran agar mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang, sekaligus mempersiapkan potensi serangan tambahan atau operasi darat jika gencatan senjata tidak berlanjut.
Batas waktu gencatan senjata semakin dekat, dan pejabat AS mengatakan pasukan tambahan akan ditempatkan sebelum batas waktu tersebut berakhir.
Baca juga: China Bujuk Iran Buka Selat Hormuz, Minta Jamin Keselamatan
Di pihak lain, militer Iran telah mengeluarkan peringatan akan menutup jalur perdagangan melalui Laut Merah jika blokade AS di Selat Hormuz berlanjut.
"Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun untuk berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata kepala pusat komando militer Iran Ali Abdollahi dilansir AFP, Rabu (15/4/2026).
Dia menegaskan, jika AS melanjutkan blokade dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, itu akan menjadi gerbang melanggar gencatan senjata.
Hingga saat ini, pelayaran komersial melalui Selat Hormuz masih terganggu, yang berkontribusi pada kenaikan harga minyak dan krisis energi global.
Tag: #tambah #6000 #tentara #timur #tengah #jelang #gencatan #senjata #berakhir