BNI (BBNI) Himpun Rp 11,9 Triliun dari Obligasi AT1, Oversubscribe hingga 3,6 Kali
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan saat paparan kinerja Kuartal I 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (DOKUMENTASI BNI)
15:04
29 April 2026

BNI (BBNI) Himpun Rp 11,9 Triliun dari Obligasi AT1, Oversubscribe hingga 3,6 Kali

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) senilai 700 juta dollar AS atau setara Rp 11,9 triliun pada April 2026.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis yang lebih berkelanjutan.

"Penguatan permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Kredit BNI Tumbuh 20,1 Persen, Ini Penopangnya

Bank BNI. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin (9/3/2026).Dok. BNI Bank BNI. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin (9/3/2026).

Sementara itu, Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menambahkan, penerbitan AT1 ini merupakan yang kedua bagi BNI setelah sebelumnya dilakukan pada 2021.

Paolo mengungkapkan, penerbitan AT1 ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali dari nilai penerbitan.

Permintaannya juga mencapai lebih dari 2,5 miliar dollar AS.

"Penerbitan AT1 ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global," kata Paolo.

Baca juga: BNI Raup Laba Bersih Rp 5,68 Triliun pada Kuartal I 2026, Tumbuh 5,04 Persen

Dia menjelaskan, instrumen AT1 tersebut memiliki karakteristik subordinasi, bersifat perpetual, serta non-cumulative, dan diterbitkan di pasar global berdasarkan Regulation S.

Surat berharga ini juga telah dicatatkan di Singapore Exchange (SGX) sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan perseroan.

Sejalan dengan strategi penguatan permodalan tersebut, BNI juga tengah menjalankan transformasi bisnis melalui inisiatif Branch, Region, Area, Value, Empowerment (BRAVE).

Gedung kantorBank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta. DOK. Humas BNI Gedung kantorBank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta.

Program ini difokuskan pada penguatan peran jaringan hingga ke level cabang dan cabang pembantu sebagai ujung tombak penjualan produk dan layanan perbankan.

Baca juga: Fitch Rating Pertahankan Peringkat Kredit BBB dan Outlook Negatif untuk BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri

Transformasi BRAVE mulai dijalankan sejak kuartal IV 2025 secara bertahap, dengan tujuan meningkatkan kapabilitas jaringan dan mendorong pertumbuhan kredit serta dana murah (CASA) yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperluas pangsa pasar serta meningkatkan produktivitas lebih dari 1.700 cabang BNI di seluruh Indonesia.

Sekitar enam bulan sejak implementasi, program tersebut mulai menunjukkan hasil.

BNI mencatat pertumbuhan bisnis yang melampaui rata-rata industri, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga.

Baca juga: BNI (BBNI) Tunjuk Dirjen Kemenkeu Febrio Kacaribu sebagai Komisaris

Hingga Maret 2026, kredit tumbuh 20,1 persen yoy dengan dukungan pertumbuhan CASA sebesar 26,6 persen yoy, yang turut menopang efisiensi biaya dana di tengah kondisi pasar yang menantang.

Penguatan permodalan dan transformasi bisnis ini diharapkan mampu menjaga kinerja BNI tetap solid sekaligus memperkuat peran intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Tag:  #bbni #himpun #triliun #dari #obligasi #oversubscribe #hingga #kali

KOMENTAR