Remehkan Serangan Iran di Selat Hormuz, Trump Sebut Hanya Perang Mini
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran(TASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP)
13:24
5 Mei 2026

Remehkan Serangan Iran di Selat Hormuz, Trump Sebut Hanya Perang Mini

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meremehkan situasi yang memanas dengan Iran di Selat Hormuz. 

Meski situasi memanas, Trump justru menyebut konflik tersebut sebagai "perang mini" dan sekadar gangguan kecil dalam agenda diplomasinya.

Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih pada Senin (4/5/2026), di tengah laporan yang menyebut rudal jelajah Iran menyerang kapal perang AS di Selat Hormuz, sebagaimana dilansir Wall Street Journal.

Baca juga: AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Iran di Selat Hormuz, Teheran Bantah

"Saya menyebutnya perang mini," ujar Trump dalam kesempatan tersebut. 

Dia menambahkan bahwa konflik tersebut hanyalah sebuah jalan memutar kecil dan berjalan dengan sangat baik.

Di samping itu, gencatan senjata AS dan Iran kini tengah dipertanyakan mengingat laporan serangan tersebut

Bahkan, Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) kini terpaksa mengerahkan helikopter Apache untuk menenggelamkan kapal cepat Iran yang menyerang lalu lintas laut.

Baca juga: Selat Hormuz, Project Freedom, dan Ujian bagi Inisiatif Prabowo

Centcom juga menyangkal bahwa ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan dan menegaskan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlanjut.

Meski demikian, Trump memilih untuk tidak menyatakan bahwa Teheran telah melanggar gencatan senjata.

Sikap santai ini menunjukkan dilema yang dihadapi Trump.

Di satu sisi, Trump dinilai tetap ingin menekan Iran agar menghentikan program nuklirnya.

Di sisi lain, dia sangat enggan terseret dalam kampanye pengeboman besar-besaran yang dapat mengganggu ekonomi global dan melonjakkan harga bahan bakar.

Baca juga: AS Tuduh China Danai Iran, Minta Beijing Bantu Buka Selat Hormuz

Yakin tetap menang

Menanggapi serangan Iran, sekutu politik Trump seperti Senator Lindsey Graham mendesak serangan balasan besar dan menyakitkan.

Akan tetapi, Trump tetap percaya diri dengan posisinya. 

Dia merasa memiliki kendali penuh atas situasi yang ada, baik melalui jalur militer maupun kesepakatan diplomatik.

"Satu atau lain cara, kita menang. Kita bisa membuat kesepakatan yang tepat, atau kita menang dengan sangat mudah dari sudut pandang militer," tutur Trump.

Sikap Trump yang cenderung menganggap enteng serangan ini diduga berkaitan dengan agendanya untuk menjaga stabilitas jelang pertemuan  dengan Presiden China Xi Jinping pekan depan. 

Baca juga: Gencatan Senjata Iran-AS di Ambang Keruntuhan, Saling Serang di Selat Hormuz

Trump lebih memilih melanjutkan "Project Freedom" daripada meluncurkan serangan udara baru yang berisiko memicu perang skala penuh.

"Project Freedom" adalah upaya pengawalan informasi bagi kapal komersial.

Meski demikian, sejumlah pakar menilai sikap skeptis Trump terhadap serangan baru muncul karena kegagalan strategi awal yang menjanjikan kemenangan cepat. 

Hingga saat ini, Gedung Putih tetap menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka sambil terus mengupayakan penyelesaian agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Baca juga: Kapal Perang AS Masuki Teluk Usai Kawal Selat Hormuz, Iran Tembakkan Peringatan

Tag:  #remehkan #serangan #iran #selat #hormuz #trump #sebut #hanya #perang #mini

KOMENTAR