Dapat Hadiah dari Qatar, Trump Akan Punya Pesawat Kepresidenan Baru
Kokpit Boeing 747-8 milik Qatar yang diberikan pada Donald Trump.(Shutterstock.com via Business Insider)
12:00
7 Mei 2026

Dapat Hadiah dari Qatar, Trump Akan Punya Pesawat Kepresidenan Baru

Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) menargetkan pengiriman pesawat Boeing 747 hadiah dari Qatar pada Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli.

Pesawat tersebut direncanakan menjadi bagian dari armada Air Force One atau pesawat kepresidenan tepat menjelang peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.

Menurut seorang pejabat AS dan sumber yang mengetahui program tersebut, Gedung Putih telah menerima jet mewah itu pada 2025 dan meminta Angkatan Udara untuk mempercepat proses peningkatan standar agar sesuai dengan kebutuhan pesawat kepresidenan.

Baca juga: Meski Gratis, Pesawat Mewah dari Qatar Perlu Anggaran Jumbo Jadi Air Force One

Perusahaan L3Harris ditunjuk untuk melakukan modifikasi besar pada pesawat tersebut.

Jika target tercapai, Presiden AS Donald Trump akan memiliki pesawat kepresidenan baru tepat waktu untuk perayaan nasional.

Bahkan, terdapat upaya agar pesawat dapat dikirim tiga minggu lebih awal, bertepatan dengan ulang tahun Trump pada 14 Juni.

Namun, rencana penerimaan hadiah ini memicu kontroversi di dalam negeri.

Kontroversi hadiah jet dari Qatar

Pesawat Boeing 747 berusia 13 tahun dengan nilai katalog sekitar 400 juta dollar AS (sekitar Rp 6,9 triliun) tersebut merupakan hadiah dari keluarga kerajaan Qatar untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan AS.

Namun, langkah Trump menerima pesawat tersebut sempat menuai kritik dari Partai Demokrat serta kelompok pengawas pemerintahan. Mereka menilai adanya potensi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi keputusan presiden.

Trump sendiri menyanggah kritik tersebut dengan menyebut akan “sangat bodoh” jika menolak tawaran pesawat mewah dari Qatar.

Proses modifikasi

Potret kemewahan interior pesawat Boeing 747-8 milik Qatar untuk Donald Trump.Business Insider Potret kemewahan interior pesawat Boeing 747-8 milik Qatar untuk Donald Trump.

Pesawat hadiah tersebut tidak bisa langsung digunakan sebagai Air Force One. Diperlukan berbagai peningkatan keamanan, termasuk sistem komunikasi anti-penyadapan dan kemampuan pertahanan terhadap ancaman rudal.

Seorang juru bicara Angkatan Udara, sebagaimana dilansir South China Morning Post, Kamis (7/5/2026), mengatakan, “Pesawat tersebut berada dalam jadwal untuk dikirim pada musim panas ini.”

Baca juga: Mengapa Iran Menuntut Ganti Rugi ke Arab Saudi, Qatar, dan UEA di Tengah Konflik Timur Tengah?

Menurut laporan Angkatan Udara, pesawat telah menyelesaikan tahap modifikasi dan uji terbang, dan kini sedang dalam proses pengecatan akhir.

Modernisasi armada

Angkatan Udara AS juga memperkenalkan skema warna baru untuk armada pesawat eksekutif, yakni merah, putih, biru tua, dan emas.

Desain ini disebut sebagai pembaruan dari skema lama yang sempat dihapus pada 2022 dan sebelumnya didorong oleh Trump.

Skema baru ini akan diterapkan pada VC-25B, sebutan militer untuk Boeing 747-8 yang digunakan sebagai Air Force One, menggantikan desain putih dan biru dua warna yang telah digunakan sejak era Kennedy.

Selain itu, empat Boeing 757-200 yang digunakan oleh wakil presiden, anggota kabinet, dan pejabat senior juga akan dicat ulang.

Pada Desember lalu, Angkatan Udara AS juga membeli dua Boeing 747-8i bekas Lufthansa senilai 400 juta dollar AS.

Satu pesawat akan digunakan sebagai pelatih kru dan teknisi, sementara satu lainnya dijadikan sumber suku cadang untuk mendukung transisi armada lama yang telah beroperasi sejak 1990.

Baca juga: Trump Ancam Ledakkan Ladang Gas Iran, Tuntut Teheran Berhenti Serang Qatar

Tag:  #dapat #hadiah #dari #qatar #trump #akan #punya #pesawat #kepresidenan #baru

KOMENTAR