Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
Serangan udara dan artileri militer Israel di Gaza menewaskan empat warga sipil termasuk seorang anak. (MME)
10:20
27 April 2026

Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina

Aksi kekerasan militer Israel kembali merenggut nyawa warga sipil di Gaza termasuk seorang remaja di tengah periode gencatan senjata.

Langkah eskalasi ini membuktikan rapuhnya komitmen perdamaian saat mesin perang terus menyasar wilayah pemukiman dan infrastruktur publik.

Dikutip dari TRT, kematian anak berusia 14 tahun menjadi bukti nyata betapa tingginya risiko keselamatan bagi warga Palestina yang berada di zona konflik.

Sepuluh ribu warga Gaza hilang tertimbun reruntuhan akibat kegagalan evakuasi selama masa gencatan senjata. (Anadolu)Sepuluh ribu warga Gaza hilang tertimbun reruntuhan akibat kegagalan evakuasi selama masa gencatan senjata. (Anadolu)

Laporan medis terbaru menunjukkan pola serangan yang kian meluas melalui penggunaan pesawat nirawak hingga tembakan artileri berat.

Situasi di lapangan semakin mencekam seiring meningkatnya intensitas gempuran di beberapa titik strategis jalur Gaza.

Dua warga sipil dipastikan tewas seketika saat drone militer Israel menghantam sebuah sepeda motor di dekat Bundaran Kuwait.

Sorak sorai dan haru sambut kepulangan sandera Palestina di Gaza. (ANTARA)Sorak sorai dan haru sambut kepulangan sandera Palestina di Gaza. (ANTARA)

Titik serangan tersebut berada di Jalan Salah al-Din yang merupakan jalur utama di tenggara Kota Gaza.

Satu nyawa lainnya melayang di area Al-Mughraqa akibat berondongan peluru tajam dari pasukan darat militer Israel.

Kabar duka juga datang dari lingkungan Sheikh Radwan setelah seorang remaja meninggal akibat luka parah dari serangan malam sebelumnya.

Korban yang masih berusia sangat muda tersebut menambah daftar panjang anak-anak yang menjadi sasaran dalam konflik ini.

Pasukan Israel melancarkan penembakan artileri yang membabi buta ke arah timur Khan Younis di wilayah selatan.

Helikopter militer dan unit artileri juga terlihat aktif melepaskan tembakan di wilayah kamp pengungsi Al-Bureij.

Tidak hanya dari udara dan darat, armada angkatan laut Israel juga menembakkan proyektil ke arah pantai Kota Gaza.

Kawasan Al-Tuffah yang berada di sisi timur juga tidak luput dari serangan intensif meriam militer sepanjang pagi ini.

Serangkaian aksi militer ini menciptakan ketakutan luar biasa di kalangan pengungsi yang mencoba bertahan hidup di tengah kepungan.

Kantor media pemerintah di Gaza mencatat ribuan tindakan ofensif yang telah dilakukan oleh pihak Israel sejak kesepakatan damai.

Bentuk pelanggaran tersebut mencakup pembunuhan langsung, penangkapan sewenang-wenang, hingga kebijakan kelaparan yang terstruktur.

Kutipan resmi dari pihak otoritas kesehatan memberikan gambaran jelas mengenai dampak fisik yang dialami masyarakat setempat.

“Hingga Jumat, Israel telah membunuh 972 warga Palestina dan melukai 2.235 lainnya dalam pelanggaran gencatan senjata,” menurut Kementerian Kesehatan.

Statistik ini memperlihatkan bahwa gencatan senjata yang disepakati Oktober lalu tidak sepenuhnya menghentikan pertumpahan darah.

Agresi yang berlangsung selama dua tahun terakhir telah melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan di wilayah kantong tersebut.

Sebanyak 90 persen fasilitas sipil dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga hancur total akibat serangan yang bertubi-tubi.

Jumlah korban jiwa secara keseluruhan kini telah melampaui angka 72.000 jiwa dengan ratusan ribu orang lainnya mengalami luka-luka.

Gencatan senjata yang diharapkan menjadi jembatan perdamaian justru ternodai oleh ribuan aksi kekerasan yang tidak kunjung berhenti.

Komunitas internasional kini mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap setiap pergerakan militer guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #anak #tahun #tewas #dirudal #israel #palestina

KOMENTAR