Hizbullah Bantah Terlibat Serangan yang Menewaskan Tentara UNIFIL Perancis
Kendaraan pembawa personel bersenjata (APC) milik Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL) saat difoto di Ain Ibel pada 24 Oktober 2024.(AFP/VINCENZO CIRCOSTA)
08:21
19 April 2026

Hizbullah Bantah Terlibat Serangan yang Menewaskan Tentara UNIFIL Perancis

- Hizbullah membantah keterlibatannya dalam serangan mematikan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon selatan, Sabtu (18/4/2026).

Dalam serangan terbaru yang menyasar UNIFIL, seorang tentara Perancis dilaporkan tewas dan tiga lainnya terluka.

"Hizbollah membantah keterlibatannya dalam insiden yang terjadi dengan pasukan UNIFIL di wilayah Ghandouriyeh-Bint Jbeil," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Minggu (19/4/2026).

Hizbullah pun menyerukan kehati-hatian dalam membuat penilaian dan menetapkan tanggung jawab terkait insiden tersebut.

Mereka kini menunggu penyelidikan tentara Lebanon untuk menentukan keadaan lengkap dari insiden tersebut.

Baca juga: Tentara UNIFIL Perancis Tewas, Diduga Ditembak Hizbullah

Perancis tuduh Hizbullah

Sebelumnya, Perancis telah menuduh Hizbullah menyerang bertanggung jawab atas kematian pasukannya di Lebanon.

Serangan itu terjadi setelah kesepakatan antara Israel dan Lebanon untuk gencatan senjata selama 10 hari guna menegosiasikan pengakhiran pertempuran selama enam minggu.

"Semua bukti mengarah pada Hezbollah yang bertanggung jawab atas serangan ini," kata Presiden Perancis, Emmanuel Macron di X.

Ia pun mendesak pihak berwenang Lebanon untuk menangkap para pelaku.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut mengutuk serangan itu dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, penilaian awal oleh pasukan UNIFIL menemukan bahwa serangan itu dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran.

Baca juga: Berulah Lagi, Tank Israel Tabrak Kendaraan PBB di Lebanon, Akses UNIFIL Diblokir

Gugur di penghujung karier militer

Tentara Perancis yang gugur itu diidentifikasi sebagai sersan staf Florian Montorio.

Menteri Angkatan Bersenjata Perancis, Catherine Vautrin mengatakan, Montorio terjebak dalam penyerangan mendadak saat unitnya menuju pos terdepan UNIFIL yang terputus akibat pertempuran.

Montorio dilaporkan meninggal karena tembakan langsung.

Dia adalah tentara Perancis kedua yang gugur sejak dimulainya perang di Timur Tengah, setelah sebuah pesawat tak berawak rancangan Iran menewaskan seorang tentara bulan lalu di wilayah Kurdistan Irak. 

Pria berusia 40 tahun yang merupakan ayah dari dua anak perempuan itu berada di penghujung karier militernya dan akan kembali ke kehidupan sipil dalam beberapa bulan.

Komandan atasannya, Kolonel Jeremy Akil memberikan penghormatan kepada Montorio yang telah bertugas di berbagai zona konflik sejak mendaftar pada 2007. 

Tag:  #hizbullah #bantah #terlibat #serangan #yang #menewaskan #tentara #unifil #perancis

KOMENTAR