Kapal Perang AS Masuki Teluk Usai Kawal Selat Hormuz, Iran Tembakkan Peringatan
- Kapal perusak berpeluru kendali milik Amerika Serikat (AS) memasuki perairan Teluk Arab pada Senin (4/5/2026), dalam misi pengawalan di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi, kehadiran kapal-kapal perang itu merupakan tindak lanjut operasi "Proyek Kebebasan" yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (3/5/2026).
Iran pun langsung menembakkan tembakan peringatan karena armada AS dinilai mengabaikan teguran.
Baca juga: Misi Kemanusiaan, AS Bakal Kawal Kapal untuk Lewati Selat Hormuz
"Pasukan Amerika secara aktif membantu upaya memulihkan transit bagi pelayaran komersial," tulis pernyataan resmi Centcom, dikutip dari AFP.
Sejauh ini, militer AS mengeklaim misi tersebut membuahkan hasil.
"Dua kapal dagang berbendera AS berhasil melintasi Selat Hormuz dan dengan aman melanjutkan perjalanan mereka," tambah Centcom.
Respons militer Iran
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim.Di sisi lain, Teheran merespons kehadiran kapal perang AS dengan tindakan tegas.
Berdasarkan laporan stasiun televisi Pemerintah Iran, Angkatan Laut Iran mengeklaim melepaskan tembakan peringatan berupa rudal jelajah, roket, hingga drone tempur di dekat kapal perusak AS yang sedang melintas.
Iran menilai kapal-kapal AS mengabaikan komunikasi awal.
"Setelah kapal perusak Zionis Amerika mengabaikan peringatan awal, Angkatan Laut mengeluarkan tembakan peringatan dengan menembakkan rudal jelajah, roket, dan drone tempur di sekitar kapal musuh yang agresif," demikian bunyi laporan tv Pemerintah Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, Iran juga mengeklaim telah menembak kapal perang AS dengan dua rudal, memaksa mereka putar balik dari Selat Hormuz.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menyebutkan bahwa kapal fregat AS itu ditembak saat melintasi Selat Hormuz di dekat Pelabuhan Jask.
Serangan diklaim terjadi setelah kapal itu mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Iran, demikian laporan dari AFP.
Baca juga: Iran Klaim 2 Rudal Hantam Kapal Perang AS, Paksa Putar Balik dari Selat Hormuz
Menurut laporan Fars yang dikutip dari Xinhua, kapal fregat AS dianggap melanggar aturan navigasi dan keselamatan maritim saat berlayar di dekat Jask.
Setelah serangan terjadi, kapal itu dilaporkan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Di sisi lain, Washington dengan tegas menepis klaim tersebut. Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa tidak ada serangan yang mengenai aset mereka di kawasan tersebut.
"Angkatan Laut Iran tidak mengenai kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz," ujar pejabat AS kepada Jerusalem Post, Senin sore.
Baca juga: AS Bantah Kapal Perangnya Diserang Iran di Selat Hormuz
Operasi baru AS di Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjoget ringan setelah berpidato mengenai pajak dan Keamanan Sosial di The Villages, Negara Bagian Florida, 1 Mei 2026.Trump mengatakan, operasi maritim baru AS di Selat Hormuz akan dimulai pada 4 Mei dan dinamai "Proyek Kebebasan".
Presiden ke-45 dan 47 AS itu berdalih, operasi pengawalan dilakukan atas dasar kemanusiaan bagi awak kapal yang terjebak blokade, dan kemungkinan kekurangan makanan serta pasokan lainnya.
"Kami akan menggunakan upaya terbaik untuk mengeluarkan Kapal dan Awak mereka dengan aman dari Selat. Dalam semua kasus, mereka bilang mereka tidak akan kembali sampai daerah tersebut aman untuk navigasi," tulis Trump di platform Truth Social, Minggu (3/5/2026), dikutip dari AFP.
Menanggapi pernyataan Trump, Komando Pusat Militer Iran menegaskan, setiap jalur aman melalui Hormuz harus dikoordinasikan dengan pasukannya dalam keadaan apa pun.
Baca juga: Kami seperti Bajak Laut di Selat Hormuz, Ambil Minyak, Ambil Kargo
Tag: #kapal #perang #masuki #teluk #usai #kawal #selat #hormuz #iran #tembakkan #peringatan