Kamala Harris Lepas Kendali, Sebut Trump Berbahaya dan Perangnya Omong Kosong
- Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait eskalasi konflik di Iran.
Dalam pernyataannya, Harris secara blak-blakan menyebut langkah-langkah yang diambil Trump dalam perang Iran sebagai sebuah "omong kosong".
Pernyataan keras tersebut disampaikan Harris saat berbicara dalam acara diskusi santai Partai Demokrat Nevada di Las Vegas, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Iran Klaim Segera Menang Lawan AS dan Israel, Bakal Ada Perayaan Besar
Di hadapan para pendukungnya, Harris menekankan bahwa perang di Iran tidak diinginkan oleh rakyat AS.
"Ketika Anda melihat perang di Iran ini, yang mana rakyat Amerika tidak menginginkannya dan tidak diizinkan oleh (Kongres). Bahkan jika diizinkan pun, hal itu seharusnya tidak dimulai," ujar Harris, sebagaimana dilansir CNN.
Harris juga menyoroti retorika Trump yang sempat mengancam akan melakukan penghancuran total, namun kemudian menarik ucapannya.
"Dia bicara soal membumihanguskan, lalu dia bilang oh dia melakukannya. Semua itu hanya omong kosong," tegasnya.
Harris kemudian berseloroh atas pilihan kata kasarnya. "Saya sudah berjanji tidak akan mengumpat lagi di depan umum," paparnya.
Baca juga: Balas Dendam, AS Gempur Fasilitas Peluncur Rudal dan Drone Iran
Keuntungan bagi Rusia
Kritik Harris ini muncul sebagai respons atas peringatan Trump kepada Iran agar segera menandatangani kesepakatan dengan cepat, menyusul serangan terhadap kapal perusak AS di Selat Hormuz.
Menurut Harris, ketegangan di Iran justru memberikan keuntungan strategis bagi pihak lain, terutama Rusia.
Dia menyoroti bagaimana kebijakan Trump berdampak pada sektor energi dan bantuan militer.
"Anda ingin tahu siapa pemenang besar dalam perang Iran? Rusia. Karena masalah minyak, apa yang telah dia (Trump) lakukan? Dia mencabut sanksi terhadap Rusia," kata Harris.
Dia menjelaskan bahwa pencabutan sanksi tersebut membuat Rusia bisa meraup keuntungan dari penjualan minyak yang sebelumnya dilarang.
Baca juga: Trump Santai soal Baku Tembak AS-Iran di Selat Hormuz: Cuma Sentuhan Kasih Sayang
Selain itu, Harris khawatir fokus AS ke Iran akan menguras sumber daya militer yang dibutuhkan pihak lain.
"Kita mengirimkan artileri, amunisi, dan pertahanan udara yang seharusnya dikirim ke Ukraina. Jadi, konsekuensinya sangat mendalam," tuturnya.
Harris pun mengingatkan publik agar tidak meremehkan sosok mantan presiden tersebut.
"Dia berbahaya. Dia berbahaya," lanjutnya.
Baca juga: 3 Kapal Perang AS Diserang Iran di Selat Hormuz, Rudal dan Drone Diluncurkan
Selain isu kebijakan luar negeri, Harris juga menyinggung opini terbaru Mahkamah Agung terkait Undang-Undang Hak Pilih.
Menurutnya, putusan tersebut akan membawa dampak besar pada pemilihan paruh waktu (midterm elections).
Dia menuduh adanya upaya sistematis dari pihak Republik melalui penataan ulang daerah pemilihan untuk menghalangi partisipasi pemilih.
"Mereka sengaja membuat orang-orang semakin sulit untuk memberikan suara. Mereka tahu bahwa masyarakat tidak bodoh dan sedang memperhatikan harga bensin, biaya perumahan, serta biaya dari perang ini," pungkas Harris.
Baca juga: Laporan CIA Bocor, Iran Disebut Masih Punya 70 Persen Rudal, Bantah Klaim Trump
Tag: #kamala #harris #lepas #kendali #sebut #trump #berbahaya #perangnya #omong #kosong