Tuntut Keadilan Kematian Bocah 5 Tahun, Suku Aborigin Bentrok dengan Polisi
Ilustrasi bentrokan.(UNSPLASH/MCCARTHY BECKAN)
11:42
1 Mei 2026

Tuntut Keadilan Kematian Bocah 5 Tahun, Suku Aborigin Bentrok dengan Polisi

- Bentrokan pecah di Kota Alice Springs, Australia, setelah bocah perempuan berusia lima tahun Aborigin dibunuh.

Bentrokan terjadi usai massa mengepung sebuah rumah sakit tempat tersangka pembunuh bocah perempuan tersebut dirawat pada Kamis (30/4/2026).

Kekerasan ini mengakibatkan dua polisi, dua petugas ambulans, dan seorang petugas pemadam kebakaran terluka, sebagaimana dilansir AFP.

Baca juga: Raksasa Teknologi Bakal Dipajaki Australia jika Ogah Bagi Hasil ke Media

Foto-foto yang beredar di media menunjukkan gas air mata memenuhi udara, sebuah van polisi hangus terbakar, serta kerumunan massa yang berteriak ke arah petugas bersenjata.

Kerusuhan ini dipicu oleh penemuan jasad bocah perempuan yang, atas permintaan pihak keluarga, disebut sebagai Kumanjayi Little Baby

Korban sebelumnya dilaporkan hilang dari kamp komunitas Aborigin bernama Old Timers pada Sabtu (25/4/2026) malam pekan lalu.

Hilangnya bocah tersebut memicu pencarian besar-besaran yang melibatkan helikopter, tim berkuda, hingga penyisiran dengan berjalan kaki yang menyita perhatian publik Australia

Baca juga: Kisah Dora, Terpaksa Melaut hingga Australia, Terjerat Hukum Demi Bertahan Hidup

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar lima kilometer dari kamp tempat dia terakhir kali terlihat.

Komisaris Kepolisian Northern Territory Martin Dole mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas akhir tragis pencarian tersebut.

"Semua orang menaruh harapan akan hasil yang berbeda dari ini," ujar Dole kepada lembaga penyiaran publik ABC.

"Jadi, ketika kami melakukan penemuan itu kemarin, hal itu benar-benar menghancurkan bagi semua orang yang terlibat, bukan hanya petugas polisi, tetapi seluruh komunitas," lanjutnya.

Baca juga: Geopolitik Memorandum Mogami Jepang – Australia dan Status Quo Indo-Pasifik

Tersangka dikeroyok massa

Beberapa jam setelah jasad ditemukan, polisi mengumumkan penangkapan seorang tersangka bernama Jefferson Lewis. 

Dole menjelaskan bahwa Lewis awalnya menyerahkan diri kepada anggota komunitas di sebuah kamp dekat Alice Springs.

Namun, situasi menjadi tidak terkendali ketika Lewis dipukuli oleh warga hingga tidak sadarkan diri.

"Kami menerima beberapa laporan bahwa dia sedang diserang saat itu, dan kami datang untuk mengintervensi serangan tersebut serta membawanya ke dalam tahanan," kata Dole. 

Baca juga: Australia Krisis Pupuk, Impor 250.000 Ton dari Indonesia

"Pada saat itu, dia dalam keadaan tidak sadarkan diri," lanjutnya.

Kekerasan berlanjut saat polisi dan petugas medis mengevakuasi Lewis ke Rumah Sakit Alice Springs. 

Sekitar 200 orang dilaporkan berbalik menyerang petugas yang melakukan evakuasi tersebut.

Ratusan orang yang marah kemudian berkumpul di luar rumah sakit dan mencoba merangsek masuk. 

Menurut laporan ABC, banyak orang di luar rumah sakit berteriak bahwa Lewis harus menghadapi hukuman adat tradisional dalam komunitas Aborigin di Australia tengah.

Baca juga: Australia Bakal Perbanyak Drone Murah, Pelajari Taktik Perang Baru

Guna mencegah situasi semakin memburuk, pihak kepolisian mengerahkan seluruh personel yang tersedia untuk menjaga keamanan rumah sakit.

"Kami mengerahkan seluruh sumber daya polisi yang tersedia ke rumah sakit Alice Springs itu dan tidak ada seorang pun yang berhasil menjangkaunya (tersangka)," tegas Dole.

Demi alasan keamanan, polisi kini telah memindahkan Jefferson Lewis ke tahanan polisi di Darwin, ibu kota Northern Territory. 

Pihak berwenang memperkirakan tuntutan hukum terhadap tersangka akan diajukan dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga: Dilaporkan Hilang di Australia, WNI Ditemukan Tewas

Tag:  #tuntut #keadilan #kematian #bocah #tahun #suku #aborigin #bentrok #dengan #polisi

KOMENTAR