AS Tak Mau Sendirian Lagi Amankan Selat Hormuz, Ajak Dunia Gabung Koalisi Baru
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk koalisi baru guna mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz.(AFP/POOL/ALEX BRANDON)
08:06
30 April 2026

AS Tak Mau Sendirian Lagi Amankan Selat Hormuz, Ajak Dunia Gabung Koalisi Baru

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali tersendat hanya beberapa minggu setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa jalur tersebut “sepenuhnya terbuka dan siap untuk bisnis.”

Kondisi ini mendorong pemerintahan AS membentuk koalisi internasional bernama Maritime Freedom Construct (MFC) untuk memastikan kapal-kapal dapat kembali melintasi Selat Hormuz.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Rabu (29/4/2026), proposal pembentukan MFC tertuang dalam kabel internal Departemen Luar Negeri yang dikirim ke berbagai kedutaan besar AS, yang meminta para diplomat menekan pemerintah asing agar bergabung.

Baca juga: Tersinggung Disebut Dipermalukan Iran, Trump Bakal Kurangi Pasukan AS di Jerman

Koalisi ini dirancang sebagai upaya bersama untuk berbagi informasi, melakukan koordinasi diplomatik, serta menegakkan sanksi.

Dalam dokumen tersebut disebutkan, “Partisipasi Anda akan memperkuat kemampuan kolektif kita untuk memulihkan kebebasan navigasi dan melindungi ekonomi global.”

Selain itu, ditegaskan pula bahwa “tindakan kolektif sangat penting untuk menunjukkan tekad bersama dan memberikan biaya yang berarti atas hambatan Iran terhadap transit melalui Selat.”

Konflik dengan Iran hambat pelayaran

Upaya ini merupakan bagian dari langkah terbaru AS untuk menghidupkan kembali arus lalu lintas komersial di Selat Hormuz, yang terganggu oleh aksi Iran.

Teheran dilaporkan menargetkan kapal-kapal yang melintas tanpa izin atau tanpa membayar biaya transit.

Di sisi lain, militer AS juga memberlakukan blokade luas terhadap kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran. Situasi ini memicu kekhawatiran atas lonjakan harga energi global.

Koalisi tak murni militer

Meski bukan koalisi militer sepenuhnya, AS membuka kemungkinan keterlibatan militer bagi negara mitra.

Dalam kabel tersebut, pejabat AS diminta menanyakan kepada negara lain apakah mereka ingin menjadi “mitra diplomatik dan/atau militer.”

MFC akan dijalankan bersama oleh Departemen Luar Negeri dan Komando Pusat AS. Departemen Luar Negeri akan berperan sebagai pusat operasi diplomatik, sementara Komando Pusat menyediakan pemantauan maritim secara real-time dan mengoordinasikan pertukaran informasi antar militer.

Seorang pejabat senior pemerintahan mengonfirmasi bahwa gagasan ini merupakan salah satu opsi kebijakan dan diplomasi yang tersedia bagi presiden.

Baca juga: Maskapai AS Kena Dampak Perang Iran, Mengemis ke Trump Miliaran Dollar

Trump pertahankan blokade

Selat Hormuz. Daftar Jalur Distribusi Minyak Paling Penting di Dunia, Nomor 1 Bukan Selat HormuzWikimedia Commons/Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center. Kenapa Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Kurang dari 24 Jam Dibuka? Selat Hormuz. Daftar Jalur Distribusi Minyak Paling Penting di Dunia, Nomor 1 Bukan Selat Hormuz

Di tengah upaya membangun koalisi, Trump juga tetap mempertahankan kebijakan keras terhadap Iran.

Ia bahkan telah memerintahkan persiapan blokade jangka panjang hingga Iran memenuhi tuntutan terkait program nuklirnya.

“Blokade ini brilian, oke, blokade ini 100 persen sempurna,” kata Trump kepada wartawan.

Ia juga menegaskan kesiapannya melanjutkan kebijakan tersebut, dengan mengatakan bahwa perang akan terus berlanjut “kecuali mereka setuju bahwa tidak akan ada senjata nuklir.”

Tarik ulur dengan sekutu Eropa

Langkah AS membentuk koalisi ini dinilai bertolak belakang dengan sikap Trump sebelumnya terhadap sekutu, khususnya negara-negara NATO.

Sebelumnya, ia sempat mendesak negara Eropa untuk menangani sendiri keamanan Selat Hormuz tanpa bantuan AS.

“Kalian harus mulai belajar bertarung untuk diri sendiri, AS tidak akan ada untuk membantu kalian lagi, seperti kalian tidak ada untuk kami," katanya.

“Ambil minyak kalian sendiri!” imbuh Trump.

Namun, pejabat Eropa membantah kritik tersebut dengan menyebut bahwa mereka tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya terkait keputusan AS untuk berperang dengan Iran.

Sejumlah pemimpin Eropa juga secara terbuka mengkritik langkah tersebut sebagai kesalahan strategis.

Di sisi lain, negara-negara Eropa diketahui telah menggelar beberapa pertemuan untuk merancang strategi menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz pascakonflik. Inggris dan Perancis bahkan memimpin pertemuan yang melibatkan lebih dari 50 negara.

Meski demikian, pejabat AS menilai langkah Eropa berjalan terlalu lambat dan birokratis di tengah krisis yang bergerak cepat. Dalam kabel tersebut ditegaskan bahwa MFC akan melengkapi berbagai upaya keamanan maritim lain, termasuk inisiatif yang dipimpin Inggris dan Perancis.

Baca juga: Bikin Trump Murka, Kanselir Jerman Sebut Hubungan Mereka Tetap Baik

Tag:  #sendirian #lagi #amankan #selat #hormuz #ajak #dunia #gabung #koalisi #baru

KOMENTAR