Terbongkar Setelah 5 Tahun, Ini Penyebab 2 Jet Tempur Korsel Bertabrakan
Insiden tabrakan dua jet tempur F-15K milik Angkatan Udara Korea Selatan pada Desember 2021 akhirnya terungkap setelah lima tahun berlalu.
Pemerintah Korea Selatan melalui Badan Audit dan Inspeksi merilis hasil investigasi pada Rabu (22/4/2026) yang menjelaskan penyebab kecelakaan tersebut.
Laporan tersebut menyebutkan, insiden dipicu oleh aktivitas pengambilan foto dan video oleh pilot saat penerbangan berlangsung.
Baca juga: Korea Selatan Masih Cari Serigala yang Kabur dari Kebun Binatang, 300 Petugas Dikerahkan
Dua jet tempur itu diketahui bertabrakan di udara saat menjalankan misi di wilayah Daegu.
Kedua awak pesawat berhasil kembali ke pangkalan dengan selamat meskipun pesawat mengalami kerusakan cukup serius.
Hasil investigasi menunjukkan, salah satu pilot menggunakan ponsel pribadi untuk mengambil foto, sementara awak di pesawat lain merekam video.
Kondisi tersebut menyebabkan kedua pilot kehilangan fokus saat mengendalikan pesawat.
Kronologi tabrakan di udara
Dilansir dari BBC, insiden bermula dari keinginan salah satu pilot untuk mengabadikan penerbangan terakhirnya bersama unit militer.
Praktik mengambil foto saat penerbangan disebut merupakan hal yang lazim dilakukan pilot pada saat itu.
Rencana pengambilan gambar tersebut bahkan telah disampaikan dalam pengarahan sebelum misi dimulai.
Dalam misi tersebut, satu pesawat berperan sebagai pesawat utama, sementara pesawat lain bertugas sebagai pendamping.
Baca juga: Daftar Negara Asing yang Bisa Transaksi Pakai QRIS, Terbaru Korea Selatan
Peristiwa terjadi saat kedua pesawat dalam perjalanan kembali ke pangkalan.
Pilot pesawat pendamping mulai mengambil foto menggunakan ponsel pribadinya di tengah penerbangan.
Pilot pesawat utama kemudian meminta rekannya di kokpit untuk merekam video pesawat pendamping.
Upaya mendapatkan sudut gambar yang lebih baik membuat pilot pesawat pendamping melakukan manuver.
Manuver dilakukan dengan menaikkan ketinggian dan membalikkan arah pesawat. Jarak kedua jet menjadi sangat dekat akibat manuver tersebut.
Pilot pesawat utama sempat mencoba menghindari tabrakan dengan menurunkan ketinggian secara cepat.
Benturan tetap terjadi dan tidak dapat dihindari.
Tabrakan menyebabkan sayap kiri pesawat utama dan penstabil ekor pesawat pendamping mengalami kerusakan.
Baca juga: Dampak Perang Iran Sampai Korea Selatan: Warga Sampai Diimbau Persingkat Mandi
Sanksi dan keputusan audit
Setelah kejadian, Angkatan Udara Korea Selatan menjatuhkan sanksi kepada pilot pesawat pendamping.
Pilot tersebut kemudian keluar dari militer dan beralih bekerja di maskapai penerbangan komersial.
Angkatan udara sempat menuntut ganti rugi sebesar 880 juta won untuk biaya perbaikan pesawat.
Tuntutan tersebut digugat oleh pilot sehingga memicu penyelidikan lanjutan oleh dewan audit.
Dalam keterangannya, pilot mengakui bahwa manuver mendadak menjadi penyebab utama tabrakan.
Pilot juga menilai tindakan tersebut diketahui oleh pilot pesawat utama yang turut terlibat dalam proses pengambilan gambar.
Dewan audit akhirnya memutuskan pilot hanya diwajibkan membayar sepersepuluh dari total tuntutan.
Nilai ganti rugi yang harus dibayar sebesar 88 juta won atau sekitar Rp 1 miliar.
Baca juga: Kenapa Kim Jong Un Menjauhi Korea Selatan dan Malah Bisa Dekat AS?
Keputusan tersebut mempertimbangkan tanggung jawab institusi militer yang tidak mengatur penggunaan kamera pribadi secara tegas.
Rekam jejak pilot yang dinilai baik turut menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut.
Pilot juga dianggap berhasil mencegah kerusakan lebih parah dengan mengendalikan pesawat kembali ke pangkalan.
Laporan tersebut tidak menjelaskan apakah ada sanksi tambahan terhadap pilot lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
Tag: #terbongkar #setelah #tahun #penyebab #tempur #korsel #bertabrakan