Update Penembakan Jamuan Trump, Ini 2 Dakwaan yang Intai Pelaku
Pelaksana tugas (Plt) Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), Todd Blanche, menyatakan pelaku penembakan jamuaan makan malam Gedung Putih akan segera didakwa secara resmi di pengadilan federal pada Senin (27/4/20260 waktu setempat.
Dalam wawancaranya dengan program This Week with George Stephanopoulos di ABC News pada Minggu (26/4/2026), Blanche mengatakan pelaku akan dikenai dakwaan atas penyerangan terhadap petugas federal serta penggunaan senjata api dalam tindak kejahatan kekerasan.
Blanche menegaskan motif penembakan dalam acara jamuan makan malam yang turut dihadiri Presiden Donald trump memang masih dalam penyelidikan. Menurutnya, proses itu bisa memakan waktu beberapa hari.
Baca juga: Protokol Penembak Aktif: Belajar dari Insiden Trump untuk Ketahanan Sipil Indonesia
Meski demikian, ia mengungkapkan temuan awal menunjukkan pelaku diduga menargetkan pejabat pemerintahan AS.
“Namun itu masih sangat awal. Kami percaya dia menargetkan pejabat pemerintahan dalam upaya serangan ini,” ujarnya dalam kesempatan terpisah ketika berbicara kepada moderator Kristen Welker dalam program Meet the Press di NBC News, Minggu.
Blanche juga menyebut bahwa target tersebut “kemungkinan besar” termasuk Presiden AS, meski ia menegaskan penyelidik masih berhati-hati untuk tidak menarik kesimpulan terlalu cepat.
“Saya ingin menahan diri agar tidak terlalu cepat menyimpulkan,” tambahnya.
Selain motif, penyidik juga menyoroti bagaimana pelaku bisa menembus pengamanan ketat di lokasi acara. Aparat tengah mendalami kemungkinan pelaku merakit senjata di dalam hotel tempat acara berlangsung.
Blanche menegaskan, pelaku tidak berhasil masuk jauh ke area utama.
“Dia hampir tidak melewati perimeter keamanan. Dan yang saya maksud hampir tidak, itu hanya beberapa kaki saja,” katanya.
Baca juga: Trump Gunakan Insiden Penembakan untuk Jualan Proyek Ballroom Gedung Putih
Dalam keterangannya, Blanche juga mengungkap dugaan jalur perjalanan pelaku sebelum tiba di Washington DC.
Penyidik meyakini pelaku kemungkinan melakukan perjalanan dari Los Angeles ke Chicago, lalu melanjutkan ke Washington DC menggunakan kereta, sebelum akhirnya menginap di hotel lokasi acara.
Blanche memastikan pelaku akan segera didakwa secara resmi pada Senin (27/4/2026) waktu setempat.
Insiden ini memicu pertanyaan serius terkait keamanan acara yang dihadiri Presiden AS, pejabat tinggi pemerintahan, serta ratusan jurnalis tersebut.
Aparat masih mendalami bagaimana pelaku dapat mendekati lokasi dengan membawa senjata, meski pengamanan dilakukan secara berlapis.
Kronologi singkat insiden
Lebih dari 10 jam setelah penembakan terjadi, sejumlah fakta awal mulai terungkap. Saat tembakan terdengar, Trump langsung diamankan oleh Secret Service, sementara para tamu berlindung di bawah meja dan jurnalis melaporkan situasi dari dalam ruangan.
Sejumlah pertanyaan pun muncul terkait standar pengamanan acara tahunan tersebut.
Baca juga: Tersangka Penembakan Jamuan Trump Diduga Incar Pejabat AS, Sebut Diri “Friendly Federal Assassin”
Trump menyebut para pelaku penyerangan biasanya mengincar “nama-nama besar” yang dianggap memiliki dampak besar.
Ia mengaku sempat ingin tetap menghadiri acara, namun akhirnya mengikuti arahan aparat keamanan untuk kembali ke Gedung Putih.
Sementara itu, pelaku yang diidentifikasi media AS sebagai Cole Tomas Allen (31) dari Torrance, California, disebut telah mengakui kepada aparat bahwa ia menargetkan pejabat pemerintahan.
Meski demikian, kepolisian menegaskan motif pasti masih dalam penyelidikan.
Insiden ini juga menyoroti celah dalam prosedur keamanan. Seorang jurnalis BBC yang berada di lokasi bahkan menyebut tidak ada pemeriksaan identitas yang dilakukan secara ketat saat acara berlangsung.
Tag: #update #penembakan #jamuan #trump #dakwaan #yang #intai #pelaku