AS Tawarkan Rp 170 M untuk Tangkap Pemimpin Milisi Pendukung Iran di Irak
Pasukan keamanan perbatasan Irak berpatroli menggunakan kendaraan militer di perbatasan dengan Suriah di Distrik Sinjar, Irak utara, 22 Januari 2026.(AFP/ZAID AL OBEIDI)
15:36
24 April 2026

AS Tawarkan Rp 170 M untuk Tangkap Pemimpin Milisi Pendukung Iran di Irak

- Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan hadiah sebesar 10 juta dollar AS (Rp 172 miliar) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pemimpin sebuah "kelompok teroris" di Irak, yang bersekutu dengan Iran.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (24/4/2026), dalam unggahan di X, Departemen Luar Negeri AS menawarkan imbalan tersebut untuk menangkap pemimpin Kataeb Sayyid al-Shuhada (KSS) Hashim Finyan Rahim al-Saraji.

Hashim, juga dikenal sebagai Abu Ala al-Wala'i, adalah pemimpin dan Sekretaris Jenderal KSS, sebuah kelompok milisi di Irak yang bersekutu dengan Iran.

Baca juga: Komandan Iran Disebut Pimpin Pasukan di Irak, Bisa Serang Tanpa Izin Pusat


Pernyataan dari program Rewards for Justice Deplu AS mengatakan bahwa kelompok tersebut bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil Irak.

Termasuk serangan terhadap fasilitas diplomatik serta personel militer AS yang ada di Irak dan Suriah.

Mereka yang memberikan informasi “berpotensi mendapatkan relokasi dan imbalan”, tulis Departemen Luar Negeri AS dalam unggahannya.

Baca juga: Israel Siap Lanjut Perang Lawan Iran, Tunggu Lampu Hijau dari AS

AS beri tekanan ke Irak untuk lawan milisi pendukung iran

Para anggota kelompok bersenjata Kataeb Hezbollah saat menggotong peti mati rekan mereka yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat, ketika dimakamkan di Baghdad, 26 Desember 2023. Kataeb Hezbollah menyatakan akan mendukung Iran dalam risiko perang terbaru melawan AS.AFP/AHMAD AL RUBAYE Para anggota kelompok bersenjata Kataeb Hezbollah saat menggotong peti mati rekan mereka yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat, ketika dimakamkan di Baghdad, 26 Desember 2023. Kataeb Hezbollah menyatakan akan mendukung Iran dalam risiko perang terbaru melawan AS.

Sebelumnya, AS telah meningkatkan tekanan pada Baghdad untuk membubarkan milisi-milisi kuat yang didukung Iran, kata para pejabat Irak dan AS.

Beberapa di antaranya adalah dengan menangguhkan pengiriman dolar AS ke Irak dan membekukan program kerja sama keamanan dengan militernya.

Dilansir Wall Street Journal, Rabu (22/4/2026), pengiriman uang tunai hasil penjualan minyak Irak senilai hampir 500 juta dolar AS (Rp 8,5 triliun) melalui pesawat kargo, dari rekening Bank Federal Reserve New York, diblokir oleh pejabat Departemen Keuangan.

Baca juga: AS Blokir Dollar ke Irak untuk Menekan Milisi Pendukung Iran

Penundaan ini terjadi setelah berminggu-minggu serangan milisi terhadap fasilitas AS di Irak dan negara-negara tetangga sebagai bentuk dukungan kepada Teheran.

Washington telah memberitahu Baghdad bahwa mereka juga menangguhkan pendanaan untuk beberapa program pelatihan kontra-terorisme dan angkatan bersenjata.

Penangguhan ini dilakukan sampai serangan milisi berhenti dan pejabat Irak mengambil langkah-langkah untuk membubarkan kelompok-kelompok bersenjata, kata pejabat AS dan Irak.

Baca juga: Irak Disebut Diam-diam Terlibat Perang Iran, Serang Arab Saudi

Tujuannya demi memberikan tekanan pada Baghdad agar lebih merapat ke Washington dan menurunkan hubungan dekatnya dengan Teheran.

Untuk diketahui, milisi Irak muncul dari kekacauan yang terjadi setelah invasi AS pada lebih dari dua dekade lalu.

Mereka membela wilayahnya dan melawan pasukan AS yang dianggap sebagai penjajah. Iran disebut terlibat dalam menyalurkan senjata ke banyak kelompok tersebut.

Tag:  #tawarkan #untuk #tangkap #pemimpin #milisi #pendukung #iran #irak

KOMENTAR